11

83.9K 9.3K 382
                                    

*****

Leya, Ryujin, Chaewon dan juga Minju kini udah sampai kantin. Gak perlu lama mereka udah cari tempat duduk yang nyaman. Ya mana lagi kalo bukan pojok.

" Mau pesen apa kalian? " tanya Leya.

" Gue bakso sama es teh. " jawab Ryujin.

" Nasi goreng sama jus mangga. " ucap Chaewon.

" Kamu yang mau pesen? " tanya Minju sambil menatap Leya.

" Enggak lah. Tanya doang gue mah. "

Ryujin sama Chaewon langsung memasang wajah cengo'. Minju yang cuma geleng-geleng kepala. Leya? Ketawa aja dia mah liat reaksi temen-temennya ini.

" Yeuuu,. Anjim ya lo. " kesal Ryujin.

" Udah sini aja gue yang pesen, Lo berdua apa? " Chaewon yang mengajukan diri untuk memesan.

" Aku samain aja sama Ryu. " jawab Minju.

" Gue juga samain lo aja Ca. " jawab Leya.

" Eh si Somi pesenin aja sekalian sama kayak gue sama Minju. " sahut Ryujin.

" Ok gue pesen dulu. "

Chaewon pun bergegas memesan makanan. Lima menit  kemudian dia udah balik ke meja teman-temannya.

" Lah? Cepet amat.. Mana makanannya? " tanya Ryujin.

" Nanti juga dianterin kok. " jawab Chaewon.

Mendengar jawaban Chaewon, mereka hanya ber 'oh' ria.

" Eh Le, lo udah gak ngejar-ngejar Jeno lagi? "
Pertanyaan Ryujin yang memecah keheningan di meja mereka.

" Jeno siapa? " tanya Leya dengan tampang bingungnya.

" Duh lupa kalo lo lagi amnesia. Jeno tuh cowok yang lo suka. "

" Hooh, mana lo suka ngejar-ngejar dia kek magadir. Mana ditolak mulu. " kali ini Chaewon ikut menyahut.

" Magadir apa? " tanya Minju.

" MAnusyaaGAtauDIRi. " jelas Ryujin.

Untungnya Leya ni gak sakit hati dikatain magadir. Udah biasa aja kalo temen-temennya ngatain dia. Toh Leya asli dulu tingkahnya emang gak banget.

Bersamaan dengan penjelasan Ryujin, bel istirahat pun berbunyi. Kantin yang semula sepi kini mulai banyak siswa-siswi berdatangan. Makanan yang dipesan mereka pun juga sudah sampai diantarkan.

" Seberapa ganteng emang si Reno-reno itu? " tanya Leya

" Jeno Le.. Jenooo, bukan Reno. " gemas Ryujin dan Chaewon.

" Ya itulah pokoknya. " terang Leya tak peduli.

" Lah lo bukannya udah tau wajahnya. Kan lo juga udah samper abang lo tadi waktu di parkiran. Mana gue liat juga lo sempet adu mulut sama Kak Chandra. " heran Ryujin.

" Lah gue cuma liat sekilas doang Wajah-wajah temen abang gue, muak gue. Abang gue si Kevin aja banyak bacotnya, gimana temennya, pasti juga sama aja. " jelas Leya.

Leya gak boong gaes, dia emang pecinta cogan. Tapi karena itu temen-temen abangnya, dia gak terlalu respek.

" Abang lo? Kak Alvin maksut lo? Haduh Le, sebenernya amnesia lo model gimana sih. Perasaan salah mulu lo nyebut orang. " ucap Chaewon.

Leya yang mendengar itu hanya mengedikkan bahu tak mau tau.

Suasana kantin yang tadinya ramai jadi semakin ramai akibat bisik-bisik para gadis ketika melihat gerombolan laki-laki dan seorang gadis. Hal itu juga membuat atensi Leya dkk. mengarah pada objek yang menjadi bahan pemicu keramaian itu. Sementara para lelaki dan satu orang gadis itu mulai mendudukkan diri di meja dan kursi kantin. Ryujin yang melihat itu pun membuka suaranya.

" Nah itu tuh Le si Jeno, yang lagi digandeng manja sama cewek. " seru Ryujin heboh.

Leya sendiri tidak memperhatikan perkataan Ryujin namun malah masih mengarahkan pandangannya pada gerombolan lelaki yang baru datang itu.

' Eh eh ada cogan. Gebet boleh nih, keren gitu dia. Ya meskipun keliatan dingin, gapapa lah. Eh tapi ni cowok kan masih temen abang gue, kok gue gak nyadar sih dari kemaren ada jodoh gue nyelip disono, ahayyy. '

Leya yang sibuk membatin.

" Heh! Ngapa nih anak? Kesambet jangan-jangan. " Chaewon bergidik ngeri melihat Leya yang melamun sambil senyum-senyum.

'BRAKK'

Bunyi gebrakan meja mengalihkan atensi seluruh manusia yang berada di kantin. Bahkan para lelaki dan si gadis juga menolehkan kepala ke sumber suara.

Sementara sang pelaku penggebrakan meja masih berdiri sambil berkacak pinggang. Sania Somi, sang pelaku yang membuat heboh kantin.

" Kaget njim, ngapa sih lo. " seru Leya.

" Anjir ya kalian, tega-teganya ninggalin gue. " ujar Somi kesal.

" Ya lo juga lama banget ngambil bedak doang sampek bel istirahat berkumandang. " sahut Chaewon.

" Apaan sih, orang bentar doang kok. "

" Bentar Mbahmu!! " sungut Ryujin dan Leya bersamaan.

" Udah ih, jangan berantem. Somi nih kita udah pesenin makanan buat kamu kok, buruan duduk. " ucap Minju.

" Duh yaampun, emang cuma Minju yang mengerti aku. " sahut Somi mendramatisir.

" ALAY LO!! " Teriak Leya, Ryu, dan Chaewon.

Tak sadar malah mereka daritadi jadi bahan tontonan mereka yang berada di kantin. Begitu juga kakak-kakak Leya dkk. Yang memandangnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

" Eh lanjut, tadi gue liat si Ale senyum-senyum sambil liatin geng Scorpion. Ngaku lo.. " tanya Chaewon mengintrogasi.






*

*

*

*

*
_Bersambung_

A to BarBarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang