5. Melupakan

73 8 0
                                    

"Jika melupakan adalah cara terbaik untuk menghapus luka, maka kepergian adalah kunci dari segalanya."

-Takdir Cinta Nadia

🕊️🕊️🕊️

Entah apa yang ada dalam pikiran Nadia saat ini. Setelah melihat kotak pemberian mantan kekasihnya itu, hati Nadia kembali terluka untuk kesekian kalinya.

Nadia tak bisa menghapus jejak cintanya begitu saja. Melupakan seseorang yang dicinta tak semudah membalikkan telapak tangan.

Bukankah dengan cara kehilangan, Nadia bisa memetik pelajaran, bahwa cinta tak harus memiliki. Cinta yang kuat itu, ketika mengikhlaskan orang yang dicinta berbahagia, meski tak bersama kita.

Mungkin ini takdir terbaik dari Allah untuk Nadia. Allah mengambil orang yang Nadia cinta, bukan berarti Allah tak sayang. Mungkin ini memang yang terbaik untuk Nadia.

Jodoh, rezeki, kematian, sudah Allah yang menentukan. Manusia hanya bisa menjalankan, apa pun yang terbaik, perlu dijalaninya dengan baik.

"Mau kemana?" tanya Nada.

Nadia melirik sekilas ke arah orang yang sudah membesarkannya itu. "Ke belakang Bu," balas Nadia.

Nadia berencana untuk pergi ke taman belakang rumah. Ia akan melakukan sesuatu demi kebaikan kisah cintanya.

Nada mengangguk dan tak ingin ikut campur masalah putrinya itu. Nada melihat kotak yang dibawa oleh Nadia. Nada tau kotak itu pemberian dari orang di masalalu putrinya.

Nadia lantas pergi dengan membawa kotak yang berada di dalam genggamannya. Nadia melangkah dengan perlahan, ia tak ingin terlalu terburu-buru.

Dengan menggunakan baju gamis bewarna hitam berpaduan coklat, juga jilbab berwarna hitam melekat di tubuh Nadia. Setelah mengubur barang yang ia bawa, Nadia akan pergi kuliah.

Nadia menyimpan kotak itu di kursi taman rumahnya. Lalu Nadia melangkah untuk mencari kayu, agar ia bisa dengan cepat mengubur barang itu.

Selesai mencari kayu, Nadia mencangkul tanah dengan bantuan kayu, lalu memasukkan kotak pemberian mantan kekasihnya.

Saat ingin menguburnya, air mata Nadia kembali tumpah. Nadia tak kuat jika harus seperti ini, sesak rasanya. Nadia tak ingin mengubur kotak ini, namun jika terus menerus melihat hadiah pemberian mantannya, hati Nadia terasa sesak.

"Izinkan aku untuk melupakan kenangan kita," lirih Nadia dengan mengubur kotak itu.

"Hiks...." Nadia menangis dengan kayu ditangannya. Bukan ini yang ia mau, Nadia tak mau harus melupakan.

Melupakan seseorang yang dicinta, sama saja seperti menginjak beling yang bisa bercucuran darah. Nadia tak bisa melupakan, namun ia harus bisa. Nadia tak mau terus menetap dalam masalalunya. Ia juga ingin bahagia.

Walaupun kebahagian Nadia pernah ada di masalalunya, namun sekarang beda lagi. Semuanya telah berubah sejak satu tahun silam lamanya.

Kenangan itu, masih membekas dengan sangat deras. Satu tahun belum cukup bagi Nadia untuk melupakan. Dan mungkin saat ini saat yang terbaik untuk melupakan. Karena Nadia perlu menggapai kebahagiannya.

Takdir Cinta Nadia [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang