24

63K 7.9K 526
                                    

*****

Jam pelajaran berakhir sudah berbunyi. Sekarang saatnya kembali mengisi energi yang berkurang akibat aktivitas belajar mengajar. Meskipun hanya duduk diam dan memperhatikan penjelasan guru pun bisa menguras tenaga. Entah bagaimana konsepnya, mungkin karena otak juga bekerja dalam situasi itu.

Kantin mulai ramai siswa berdatangan. Bahkan semua bangku hampir terisi penuh. Untungnya Somi, Minju dan Chaewon sudah mendapatkan bangku, jika tidak, mungkin mereka harus menunggu hingga salah satu bangku ada yang kosong.

Mengapa hanya mereka bertiga? Karena tadi saat perjalanan menuju kantin, Leya merasa perutnya tiba-tiba mulas,  jadinya Leya meminta Ryujin untuk menemaninya ke kamar mandi. Sebelum itu, Leya meminta mereka bertiga duluan supaya kebagian meja.

Sementara Somi, Minju dan Chaewon pun sudah memesan makanan untuk mereka berlima sambil berbincang ringan. Tak menunggu lama pesanan mereka pun datang bersamaan dengan Leya dan Ryujin yang kembali dari kamar mandi.

Byuuurr...

Keadaan semula tenang, hingga bunyi guyuran air memecahkan ketenangan itu.

Bunyi air itu berasal dari seseorang yang menumpahkan air mineral diatas kepala seorang siswi yang tengah menikmati makanannya.

Sang pelaku penumpahan air itu pun kini tertawa lepas tanpa bersalah, begitupun juga dengan pengikutnya. Sementara sang korban hanya menundukkan kepalanya takut ketika tau siapa yang menumpahkan air padanya.

" Apa-apaan lo njirr! Maksut lo apa nyiram temen gue hah!! "

Somi. Ya, Somi yang baru saja berkata dengan marah. Dia tidak terima dengan apa yang terjadi di depannya apalagi terjadi pada temannya.

Temannya yang kena siram ialah Minju. Mereka yang enak-enak makan tiba-tiba kejadian tidak mengenakan terjadi. Kakak kelas yang terkenal dengan sikapnya yang semena-mena dan suka membully.

Namanya Salsabila Anggraini. Ayahnya adalah Wakil Kepsek di sekolah. Itu yang membuatnya sombong dan selalu membully dia yang menurutnya lebih rendah darinya.

Iya, selain Leya masih ada pembully lain di sekolah itu. Salsa ini satu angkatan diatas Leya yang berarti termasuk kakak kelasnya.

Kembali ke meja Leya dkk, dimana Minju yang kena siram. Leya, Ryujin, Somi dan Chaewon sontak melotot tajam melihat Minju diperlakukan seperti itu.

" Loh.. Ngapain lo marah sama gue. Si miskin ini emang pantes gue siram. Biar otaknya cerah dan cepet sadar dia gak pantes sekolah disini. " ucap Salsa ketus.

Mereka yang mendengar itu sangat geram. Minju hanya bisa menundukkan kepalanya. Terlepas dari Leya, tidak menjamin bisa selamat dari pembully yang lain.

Leya yang melihat Minju merasa takut pun mendekatinya dan melindunginya di belakang tubuhnya.

" Wow!! Apa nih yang gue liat.. Seorang Leya yang biasanya bully si miskin ini, sekarang malah jadi benteng buat korbannya. Wah tercengang gue. "

Ucap Salsa tertawa dengan apa yang terjadi di depannya. Begitupun kedua antek-antek nya, Cika dan Sindy yang ikut tertawa.

" Kenapa pada diem gini hah? Leyaaa... Gak salah lo belain dia? Mending gabung lah sama gue. Sama-sama selevel dan pastinya lo sama gue bisa sepuasnya bully si miskin itu. " tawar Salsa pada Leya.

Semua yang ada di kantin mendengar ucapan Salsa. Jangan lupakan geng abang Leya juga disana daritadi melihat kejadian itu. Mereka menanti respon Leya, apa yang akan dikatakannya untuk menanggapi ucapan Salsa.

Sementara Leya sendiri kini tengah meneliti Salsa dari atas ke bawah dengan pandangan serius. Minju, Somi, Ryujin dan Chaewon ketar ketir. Takut jika Leya benar-benar terpengaruh dan kembali menjadi pembully. Karena sebelumnya Leya dan Salsa pernah bekerjasama membully salah satu murid disitu.
Lama hening melanda, Leya pun suaranya.

A to BarBarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang