22

63.9K 7.6K 892
                                    

*****

Saat ini Leya sedang duduk di kursi ruang tamu dengan Daren yang berada di pangkuannya. Dia sedang asyik memainkan rambut Daren yang kini tengah sibuk bermain game di ponsel, sambil sesekali bercanda.

Dunia serasa milik berdua ya.. Bahkan ketiga abang Leya juga ketiga sepupunya tidak dihiraukan sama sekali oleh Leya dan Daren.

Oh iya kita belum berkenalan dengan keluarga nya yang ini. Mulai dari Kakek Hermawan, Adam Hermawan. Kakek ini orangnya suka bertingkah tidak sesuai dengan umurnya. Sangat suka usil kalau dengan anggota keluarganya. Selain itu, datar dan keras kepala adalah sifatnya yang paling dominan.

Kakek Adam memiliki dua putra kembar. Putra pertamanya ialah Papi Leya, Danielo Levan Hermawan yang memiliki istri yaitu Mami bernama Anastasia Alena.

Putra keduanya bernama Randiga Sevan Hermawan beserta istrinya yaitu Berlinda Dhevi. Biasanya mereka dipanggil Mama Papa oleh keempat anaknya juga keponakannya yaitu anak Papi Daniel, kecuali Leya tentunya.

Anak pertama Papa Randi, Dylan Asevan Hermawan. Ia seusia dengan Arion. Anak kedua dan ketiganya, Diego Rajenar Hermawan dan Delon Rajafar Hermawan. Mereka berdua seumuran dengan Leya. Anak terakhirnya, Daren Sevandri Hermawan. Ia masih berumur 4 tahun 10 bulan.

Biar ku beritahu fakta tentang keluarga Hermawan ini. Keluarga Hermawan bukan hanya sekedar kaya dan terpandang di dunia masyarakat. Namun mereka juga terkenal di dunia gelap.

Mafia. Ya, tidak banyak yang tau bahwa mereka merupakan Mafia di dunia bawah. Bahkan Mafia mereka termasuk 5 besar yang terkuat. Black Diamond, nama Mafia yang didirikan oleh ayah kakek Adam yang berarti kakek buyut Leya dan sampai sekarang masih berjalan.

Saat ini kepemimpinan sudah dialihkan oleh kakek Adam pada Papa Randi. Kenapa bukan Papi Daniel? Karena Papi tidak mau, ia malas menanggung beban yang terlalu memusingkan dirinya. Mengurus perusahaannya saja sudah merepotkan apalagi mengurus organisasi Mafia yang sudah pasti lebih melelahkan lagi. Meskipun begitu, Papi masih ikut membantu apabila ada masalah mengenai organisasi Mafia tersebut.

Kakek Adam yang menjabat sebelum Papa Randi memiliki sifat yang cukup tegas. Raut wajah datar adalah andalannya. Itu sebabnya hampir sebagian sifatnya menurun pada anak dan cucunya.

Menantu dan ketujuh cucunya sudah tau mengenai Mafia nya. Bahkan cucunya itu juga termasuk dalam anggota. Menjalankan misi yang sulit pun sudah pernah mereka alami. Hanya Leya yang sepertinya tidak di beritahu pasal ini.

Kembali lagi ke ruang tamu, Leya yang merasa bosan pun berniat mengambil camilan dan membuat minuman.

" Daren sayang..Kakak akan mengambil camilan sebentar yaa. Daren mau kakak buatkan apa? Susu? Jus? " ucap Leya sambil bertanya pada Daren.

" Eeemmm... Dalen mau jus jeluk saja kak. " jawab Daren sambil mengalihkan matanya dari ponsel menatap Leya.

" Baiklah.. Kamu tunggu disini saja ya. "

Setelah itu Leya pun menurunkan Daren dari pangkuannya dan mendudukkannya di sofa itu.

Hening. Suasana yang terjadi di ruangan itu setelah Leya pamit mengambil camilan.

Daren yang tadi sibuk bermain ponsel pun kini hanya diam menatap ke depan dimana kakak dan kakak sepupunya menatap dirinya dengan pandangan berbeda-beda.

" Hey bocah! Jangan memprovokasi adikku. Bisa-bisanya kau menempelinya sepanjang hari. " seru Alvin memecahkan keheningan disana.

Tentu saja dia mengucapkan itu pada Daren, satu-satunya bocah yang ada disana.
Dia merasa iri melihat kedekatan bocah itu dengan Leya. Arion, Alvan dan ketiga kakak Daren juga merasa iri bahkan bingung dengan sikap Daren.

A to BarBarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang