17. - Gue Mau Ikut Dance

82.4K 8.3K 515
                                    

Sebagian capther akan di privat. Follow sebelum membaca!

Selalu ikuti kisah Aldenatra sampai ending!

Jangan lupa VOTENYA guys!

Follow Instagram:

@ytrmaayyy
@aldenatrawjy
@ginazianyr
@aldaksgar.ofc

Happy reading!

***

MALAM ini Gina berjalan sendiri sehabis membeli beberapa bungkus mie ayam yang tak jauh dari komplek rumahnya.

Mie ayam kang Epul

Kira kira itu nama plangnya. Mie ayam ini sudah jadi langganan untuk Gina dan ibunya.

Senandung kecil terdengar dari bibir gadis ini, sambil melangkah pelan membawa dua bungkus mie ayam. Malam ini gang kompleknya dibilang ramai tidak dan di bilang sepi juga tidak. Di sebelah sana terlihat beberapa ibu ibu dan anak anak yang masih keluar rumah. Jadi Gina tak perlu takut akan begal atau hal yang lainnya.

"Pstttt"

"Nengg"

Langkah kaki Gina berhenti setelah mendengar beberapa bisikan memanggil manggil pelan. Gina menoleh kearah kiri dan kanan mencari asal dari suara tadi.

Gina mengerenyit mengenali siapa yang memanggilnya tadi. "Ehhh akang mbak"

Kalian masih mengingat tentang preman geloy yang sempat ditemui Aldenatra dan Gina beberapa waktu yang lalu? Yang kalau ngomong begini 'Amsyonggg chinn. Apdtintong lah kesini awww!'

Laki laki yang menjabat sebagai ketua dari preman dengan bendera pink itu sekarang berdiri tak jauh dari Gina.

Gina memanggilnya 'akang mbak' karna ia tak tau harus memanggilnya apa. Cara berpakaiannya macho tapi suaranya kemarin cucok.

Preman itu berjalan menghampiri. "Neng, habis dari mana?"

"Ke sana akang mbak, habis beli mie ayam. Akang mbaknya mau?" tawar Gina.

Ia menggeleng lalu sedikit terkekeh mendengar nama panggilan yang diberikan gadis ini. Akang mbak, nama panggilan apa itu!

Ia menjulurkan tangannya berniat memperkenalkan diri. "Panggil saya Steven, akang Steven"

Gina mengangguk pelan lalu tersenyum membalas uluran tangan akang Steven. "Gina"

"Pacarnya bos Aldenatra kann"

Gina terkekeh. "Btw, kenapa akang Steven ngomongnya normal?"

"Belum jamnya" canda kang Steven membuat tawa mereka pecah.

"Neng bos mau balik yaa. Saya temenin yukk" Gina mengangguk dan berjalan di sebelah kang Steven.

Sebenarnya Gina rada sedikit takut dengan preman seperti kang Steven ini. Karna mereka sering banget buat ribut di komplek. Entah itu melakukan hal yang membuat warga kadang emosi dengan ulah mereka.

ALDENATRA (TELAH TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang