3

109K 11.5K 286
                                    

*****

Seorang gadis tengah terbaring di brankar sebuah rumah sakit. Di sebelah brankar tersebut seorang wanita paruh baya yang seminggu ini menunggu gadis tersebut siuman dari koma.

" Heungh.. " Lenguh gadis tersebut yang baru saja siuman.

" Eh sayang, Leya kamu sudah sadar nak? "
" Ada yang sakit, atau kamu ingin minum? "
" Ah iya sebentar biar mami panggil dokter. "

Si gadis yang baru sadar mengedarkan pandangannya bingung. Iya bingung, dia bingung dengan wanita paruh baya yang terlihat awet muda itu memanggilnya nak. Belum lagi wanita itu menyebutkan nama Leya dan menyebut dirinya mami. Tak lama seorang dokter memasuki ruangan.

" Nona Leya, saya periksa dulu ya. Apa ada yang terasa sakit? "

Lagi-lagi nama Leya yang disebut. Si gadis yang ditanya masih terdiam menatap dokter dan wanita paruh baya tersebut dengan pandangan linglung. Kemudian si gadis dengan tampang bingungnya itu mencoba membuka suaranya.

" Dokter.. "

" Iya..Bagaimana? "

" Leya siapa? Terus ibu ini siapa? " tanya si gadis yang membuat dokter dan wanita paruh baya itu terkejut.

" Nona Leya tentu saja nama nona. "

" Hah?? Dokter mah bercandanya gak lucu. Nama saya tuh Bella bukan Leya. "

Si gadis yang mengaku bernama Bella itu berkata yang sejujurnya. Ia ingat terakhir kali ia tertabrak mobil gara-gara ketemu mbak kunti. Ia kira sudah tidak selamat.

Namun sekarang ia berada di rumah sakit bertemu dengan dokter dan wanita paruh baya yang memanggilnya dengan nama yang tidak dikenali nya. Masa iya dia sebegitu miripnya dengan orang yang bernama Leya itu.

Si dokter dan wanita paruh baya tersebut saling berpandangan mendengar jawaban gadis itu.

" Leya.. Ini mami. Kamu inget kan nak? "

" Maaf Bu, saya bener-bener gak tau ibu ini siapa. Dan nama saya bukan Leya bu. "

Wanita paruh baya tersebut terkejut dan menutup mulutnya tak percaya dengan jawaban putrinya.

" Sepertinya nona Leya mengalami amnesia karena terbentur ketika kecelakaan. "

Jelas dokter tersebut dan sedikit berbincang dengan wanita paruh baya tersebut. Kemudian dokter itu pamit pergi melanjutkan pekerjaannya.

Wanita itu kemudian menghampiri Bella yang masih bingung dengan pikirannya sendiri.
" Leya.. Kamu mau minum dulu? "
Bella pun tersadar dari lamunannya.

" Eh.. Enggak bu, saya mau ke kamar mandi sebentar. "

" Yaudah sini biar mami bantu. "

Di kamar mandi

Di dalam kamar mandi pun Bella masih saja bingung dengan apa yang sedang terjadi. Hingga mata Bella tertuju pada cermin di sebelahnya. Dan Bella terkejut melihat pantulan wajahnya di cermin.

Bukan, bukan karena wajahnya yang terdapat lecet dan luka juga perban yang melilit kepalanya. Namun terkejut dengan wajah cantik yang nampak di cermin.

" Hah anjir! Wajah sapa tuh? Cantik amat. Masa iya gue operasi plastik. Eh masa gue transmigrasi sih? Ada gitu jaman sekarang kasus kek gini? Tapi kalo kayak gitu masuk akal dong daritadi tuh dokter sama si ibu sebut-sebut Leya mulu. Wah keren dong gue transmigrasi kek di novel-novel. "

*

*

*

*

*
_Bersambung_

A to BarBarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang