4. Obat Rindu

73 13 0
                                    

"Obat rindu yang nyata, adalah dengan cara menemui sang perindunya."

-Takdir Cinta Nadia

🕊️🕊️🕊️

Hilir mudik orang-orang di salah satu mall di Bandung. Membuat mata yang menatap akan merasa nyaman. Pasalnya, mall adalah tempat berlibur ternyaman yang pernah sebagian orang rasakan.

Siang ini, Nadia, Zhafira, dan Afifah tengah berjalan-jalan di mall. Mereka bertiga ingin mencari udara segar dengan cara pergi ke mall. Mereka ingin rehat sejenak dari pusingnya tugas kuliah yang selalu bergentayangan.

"Kemana dulu?" tanya Zhafira yang tengah menggandeng tangan Nadia.

"Bioskop!" usul Afifah dengan semangat.

"Jangan bioskop, yang lain aja, " telak Nadia.

"Udah Nad, kita nonton aja. Udah lama juga kan kita nggak nonton,"

"Tap--"

Nadia ingin berkomentar lagi, namun Afifah menarik tangannya dengan cepat menuju tempat pembelian tiket.

Mereka bertiga berjalan menuju bioskop, membeli tiket dan membeli popcorn juga minuman. Sudah tradisi mungkin, jika menonton bioskop lebih enak jika ditemani oleh popcorn.

Selesai membeli tiket dan minuman, Nadia, Afifah, dan Zhafira masuk ke dalam bioskop. Mereka duduk di tengah-tengah. Mereka bertiga menonton film Milea.

Selama film diputar, Nadia menghayati setiap ceritanya. Kisah Milea dan Dilan, membuat para penonton baper. Mungkin kebanyakan orang ingin menjadi seperti Milea, yang dicintai oleh Dilan dengan setia.

Nadia melirik ke arah Afifah dan Zhafira yang asik memakan popcorn. Posisi duduk Nadia berada dekat Zhafira. Sedangkan Afifah di sebelah Zhafira. Zhafira berada di tengah-tengah antara Nadia dan Afifah.

Saat film menunjukkan adegan dimana Milea mengatakan rindu kepada Dilan, air mata Nadia kembali turun entah karena apa. Dengan cepat, Nadia menghapus air matanya. Untung saja, orang-orang tidak menyadari Nadia menangis.

Sekelebat bayangan masalalu Nadia kembali mengalun di pikiran Nadia. Tentang manisnya janji yang diucapkan, hingga perlakuan manis yang pernah membuat Nadia baper.

Sebenarnya, Nadia tak ingin menonton bioskop jika tidak Afifah yang memaksa. Pergi ke bioskop, mengingatkan Nadia akan masalalunya.

Nadia pernah diajak menonton film horor, dan hal itu membuat Nadia ketakutan dan repleks memeluk orang dari masalalunya itu.

Nadia menepis semua kenangan bersama orang yang pernah ia cinta. Jika terus menerus mengingat bayangan masalalunya, kesakitan lah yang akan Nadia rasakan.

"Nad kenapa?" tanya Zhafira menyadari keanehan pada Nadia.

Nadia melirik. "Eh nggak papa ko. Ini cuma kebawa perasaan," elak Nadia.

Zhafira mengangguk, ia juga tidak tau permasalahan apa yang dialami Nadia. Karena Zhafira pikir, Nadia sudah bisa melupakan orang yang dicintainya. Namun nyatanya, perasaan cinta Nadia belum hilang sampai sat ini.

Takdir Cinta Nadia [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang