09. - Modus Pak Ketua

108K 10.1K 926
                                    

Sebagian capther di privat. Follow sebelum membaca ❗

JANGAN LUPA VOTENYA

❗NOTE: Jadilah pembaca yang bijak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

NOTE: Jadilah pembaca yang bijak. Visual disini hanya untuk menghidupkan tokoh jadi jangan sangkut pautkan cerita ini dengan kehidupan asli para visual ❗

Selamat membaca

ALDENATRA Story teen fiction by Arx_ima25

09. - Modus Ketua Geng Motor Beda

Setiap hari libur Gina memilih untuk diam dirumah membantu ibunya bersih bersih. Sempat Ariel dan Carina mengajaknya untuk pergi shoping ke mall walaupun hanya untuk melihat lihat saja tidak lebih dari itu namun Gina menolaknya.

"NAAA. BISA GANTIKAN IBUK SEBENTAR SIRAM TANAMAN DI BELAKANG. IBUK MAU KE SUPERMARKET, KAMU JAGA RUMAH YAAA"

"Iyaa bukkk!" sahut Gina keluar dari dalam kamar menuju halaman belakang menyirami beberapa tanaman yang ada di sana.

Devika dan Gina sangat suka merawat tanaman. Terutama bunga matahari, keduanya sangat menyukai bunga cantik berwarna kuning itu.

Selain ada bunga matahari di sana, mereka juga menanam bunga lily, anggrek, mawar dan beberapa jenis tanaman bunga yang lainnya.

Sambil bersenandung riang Gina menyirami bunga bunga itu.

Ia takjub saat melihat bibit baru bunga matahari yang sempat ia tanam kemarin mulai bertunas. Ada perasaan bahagia tersendiri yang ia rasakan.

Pasalnya bibit ini dikirimkan langsung dari negara Ukraina, penghasil bunga matahari terbanyak di dunia. Dan katanya ini adalah bibit bunga matahari yang spesial. Jadi Gina harus pintar pintar merawatnya agar tumbuh dengan baik.

"Cepat tumbuh yaa. Biar aku bisa kasi ayah bunga ini sebagai sambutan waktu ayah pulang nanti" katanya sambil mengusap pelan tunas kecil bunga matahari.

"Udah ngomong sama bunganya"

Suara berat laki laki itu berhasil membuat Gina terkejut. Sontak ia berdiri dan berbalik. Benar saja seperti perkiraannya, laki laki dengan margan Wijaya yang menjabat sebagai ketua ALDAKSGAR itu sudah berdiri di ambang pintu, menatapnya intens sambil mengunyah permen karet.

"S-sejak kapan kak Alden ada disana?"

Ia menoleh kearah jam dinding. "5 menit yang lalu"

"Tapi ibuk baru aja keluar"

"Iyaa, tadi gue ketemu di luar. Tante suruh gue masuk aja, lagian gue mau ketemu sama lo bukan sama tante"

"Ngapain?"

"Ikut gue"

Gina sedikit memiringkan kepalnya masih bingung lalu berjalan mengikuti langkah Aldenatra dari belakang.

ALDENATRA (TELAH TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang