23

65K 8.1K 292
                                    

*****

Hari libur sudah berlalu, kali ini Leya kembali bersekolah. Saat ini dia sedang berjalan di koridor bersama dengan teman-teman nya yang lain. Ryujin, Somi, Chaewon dan Minju. Sepanjang perjalanan menuju kelasnya, Leya terus saja menggoda setiap lelaki yang dilewatinya.

" Pagi ganteengg.. Udah sarapan hari ini? "

" Kalau belum hayuk kita ke kantin sarapan berdua. "

" Itu yang pakek topi warna abu-abu, nanti malem ngedate yuk. "

" Eh sayang itu dasi kamu miring, sini aku benerin. "

" Pagi ini cerah ya.. Secerah suasana hatiku ketika melihatmu. "

Teman-teman Leya hanya melihat nya malas. Leya yang genit mereka yang malu.

Di arah berlawanan mereka berpapasan dengan gerombolan lelaki tampan. Leya yang melihat mangsa pun mulai melancarkan aksinya. Merentangkan tangannya menghadang jalan salah satu lelaki yang berada paling depan.

" Eeeiits.. Mau kemana? Kenalan dulu dong ganteng. " Leya mengulurkan tangannya ke arah lelaki itu.

" Minggir. " jawab lelaki itu dengan ketus.

Leya yang seakan tuli, tidak mau menyingkir dari sana. Si cowok yang melihat itu merasa geram dan menatap tajam Leya. Salah satu teman cowok itu pun maju ketika melihat temannya menahan emosi.

Keempat teman Leya yang melihat itu merasa takut akan nasib Leya, kecuali Minju. Mereka tau betul siapa lelaki yang berada di hadapan Leya.

" Eh eh.. Leya kan? Bisa tolong geser dikit? Kita mau lewat. " ucap cowok yang ber nametag Radhika Abimanyu.

" Bisa kok kak.. Tapi bentar ya, saya belom gombalin temen kakak. " jawab Leya sambil nyengir gak jelas.

Teman-teman Leya hanya menepuk dahi melihat kelakuaannya.

" Aduh dek.. Jangan deh ya, temen gue galak. " ucap cowok itu lagi sambil memelankan suaranya, takut ketahuan sama yang dibicarakan.

Leya masih kukuh dengan pandangannya menatap cowok di depannya. Bisa dia lihat bahwa cowok ini memiliki aura pemimpin yang kentara sekali. Tatapan mata yang tajam dan tegas. Tubuh tegap dan tinggi, dan tentu saja.... Tampan. Leya melirik nametag cowok itu, nama Ersandio Gavan B. tertera disana.

Sementara si cowok merasa sedikit risih dengan pandangan menelisik gadis yang tadi dipanggil Leya oleh temannya.

Terlalu lama membuang waktu, tanpa basa basi dia mendorong Leya menepi dari jalannya. Leya yang tak siap jadi limbung ke samping dan jatuh ke lantai, untungnya kepala Leya tidak terbentur ubin lantai.

Setelah Leya menyingkir. Si cowok itu mulai melangkah melanjutkan jalannya yang tertunda. Diikuti teman-teman nya dari belakang.

" Eh woy!! Kasar bener jadi cowok. Gue blacklist lu dari daftar jodoh gue. "

Ucap Leya dengan suara yang menggebu-gebu. Dhika yang berjalan terakhir pun menyempatkan untuk berbicara dengan Leya.

" Sorry ya.. Temen gue emang gitu. " ucapnya.

" Aduh gapapa kok kakak ganteng.. Ale tau, pasti dia waktu kecil sering nyemil cabe. Sampai-sampai mulut ,wajah sama kelakuannya sama-sama pedes. " jawab Leya.

" Oh iya kenalin, gue Radhika Abimanyu. Panggil aja Dhika. Lo Leya kan.. Adeknya Arion, gue tau kok. Oh ya kalo gitu gue pamit ya. " ucap Dhika kemudian berlalu pergi.

" Iye bang.. " jawab Leya.

Dhika pun pergi meninggalkan Leya dkk.

" Sumpah gila lo Le, bisa-bisanya lo godain cowok-cowok. Mana Lo juga berani mau godain Kak Gavan. " ucap Chaewon.

A to BarBarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang