Part 1 - Sekolah Dasar

402 107 91
                                    

"Dia sahabatku, aku bahagia saat ini mempunyai sahabat yang sudah kayak sodara sendiri, semoga silaturahmi kita tidak pernah putus sampai tua nanti"

Sejak sebelum Fira memulai sekolah dasar, Fira selalu ngeluh kepada ibunya, Ratih. Maksud Fira, dia tidak ingin terlewat dengan angkatan bersama kakaknya termasuk sahabatnya itu, Rani yang sudah memasuki sekolah dasar bersama Sofy.

Awalnya Rani hanya mengikuti Sofy kemanapun dia beraktivitas, sampai Sofy memasuki sekolah dasar pun Rani menantang dengan memakai seragam sekolah dan ikut mengerjakan tugas-tugas dari guru, seperti belajar menulis, membaca dan lainnya, layaknya sudah memasuki sekolah. Hingga akhirnya Rani menerima raport dari wali kelas tanpa disangka. Akhirnya Rani memilih menerima dan melanjutkan dengan angkatan sekarang, walau usianya lebih muda berbeda dua tahun dari Sofy. Sofy adalah sepupu Rani dan juga sahabat Nisa, kakak kandung Fira.
Fira terus mengeluh jika sedang bersama ibunya

"bu, kapan Fira masuk sekolah?"

"ya nanti tahun depan" jawab Ratih

"dih, lama kenapa gak sekarang?" tanya Fira. Saat itu Fira masih umur 5 tahun, dengan mendongakkan kepala kehadapan ibunya, Fira yang sedang memanjakkan diri tiduran di paha ibunya dan duduk didepan teras rumah memandangi pohon-pohon bergoyang terkena angin sambil menikmati angin sore yang sejuk.

"sekarang belum waktunya sayang, umur kamu juga belum cukup, nanti ibu kasih mainan kalo kamu mau sabar yah" jelas Ratih menenangkan anak bontotnya yang bawel
"iyah bu mau, hehe"

🍁🍁🍁

Waktu yang paling diharapkan akhirnya tiba, pagi hari ini Fira memakai seragam SD, Nisa sudah berangkat sekolah bersama Sofy 5 menit lalu, sedangkan Rani berangkat bareng bersama Puput, teman sebangkunya, sekarang mereka menempati kelas 2 SD. Fira di antar bersama ibunya, Ratih.

Fira langsung menempati tempat duduknya yang sebangku dengan Devi, sebelumnya mereka sudah saling kenal karena Devi tetanggaan hanya berjarak dua rumah saja dari rumah Fira, tapi tidak begitu akrab dengannya, beda dengan Rani berjarak tiga rumah tapi sangat deket sama Fira.

Dihari pertama ini jadwal kelas 1 hanya perkenalan nama saja, dan wali kelas hanya mendongengkan anak-anaknya, ngelawak, berbagi tawa, dan cerita lainnya. Anak-anak terhibur oleh ekspresi wajah bapak guru itu, mereka tertawa tebahak-bahak sampai akhirnya bel pulang bunyi.

🍁🍁🍁


Saat ini sudah memasuki semester 2, tadi malam Fira nginep di rumah kakak iparnya, anak pertama dari Ratih, yaitu Ely, dengan alasan untuk menemani anaknya kak Ely, namanya Rindy masih berusia 3 tahun dan bulan depan akan masuk umur 4 tahun.
Fira bangun kesiangan, dia malu kalo tetap masuk sekolah karena sudah telat satu jam. Tapi kakaknya menasehati adiknya itu agar tetap masuk sekolah.

"ayo sayang gak papa nanti kakak antar sampe pintu kelas, gurunya juga gak bakal marah, gak mungkin cuma gegara telat tanpa disengaja marah sama anak kecil, nanti kakak belain kok, gak papa ya sayang ayo ganti baju seragam".

"iya udah kak Fira nurut deh" akhirnya Fira terpancing dari nasehat kakaknya.
Sesampainya di depan pintu kelas Ely mengetuk pintu yang tertutup bertanda ada guru yang sedang mengajar

"assalamualaikum.."

Pintu pun dibuka oleh pak Adi

"walaikumsalam" jawab pak Adi

"pak ini Fira adik saya, maaf telat satu jam. Tadi malam ada urusan keluarga, jadi bangunnya kesiangan pak" ujar Ely

"oh dek Fira, iya gak papa jangan takut yah, bapak gak marah kok" dengan agak jongkok agar telapak tangannya bisa menyentuh dan mengusap rambut poni Fira yang menyentuh alisnya dengan kuncir kudanya yang terlihat lucu.

Fira sempat menangis karena ketakutan waktu dijalan menuju sekolah, tapi berhenti saat sudah berada didepan pintu kelas, kakaknya berhasil menenangkan hati Fira.

"Firaa sini masuk" teriak Lina dari tempat duduknya yang berada didepan tempat duduk Fira dan Devi

"sini Fir" disusul teriakan Devi

"tuh teman-teman kamu dari tadi nunggu kamu dikirain gak masuk sekolah" ucap pak Adi dengan suara pelan dan masih menjongkok. Devi dan Lina berlari mendekati Fira menuju pintu, mereka menarik tangan Fira agar Fira mau masuk

"ayo Fir" kedua temannya itu merangkul Fira bersamaan, sampai Fira agak membungkukkan punggung karena keberatan oleh kedua tangan mereka. Fira pun tersenyum dan memberanikan masuk dan segera menduduki kursinya.

🍁🍁🍁

Gimana ceritanya? Maaf sedikit
Anak kecil yang belum mengenal cinta:)

Ig: silvi_aliily1526

Rindu tak Terbalas (End) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang