Extra Part; RaaniZakki

4K 192 5
                                    

Assalamualaikum... aku kembali!!! Malam-malam gini aku update muehehe gakpapa selamat tiduurr dan istirahat guys...

gak ada yang special sih cuma ngasih info kalo Raani dan Zakki udah nambah anak wkekeke

Happy reading!


***

"Ayaaaaa." Anak kecil berusia tiga tahun itu berjalan pelan menuju sang Ayah yang tengah berbaring di sofa bed depan tv

"Ayaaa bangun." Dipukul-pukulnya punggung sang Ayah dengan benda persegi berbentuk kompor-komporan

"Hhmmm... Ayah ngantuk, Ameera." Ucap Zakki

"Banguunnn... main sama akak yuk. Adi mi malahin akak ana bangunin adek (Tadi Ummi marahin kakak karena bangunin adek)." Aduhnya terisak di atas punggung lelah Ayahnya itu.

Zakki -terpaksa- mengurungkan untuk tidur di saat sampai di rumah ini. Seharian bekerja full time mengajar murid-murid di sekolah ditambah mengurusi berkas-berkas keperluan untuk mendaftarkan diri mengikuti test CPNS membuatnya tak punya waktu untuk istirahat.

"Yaudah Kakak mau main apa?" tanyanya.

"Main supelmalket, akak jadi kasil telus ayah jadi pembeli (Main supermarket, kakak jadi kasir terus Ayah jadi pembeli)."

Zakki mengangguk saja, andai kau tau, Nak.

Mereka bermain dengan Zakki yang menjadi pembelinya sedangkan putri sulungnya itu menjadi kasir dengan lihai. Sepertinya Ameera ada bakat di profesi itu *lah

Ameera putri sulung? Fyi, Zakki dan Raani sekarang memiliki dua putri, yang baru saja dilahirkan enam bulan yang lalu.

"Kakak! Ayah itu baru pulang kerja, capek. Mainnya nanti aja yah, Nak. Kasihan Ayah." Suara Raani terdengar ketika Zakki mendongkak istri cantiknya itu sudah berdiri belakang sofa bed bersama baby embul bernama Nasha Assyfa Baihaqi.

Senyum dibibir Zakki terbit, dia memang diciptakan untuk menjaga. Saat dirinya belum menikah maka dia dikelilingi dua perempuan -Ummi dan Aleeta- yang harus dia jaga dan ketika dia sudah menikah status menjadi Penjaga perempuan tetap dimilikinya, Raani -sang istri- Ameera dan Nasha -putri-putrinya itu-

"Kalo bukan Aya, akak main ma sapa? Mi dak bolehin akak main ke lumah Shaliha. (Kakak main sama siapa? Ummi tidak membolehkan kakak main ke rumah Shaliha)." rajuknya berhenti dari kegiatannya menjadi kasir dengan wajah cemberut yang bikim gemasss

"Ini waktunya tidur siang, Kakak. Shaliha gak boleh main sama Bunda Alee."

Zakki membawa Raani duduk di sampingnya, diambil alihnya putri bungsu yang baru enam bulan itu.

"Bungsu Ayah!" serunya menciumi seluruh permukaan wajah bayi gempal itu.

"Ayoo... sekarang kakak tidur sama Ummi yah." Raani menggendong paksa Ameera karena anak kecil itu memberontak.

"Gak boleh gitu Kakak. Kalau sudah tidur siang baru boleh main." Ucapnya berjalan menuju tangga.

Zakki mengekor dari belakang -masih- Nasha di dalam gendongannya. Bayi itu masih tidur meskipun diunyel-unyel oleh sang Ayah

Raani membaringkan tubuh anaknya itu di kasur.

"Aya bilang kalau akak punya adek, akak bisa main sama adek tapi ini adeknya dah ada tapi akak masih main sendili."

Zakki yang sudah sampai di kamar menahan tawanya. Dia teringat waktu merayu anaknya agar menginginkan Adik alasan itu yang dia berikan.

"Ami... sini, Nak." Panggilnya pada Ameera yang pada saat itu sedang main.

Raani & Aleeta ✔(TAHAP REVISI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang