18. Asraf Giandra Bagaskara

21 4 0
                                    

"Ini tentangku, hidupku, dan pilihanku. Kamu yang pernah singgah, hanya tempat yang belum tentu sungguh."

-Takdir Cinta Nadia

🕊️🕊️🕊️

Seorang lelaki berpostur gagah berjalan melewati koridor tempatnya bekerja. Perusahaan yang sudah di bangun dari usaha kecil-kecilan membuatnya bisa sampai seperti ini.

Gedung yang menjulang tinggi, para karyawan yang sibuk bekerja menjadi pemandangannya setiap hari. Menjadi direktur utama di perusahaannya membuat dirinya harus lebih banyak bekerja.

Tanggung jawab para karyawan ada pada dirinya. Jika ia lalai dalam bekerja, bagaimana bisa ia membayar para karyawan yang membutuhkan gaji untuk menghidupi keluarganya.

Suara sepatu hitam yang mengkilap berjalan di atas lantai putih yang bersih. Jas hitam, lalu dasi yang melekat di badannya terasa pas. Badannya yang tinggi dan gagah terlihat seperti aktor Korea.

Badannya bisa di katakan sispex, mungkin dirinya rajin berolahraga dan mengatur pola makan yang sehat.

Wajah dingin dan datarnya seakan-akan menjadi ciri khas akan dirinya. Hanya senyuman datar yang ia perlihatkan jika tengah rapat bersama para direktur perusahaan lain. Tak ada senyuman ketika bertemu dengan para karyawannya.

Sifat angkuh nan cuek sudah biasa di perlihatkan dirinya kepada orang-orang. Namun di balik itu, sifatnya sangatlah baik bagi orang yang sudah jauh mengenalnya.

"Selamat pagi Pak," sapa karyawan dengan senyuman yang menjaga bagian peruangan.

"Ya," balasnya dengan terus berjalan menuju ruangannya.

Diliriknya jam tangan mahal yang melekat di tangannya, sudah pukul tujuh lebih lima menit. Dengan bergegas ia berjalan, karena sebentar lagi akan ada meeting dengan klien yang datang dari Singapura.

"Pak sebentar lagi Pak Kemal akan datang," ucap lelaki bawahannya dengan membawa berkas-berkas penting.

Lelaki itu mengangguk dan mengambil satu berkas yang berada di tangan bawahannya. "Kamu bawa berkas ini ke ruangan saya terlebih dahulu, ada laporan yang belum saya tanda tangi." Lelaki itu menyerahkan berkasnya lagi kepada bawahannya.

"Baik Pak,"

Saat sudah di lif khusus untuk atasan, lelaki itu mengambil handphone miliknya yang berada di saku kemejanya. Asistennya pasti sudah berada di ruangannya, tas miliknya juga mungkin sudah ia bawa.

Pintu lif terbuka dan lelaki itu berjalan dengan kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku jasnya. Wajahnya yang jarang tersenyum itu terlihat tampan. Kulitnya putih bersih, hidungnya mancung nan bangir. Bibirnya yang seksi menjadi ciri khas dari dirinya.

Rambutnya ia tata bak ala-ala Korea. Dirinya sudah seperti Lee Men Ho aktor Korea yang banyak di gemari oleh kalangan remaja.

Saat sudah memasuki ruangannya, terlihat asistennya sedang mengecek laporan untuk rapat nanti.

"Rayhan laporan kemarin segera kamu selesaikan," ucapnya kepada asisten yang sudah bekerja dan setia kepadanya.

"Baik Pak,"

Takdir Cinta Nadia [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang