22. - Kasih Dan Kenangan

70.3K 7.6K 807
                                    

❗Sebagian capther di privat. Follow sebelum membaca ❗

Nyalakan mulmed di atas. Dijamin makin baper

🎶Andai aku bisa - Tulus 🎶

Selalu ikuti kisah Aldenatra sampai akhir ya!

Jangan lupa VOTENYA guys!

Follow Instagram:

@ytrmaayyy
@aldenatrawjy
@ginazianyr
@aldaksgar.ofc

Happy reading!

***

Brankar di dorong masuk kedalam ruang UGD diiringi langkah Aldenatra dan anak ALDAKSGAR yang lain. Suster memberhentikan langkah Aldenatra yang hendak ikut masuk kedalam. Pintu ruangan di tutup tak memperbolehkan siapapun untuk masuk saat proses penanganan.

Aldenatra mengacak rambutnya kasar. Ia tak mengerti kenapa hal ini harus terjadi pada Gina. Gadis itu tak mengerti apapun, dia seharusnya tak ikut terlibat dalam hal ini. Dan seharusnya dia yang menggantikan posisi Gina sekarang.

Air matanya tak bisa lagi ia tahan. Sebulir air itu terjun membasahi pipinya, namun segera ia usap.

Mencium bau khas rumah sakit ini sungguh membuat Aldenatra seakan kembali dibawa saat kejadian beberapa tahun yang lalu. Dimana bundanya juga dibawa masuk kedalam sana. Bahkan sekarang di pengelihatannya ia melihat sosok dirinya yang masih menggunakan pakaian seragam SD berdiri di depan pintu UGD dengan isak tangis yang makin menjadi.

Seragam yang dipenuhi darah. Anak laki laki itu memanggil nama sang bunda sambil memohon kepada tuhan agar diberi keajaiban dan bundanya baik baik saja.

"Tuhannn jangan ambil bunda. Aku mohon jangan ambil bunda, aku janji gak akan nakal lagi, aku janji. Jadi tolong tuhann, selamatkan bunda aku mohon"

Doa tulus dari anak kecil itu terucap dengan sangat sungguh sungguh. Namun sepertinya tuhan kali ini tak mendengar doanya. Dokter keluar, memberinya kabar tak baik yang membuat dunianya hancur sehancur hancurnya.

"Besok aku ulang tahun. Kenapa bunda kasi aku hadiah ini. Bunda Alden gak suka hadiah ini, kali ini Alden gak suka hadiah dari bunda"

"Maaf nak. Kami sudah berusaha sebaik mungkin. Tapi tuhan lebih menyayangi bunda kamu"

"Alden cuman mau bunda dokter"

Suara langkah kaki dan isak tangis seseorang memanggil nama Gina memecahkan lamunan Aldenatra. Kembali menarik laki laki ini dari jurang masa lalu yang kelam. Air mata yang entah sejak kapan sudah membasahi pipinya segera ia hapus dan berbalik melihat tante Devika yang baru saja datang bersamaan dengan Samudra.

Aldenatra menahan tubuh Devika saat hendak masuk kedalam ruang UGD. Isak tangis yang keluar dari bibirnya membuat Aldenatra hancur. Ia menarik Devika kedalam pelukan, menenangkan sambil mengusap pelan pundaknya.

"Tenang tante. Dokter pasti bisa menyelamatkan Gina"

"Ginaaaa. Kenapa dia bisa begini?" lirih Devika.

Aldenatra menatap kosong. Ini adalah salahnya, seharusnya tadi dia tak mendengarkan perkataan Gina dan mengantarnya pulang lebih dulu. Jika itu terjadi sekarang Gina pasti tak akan berjuang sendirian di dalam sana.

"Maaf tante"

"Maaf, saya belum bisa jaga Gina buat tante" lirih Aldenatra.

Devika terus menangis dalam pelukan Aldenatra. Ia tak bisa menyalahkan siapapun sekarang, karna ini semua keputusan Gina untuk menyelamatkan Aldenatra.

ALDENATRA (TELAH TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang