19. - Drama Bolos Berdua

78.6K 7.9K 573
                                    

Sebagian capther di privat. Follow sebelum membaca.

Selalu ikuti kisah Aldenatra sampai akhir ya!

Jangan lupa VOTENYA guys!

Follow Instagram:

@ytrmaayyy
@aldenatrawjy
@ginazianyr
@aldaksgar.ofc

Happy reading!

***

RUMAH kosong dengan bendera pink yang berkibar menyambut Aldenatra. Setelah membuka helem full packnya Ia melangkah masuk, mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Steven. Setelah ketemu Aldenatra berjalan menghampiri.

Dentuman musik yang sejak tadi menggema satu ruangan ia kecilkan. Steven dan para preman yang tengah asik goyang dompret sontak menoleh. Siapa sih yang berani ganggu waktu jogetnya. Lagi asik juga.

"Ehhh bos. Kapan masuknya?" tanya Kang Steven akhirnya menyadari kehadiran Aldenatra.

"Barusan bos" jawab anak buahnya.

"Kita perlu bicara"

Kang Steven mengangguk. "Mau bicarain apa?"

Aldenatra berjalan menjauh dari kerumunan. Kang Steven langsung saja berjalan mengikuti di belakang. Dirasa sudah menjauh Aldenatra berbalik. "Gimana kelanjutan informasi tentang Rafael. Ada kemajuan?"

Kang Steven terdiam mengingat ngingat. "Belum ada bos. Terakhir cuman plat mobil itu"

Aldenatra berdecak kesal. Dasar laki laki gak becus. "Mangkanya kalau kerja yang becus. Jangan malah tebar pesona gak jelas kecewek orang"

Kang Steven mengangkat sebelah alisnya bingung. Kapan ia tebar pesona kecewek orang. Perasaan gak pernah. Kang Steven terakhir tebar pesona seinget cuman ke emak emak komplek doang. Tapi itupun bukan dapet pujian malah ditimpuk prabotan dikira mau maling jemuran.

"Percuma gue kasi uang banyak kalau gak ada hasilnya"

"Tenang bos tenang. Dalam hal begini gak boleh buru buru santay aja bos secepatnya pasti saya bakal dapat informasi terupdate lagi" kata Kang Steven meyakinkan.

"Kalau gak. Jamin apa lo?"

"Kalau enggak, saya bakal kerja di bos gratis deh selama satu tahun"

Aldenatra perlahan mengangguk. Tawaran yang bagus. "Oke. Gue tunggu informasi terupdate secepatnya"

Kang Steven menegakkan badannya dan melakukan hormat sekilas. "Siap boss"

Aldenatra kembali memakai slayer untuk menutupi sebagian wajahnya dan melangkah hendak pergi dari sana.

"Bentar boss" cegah Kang Steven. Aldenatra berbalik dengan sebelah alis yang dinaikan. Ada apa?

Cowok itu cengengesan sebelum akhirnya lanjut bicara. "Bos punya rokok satu bungkus gak. Bensinnya bos, biar ada tenaga buat gali informasi lagi"

Aldenatra memutar bola matanya malas. Dasar mata duitan, gak pernah mau rugi. Ia merogoh kantong jaketnya, sekotak rokok melayang dan langsung ditangkap mulus kang Steven.

ALDENATRA (TELAH TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang