11. - Undangan Pesta

104K 9.2K 1.1K
                                    

Selalu ikuti kisah Aldenatra sampai akhir ya!

Jangan lupa VOTENYA guys!

Follow Instagram:

@ytrmaayyy
@aldenatrawjy
@ginazianyr
@aldaksgar.ofc

Happy reading!

***

11. - Undangan Pesta

Pagi ini Aldenatra masuk kedalam markas terlihat buru buru, karna kabar dari Gema para pereman itu mendapatkan informasi terbaru.

Gema yang melihat kedatangan Aldenatra sontak berdiri menghampiri.

"Gue dapet ini dari mereka" kata Gema memberikan selembar kertas.

"Malam itu Rafael sempat telfon lo kan dan bilang kalau dia punya bukti kuat yang bisa buat Taksa masuk penjara. Tapi setelah itu dia sama sekali gak kelihatan sampai sekarang"

"Awalnya gue curiga kalau Rafael di culik WARLOKS supaya dia tetap bungkam atas kasus itu. Tapi setelah tau informasi dari para preman, kalau Rafael mengalami kecelakaan malam dimana penetapan jabatan lo sebagai ketua ALDAKSGAR dan memori bukti yang dia bawa kabur dari markas WARLOKS masih ada dua sumbu. Satu entah itu hilang atau yang kedua dibawa seseorang"

"Dan ini plat mobil yang tabrak Rafael?" tanya Aldenatra masih memperhatikan selembar kertas tadi.

"Iyaa. Kalau memang memori itu gak hilang, ada kemungkinan orang yang di dalam mobil ini yang bawa. Dan kita harus temuin orang ini sebelum memori itu balik ke tangan Taksa"

"Apa WARLOKS udah tau siapa orang ini?"

Gema menggeleng. "Setau gue WARLOKS belum ada yang tau siapa orang itu. Tapi firasat gue kalau Taksa udah tau siapa orang ini. Karna kalau dia belum tau, Taksa gak akan mungkin setenang ini"

Aldenatra mengangguk paham dengan mata yang masih menyoroti selembar kertas tadi. Angka angka ini terasa familiar untuknya, apa mungkin ia mengenal siapa pemilik mobil ini?

Dan jika memang benar Rafael mati dalam kecelakaan malam itu maka orang yang menabraknya ini harus tanggung jawab.

***

Alexi berdiri di dekat jendela ruang osis melihat keluar. Selain mimpi buruk yang ia alami belakangan ini, sekarang sebuah nomor tak dikenal kerap kali mengajaknya untuk bertemu dan memintanya mengembalikan sebuah memori.

Namun Alexi tak mengambil pusing, karna itu bisa saja hanya salah sambung atau hanya keisengan belaka seseorang.

Alexi merogoh saku celananya mengambil sebuah memori dan papan nama yang ia dapatkan malam itu. Dari korban tabrak larinya. Dan jika pesan itu maksudnya adalah untuk mengembalikan memori ini, maka itu tak akan semudah yang mereka minta.

"Rafael. Sebenarnya seberapa penting memori ini bagi ALDAKSGAR dan bagi Aldenatra?" gumam Alexi.

Pandu menepuk pundak Alexi membuat cowok ini tersentak kaget. Segera ia kembali memasukan memori tadi.

Gelagat Alexi yang berlebihan membuat pandu menatapnya heran. Pandu menoleh melihat sekitar. "Hayooo lo sembunyiin foto cewek siapa tuuu" bisik Pandu dengan nada menyebalkan.

"A-apaan sihh. Gak ada foto cewek"

"Udahhh jujur aja ke guee itu foto siapaa. Apa jangan jangan itu foto Beby yaa" tebak Pandu sok tau.

ALDENATRA (TELAH TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang