20. - Ajakan Kencan

75.6K 7.7K 630
                                    

❗Nyalakan mulmed di atas ya. Dijamin makin baper❗

Selalu ikuti kisah Aldenatra sampai akhir ya!

Jangan lupa VOTENYA guys!

Follow Instagram:

@ytrmaayyy
@aldenatrawjy
@ginazianyr
@aldaksgar.ofc

Happy reading!

***

Gina berjalan di belakang Aldenatra. Setelah insiden laki laki ini tiba tiba berlari sambil menggendongnya sekarang kaki Gina masih gemetar. Ia takut saja tadi jika sampai kaki Aldenatra terpeleset dan mereka berdua terjatuh gimana. Kan gak lucu.

"Kita mau kemana sih kakk?"

Posisi mereka sekarang sudah keluar dari wilayah sekolah. Entah kemana laki laki ini akan mengajaknya berjalan. Bolos lewat pintu yang katanya rahasia di belakang sekolah. Benar sih, Gina saja baru mengetahui adanya pintu belakang sekolah yang tembus ke komplek perumahan warga.

Gina terus menatap Aldenatra dari belakang. Laki laki ini tak menjawab pertanyaan yang dia ajukan sejak tadi, dan rasanya mereka berjalan sudah cukup jauh dari sekolah tapi tak sampai ketujuan.

"Kak sebenarnya ini kita mau kemana sih?" tanya Gina sekali lagi.

"Ikut aja"

"Aku capek. Belum makan" Gina melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Ini juga udah jam istirahat. Nanti kalau Caca sama Ariel cari kita ke UKS tapi gak ketemu gimana?"

"Berisik"

"Ihhh kakk. Aku balik aja deh kalau gitu" ancam Gina namun terus mengikuti langkah Aldenatra dari belakang.

"Emang lo tau jalan kembali ke sekolah"

Gina terdiam kembali mengingat jalan yang mereka lewati tadi. "T-tau"

"Yaudah pergi sana" jawab Aldenatra santai sambil terus berjalan di depan. Laki laki ini berhenti lalu berbalik menatap Gina. "Kenapa masih disini?"

Gina sedikit mendonga menatap Aldenatra. Sejujurnya ia tak ingat jalan kembali ke sekolah. Pasalnya jalan yang mereka lewati tadi banyak lika likunya udah kayak hidup, Gina mana ingat.

"Aku ikut kak Alden aja"

"Gak hapal jalan?" Aldenatra tersenyum menyeringai.

Gina berdecak lalu membalik badan Aldenatra sambil sedikit mendorongnya. "Udah ayo lanjut jalan kita mau kemana"

Aldenatra menyadari sesuatu. Menyadari jika gadis ini sekarang menggunakan kata aku dalam percakapan mereka. Sedikit membuat Aldenata tersenyum.

"Ke KUA" jawab Aldenatra.

"Kakk! Aku serius"

"Gak mau?"

"Kita kan masih sekolah"

"Nikahnya hari minggu. Kan libur"

Gina terkekeh mendengar jawaban dari Aldenatra. Ia tak menyangka laki laki ini punya sisi seperti ini juga. Ia pikir Aldenatra cuman punya sisi menyeramkan saja.

"Kenapa ketawa?"

"Kakak sih jawabannya aneh"

"Nikah aneh?"

"Memangnya kakak mau nikah sama aku?"

"Kenapa enggak?"

"Karna aku jelek. Gak pinter masak, masih suka bangun siang, intinya banyak kekurangan deh"

ALDENATRA (TELAH TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang