23. - Kembalinya Letnan Pramudya

72.3K 8.2K 1.8K
                                    

❗Sebagian capther akan di privat. Follow sebelum membaca❗

Nyalakan mulmednya

🎶It's only me : Kaleb J 🎶

Selalu ikuti kisah Aldenatra sampai akhir ya!

Jangan lupa VOTENYA guys!

Follow Instagram:

@ytrmaayyy
@aldenatrawjy
@ginazianyr
@aldaksgar.ofc

Happy reading!

***

PELATIHAN MILITER LODESTAR NTB

Laki berotot menggunakan baju loreng dengan name tag Letnan Jendral Pramudya, terlihat tengah duduk di ruangannya. Menyibukan diri dengan berbagai berkas penting yang berjejeran di meja. Hari ini banyak kerjaan yang harus ia selesaikan. Tak ada lagi waktu untuk mencari kodok ke empang. Mengingat kodoknya yang kemarin sudah mulai bertelur di dalam akuarium. Tinggal dibawa pulang ke Jakarta sebagai oleh oleh.

Segelas kopi sudah habis ia seruput. Saking konsentrasinya pak Pramudya sampai tak menyadari beberapa pesan yang masuk kedalam ponsel dari istri tercinta. Ditelfon juga tak diangkat karna nada dering yang dibisukan. Bertujuan agar tidak diganggu saat sedang bekerja.

Tokk Tokk Tokk

"Masukk" ucap Pramudya tanpa menoleh, tangannya yang masih sibuk memilah beberapa berkas.

Seorang laki laki dengan baju loreng lantas hormat lebih dulu sebelum mulai bicara. "Permisi pak"

"Meti dan Buti sudah kamu kasi makan?" tanya spontan Pramudya menanyakan keadaan kodoknya.

"Siapp, sudah pak"

"Kamu boleh keluar" jawab Pramudya.

Laki laki dengan name tag Burhan sontak menggeleng. Karna tujuan ia masuk ke dalam ruangan bukan untuk memberi kabar terupdate tentang kodok kodoknya itu.

"Maaf pak ini ada telfon dari istri bapak" ucapnya pelan.

Pramudya melotot dan melempar tatapan tajam kearah Burhan. Laki laki itu hanya meneguk ludah gemetar. "Kamu main telfon telfonan sama istri saya!!"

Burhan menggeleng kuat. "Siap, bukan pak. Istri Letnan yang telfon saya"

"Kenapa dia telfon kamu. Apa dia sudah bosan dengan saya!!"

"Siap, tidak pak. Istri bapak telfon saya karna katanya Letnan gak angkat telfon dari tadi" jelas Burhan. Dasar pak tua cemburuan!

Segera ia mengecek. Benar saja, puluhan panggilan tak terjawab memenuhi layar ponselnya.

"Sini berikan ponsel kamu" Burhan mengangguk dan segera memberikan ponselnya. Pramudya mengibas tangan beberapa kali menyuruh laki laki itu untuk keluar. Tidak ada yang boleh menguping pembicaraannya.

Pramudra tersenyum lalu menempelkan ponsel tadi ke telinga. "Hallo sayangg, apa ka-----"

"MASS KAMU KEMANA AJA. DITELFON GAK DIANGKAT, DI SMS GAK DI BALES. KAMU ITU SEBENARNYA MASIH INGET GAK SIH PUNYA ISTRI SAMA ANAK DISINI!!!"

Pak Pramudya yang kaget sontak menjauhkan ponsel tadi dari kupingnya. Bisa tuli mendadak nih. "Kenapa sayang. Baru nelfon kok marah marah, kangen ya sama mas?"

ALDENATRA (TELAH TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang