24. - Saya Bukan Ojol Om

74.6K 8.1K 1.3K
                                    

Selalu ikuti kisah Aldenatra sampai akhir ya!

Jangan lupa VOTENYA guys!

Follow Instagram:

@ytrmaayyy
@aldenatrawjy
@ginazianyr
@aldaksgar.ofc

Happy reading!

Happy reading!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ALDENATRA

Story teen fiction by Arx_ima25

***

Tentang Taksa dengan memori yang dibawa laki laki itu kabur, siang ini sepulang sekolah Aldenatra bersama dengan ALDAKSGAR berkunjung ke markas WARLOKS. Namun markas itu malah terlihat sepi tak ada kehidupan. Jika dilihat dari debu debu yang tak pernah di sentuh manusia, markas itu sudah kosong sekitar beberapa hari belakangan.

Wajar saja sih markas ini sepi. Karna sekarang WARLOKS sedang dalam pengejaran oleh pihak polisi, terutama Taksa. Pasalnya keluarga Gina terutama pak Pramudya ingin membawa kasus ini untuk di selesaikan secara hukum. Karna hampir saja nyawa putrinya melayang.

"Bos, markasnya bener bener kosong. Mereka pasti pindah tempat tongkrongan" ucap Samudra.

Gema mengangguk. Ia juga melihat segelas air yang sudah terlihat kotor. Markas ini juga sangat berantakan, mungkin karna polisi telah menggeledah seisi markas. Dan tentang memori, kali ini mereka berharap banyak pada Alexi. Semoga saja laki laki itu memberikan memori yang salah atau setidaknya ia memiliki salinan dari semua rekaman yang ada di dalam sana agar bisa menjebloskan Taksa kedalam penjara.

Merasa percuma mereka kesana karna tak mendapat apapun, Aldenatra mengajak anggotanya untuk kembali ke markas. Kabarnya seseorang akan kembali malam ini.

Saat hendak memasang helm ponselnya bergetar, Aldenatra segera mengambil benda pipih itu dari dalam saku jaketnya. nomor tak dikenal tertera dilayar ponsel.

"Hallo"

"Hallo dengan ojol ALDOGAR. Bisa belikan saya makanan dan beberapa barang?"

Suara berat laki laki yang baru kemarin ia temui dan mengatai dirinya sebagai ojol kembali terdengar menjawab dari balik telfon.

Aldenatra memijat pelipis matanya. Bisakah ia berhenti mengatainya sebagai ojol! Jika anggota ALDAKSGAR yang lain tau pasti itu akan menjadi bahan candaan mereka sampai berbulan bulan.

"Hallo, kamu masih ada disana kan?"

"Iyaa om"

ALDENATRA (TELAH TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang