15

77.4K 9.1K 552
                                    

*****

Leya yang sudah selesai dengan urusannya di dapur, mengisi ulang tupperware nya dan mengambil snack sebanyak-banyaknya hingga tangannya tidak muat menampung banyaknya snack yang dia bawa, dia pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya.

Baru saja sampai di tangga dekat ruang tamu, langkahnya terhenti ketika salah satu teman kakaknya berbicara padanya.

" Eh neng Leya, banyak banget cemilannya. Pengertian banget nih mau bawain kita makanan. "

Hanafi yang baru saja berbicara, dia gak tahan sama suasana canggung yang terjadi karena perdebatan Renjun dan Putra-putra Hermawan itu. Kebetulan Leya lewat jadi ia berbasa-basi menyapanya. Dan berhasil, semua lelaki yang ada disana mengalihkan pandangan pada Leya.

Leya yang merasa namanya disebut pun menolehkan kepalanya ke arah para lelaki disana. Dan begitu terkejutnya dia melihat wajah-wajah yang tadi pagi masih mulus sekarang malah banyak gosong nya. Bahkan saking terkejutnya dia tidak menjawab sapaan Hanafi dan terdiam sambil mengedarkan matanya menilik wajah mereka satu persatu dengan ekspresi muka terkejut dan mulut yang sedikit terbuka.

Sedangkan para lelaki disana merasa gemas dengan Leya. Bagaimana tidak, Leya yang masih cengo' sambil merangkul snack penuh di tangannya dan jangan lupakan kostum yang dikenakannya yang menambah kesan imut dan menggemaskan. Namun mereka tidak ada yang berani memuji secara langsung.

' Emaak.. Mau calon istri yang kek gini. ' -Jaemin

' Baru sadar punya adek ucul banget. ' -Alvin

' Aduh yaampun gebetan baru gue imut banget. ' -Hyunjin

' Leya? ' -Jeno

' Ehem (。>﹏<。)' -Sunwoo




" Astaghfirullah.. Tuh muka pada kenapaaaa, abis nyunsep dimana dah jelek banget ahahahaah. " tawa Leya menggema di ruang tamu tersebut.

Para lelaki yang tadinya menatap memuji Leya jadi mengubah raut wajah menjadi datar se datar wajah Sunwoo. Canda Sunwoo (◕‿-).

Sewaktu Leya melihat mereka di tangga atas, Leya tidak melihat dengan jelas wajah mereka, makanya sekarang dia terkejut melihat kondisi wajah mereka yang sungguh tidak baik-baik saja.

" Malah ketawa lo. " sengit Chandra.

" Hahah, sorry sorry.. Habis tawuran kan pasti. "

" Tuh tau. Daripada ngetawain kita mending lo bantuin Bang Arion ngobatin kita. "

Jawaban Chandra sontak membuat mereka disana memusatkan mata ke arah Chandra dan Hanafi yang mengarahkan jempolnya ke Chandra. Kemudian mereka semua mengarahkan pandangan ke arah Leya menunggu jawabannya.

" Kalian yang bonyok kok gue yang repot. "

Mereka yang mendengar jawaban Leya merasa kecewa di dalam hati, ya gak semua sih. Leya yang melihat keterdiaman mereka pun menghela napas.

Leya pun melangkahkan kaki mendekati mereka. Menaruh tupperware dan snack nya dimeja. Dan berjalan mendekati Arion.
Mereka yang sedaritadi memperhatikan Leya mendadak bingung, apa yang akan dilakukan nya disini.

" Siniin. " pinta Leya pada Arion sambil mengulurkan tangannya ke arah Arion.

Arion yang bingung dengan apa yang dimaksud Leya hanya memandang bingung uluran tangan Leya.

" Woy! Mana sini obatnya, katanya mau ngobatin. " ucap Leya.

Mereka semua terkejut mendengar ucapan Leya yang katanya tadi tidak mau repot, tapi sekarang... Renjun yang melihat reaksi temannya hanya tersenyum tipis. Arion yang tersadar pun segera mengambilkan obat merah dan antiseptik di kotak obatnya.

A to BarBarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang