Minggu pagi
Yang biasanya di habiskan nessa dengan stalk Arvin kini berbeda sudah sejak jam 6 nessa mandi dan berdandan karna arvin akan mengajaknya jalan
Senang?
Jangan di tanya walaupun semalam nessa sempat murung karna arvin tak jadi ke rumahnya
Namun saat arvin mengatakan akan mengajak nya jalan dengan embel embel 'kencan resmi' nessa langsung semangat wajah murungnya terganti dengan senyum lebar
Bahkan nessa hampir saja mematahkan tempat tidurnya karna tak berhenti loncat loncat dengan meneriakan nama arvin
Papinya lagi lagi patah hati anak semata wayangnya berpacaran
Dan mamanya yg sibuk mengagumi pacar anaknya itu tanpa memperdulikan papanya yang sibuk berkomat kamit
"NESSA NAK ARVIN SUDAH DI DEPAN" teriak mama nessa dari luar
Karna sejak kedatangan arvin 5 menit yang lalu mama nessa langsung ngacir kedepan mengabaikan wajah papa yang terlihat masam
Bahkan mama nessa mengabaikan perintah papa untuk mengambilkan koran pagi ini di meja
"IYA MA" teriak nessa dan segera turun dari kamarnya
Dan saat melewati papanya di ruang televisi
"Ness Ambilin papa koran dong di ruang tamu"ucap papa yang lagi lagi di abaikan
"Ka arvin" teriak nessa membuat papanya ingin sekali menenggelamkan laki laki yang bernama arvin karna kedatangannya lagi lagi papa di nomor 2 kan oleh kesayangannya
"tante titip nessa ya nak arvin kalo nakal tinggalin aja"ucap mama nessa
"ISH MAMI" teriak nessa tak terima
Arvin terkekeh pelan
"Arvin berangkat tante"ucap arvin sopan bersalaman mencium punggung tangan mama nessa
"Ma nessa berangkat"ucap nessa segera naik ke motor arvin dan melajukan motornya keluar dari pekarangan rumah nessa
Yang lagi lagi mengabaikan papanya yang baru keluar karna mendengar anaknya pamit pergi
"Loh udah pada berangkat"tanya papa yang melihat sudah tak ada putri kesayangannya dan laki laki yang menculiknya
"ck,"decak mama nessa dan berjalan masuk mengabaikan papa nessa lagi
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
At Bioskop
Arvin memarkirkan motornya di basment gedung bioskop
Nessa lalu turun dan memberikan helmnya ke arvin
Arvin lalu berjalan dengan nessa di sampingnya masuk ke dalam gedung bioskop
Mungkin karna ini kencan pertama nessa dengan status berpacaran nessa jadi bingung apa yang orang biasa lakukan saat kencan
Nessa mengedarkan pandangannya banyak sekali pasangan disini
"Nah lo tunggu di sini gue mau antri beli tiket sama popcorn"ucap arvin menunjuk kursi dan di balas anggukan dari nessa
Nessa lalu melihat pasangan didepannya yang juga sepertinya laki lakinya akan membeli tiket meninggalkan pasangannya
Nessa masih terus melihat wanita itu mengeluarkan bedak dan sedikit memolesnya ke wajahnya lalu mengeluarkan lipstik juga dan memakainya
"Apa gue mesti kaya gitu juga"gumam nessa
Nessa tak pernah memakai alat make up walaupun ia memilikinya salahkan mamanya yang membelikannya saat ulang tahun nya dan mengatakan agar mencoba memakainya namun di tolak mentah mentah oleh nessa
Nessa lalu mengeluarkan dan menghamburkan isi tasnya ke meja yg berada di hadapannya
Jujur saja isi tas ini mamanya yg menyiapkan nessa hanya di suruh memakai tas ini
Nessa mebulatkan matanya isi tas ini penuh dengan alat make up nessa lalu mencoba membuka salah satu bedak dan memolesnya sedikit lalu membuka lipstik berwarna merah terang
"pake jangan ya kira kira kalo gue pake arvin bakaln suka ngga ya"gumam nessa
"gue cantik ga ya kira kira kalo pake beginian"
"ish kacanya kekecilan"ucap nessa lalu menutup bedak itu kembali lalu membereskan alat make upnya memasukannya ke dalam tas kecil yg ia bawa dan melangkahkan kakinya ke toilet
Dret dret
Baru saja nessa hendak masuk ke salah satu kamar mandi
Handphone nessa bergetar lalu nessa membuka nya yang merupakan pesan dari arvin yang menyuruhnya kembali karna filmnya akan di mulai
Nessa lalu bergegas kembali melupakan acara make up nya , berterima kasihlah pada arvin
yang menyuruhnya kembali kalau tidak nessa pasti sudah menghancurkan wajahnya sendiri dengan alat alat make up yg sebeneranya nessa tak bisa tak tau cara memakainya.
"Ka arvin" panggil nessa membuat arvin menoleh
"abis dari mana"
"Toilet"ucap nessa
"yaudh yuk filmnya bentar lagi mulai"
Ucap arvin dan saat hendak berjalan salah satu perempuan menabraknya dan terjatuh
Entah itu sengaja atau tidak
Arvin langsung membantunya berdiri
"Aduh ka maaf aku ngga sengaja"ucap perempuan itu genit
Arvin hanya mengangguk
"aku Vika kalo kamu"ucap gadis bernama vika sambil menyodorkan tangan hendak salaman dan di sambut oleh arvin
"gue arvin"ucap arvin mengabaikan nessa di di belakangnya yang sudah panas dingin dengan mulut sibuk menyumpah serapah wanita di depannya ini
"Ka ganteng banget sih"ucap vika
Nessa tak tahan segera menarik arvin untuk pergi dari situ mengabaikan wanita itu yg menggerutu kesal
Arvin melihat ke arah nessa yang menatap ke arahnya kesal
Nessa lalu nerjalan mendahului arvin dengan kaki menghentak kesal arvin hanya mengerutkan dahi tanda bingung.
Film di mulai
Arvin Memilih film Begenre horor yang sebenarnya nessa tak takut sama sekali
Arvin memperhatikan nessa yang sibuk mengunyah popcron membuat pipinya penuh
Arvin tersenyum lalu menatap kembali layar yang sedang menampilkan adegan adegan horor
Lalu tiba tiba ada yang mengenggam kuat lengannya di samping arvin langsunh menoleh
Bukan itu bukan nessa melainkan cewek yg menabraknya tadi
"eh maaf ka abis vika takut"ucap vika masih dengan tangan memegang lengan arvin modus dan kini wajahnya pun ikut ia sembunyikan di bahu arvin
Nessa yang menyadari arvin yang menengok ke sebelah kiri lalu melihat dan seketika jiwa ganasnya ingin sekali mencabik cabik cewek itu
Nessa lalu menyenderkan kepalanya ke bahu arvin membuat arvin menoleh ke arah nessa
Arvin menghela nafas pasrah
Sudah di pastikan 2 bahunya akan sakit saat keluar dari sini
Nessa masih mengunyak popcron dan sesekali menyuapi arvin yang di terima baik olehnya
Nessa melirik sinis cewek di samping arvin yang masih modus memegang lengan arvin
Nessa juga sedikit kesal ke arvin yang membiarkan lengannya di modusi cabe ga elit kaya vika
Nessa membuang nafas kasar mencoba menenangkan emosinya
"Susah yaa punya pacar cogan"gumam nessa pelan yang dapat di dengar dengan jelas oleh arvin
Arvin lalu menghela nafas pelan
TBC