15. Virus Rindu

25 3 0
                                    

"Rasa cinta yang sudah melekat dalam kalbu, maka akan terus bermunculan virus yang bernama rindu."

-Takdir Cinta Nadia

🕊️🕊️🕊️

Afifah berjalan dengan tergesa-gesa. Dirinya takut kalah dalam mengambil buah strawberry. Bian sudah mengambil banyak terlihat di keranjang miliknya.

Jika saja Afifah tidak menyusul Nadia, mungkin saja sekarang keranjang miliknya sudah terisi penuh. Nadia yang terus saja ingin istirahat membuat Afifah jengkel. Jika Zaki yang terus mendesak Afifah agar segera menyusul Nadia.

Nadia berjalan mengikuti kemana tujuannya Afifah. Keranjang miliknya masih diisi oleh lima buah strawberry. Kebun teh dan juga tanaman strawberry disini berdampingan. Terlihat cantik saat di pandang.

Zaki melihat keranjang miliknya sudah terisi lumayan, sedangkan saat melihat milik Nadia baru sedikit. Zaki berinisiatif untuk membantu Nadia memetik strawberry, bukan memetik kenangan.

"Nih aku bantu." Zaki menyimpan bukan strawberry sekitar lima sampai enam buah ke keranjang milik Nadia.

"Nggak usah Zak, aku juga bisa sendiri ko," Nadia merasa tak enak, karena apa-apa selalu merepotkan Zaki. Memang Nadia tak pernah menyuruh Zaki, namun saja dirinya merasa tidak enak dengan kebaikan Zaki.

"Nggak papa Nad. Lagian keranjang saya udah diisi banyak, sama buah strawberry nya mungkin saya kasih ke anak-anak. Terlalu banyak makan strawberry nanti sakit perut hehe,"

"Eh iya ya hehe," Nadia tersenyum sangat-sangat manis.

Zaki melanjutkan acara memetik buah strawberry bersama dengan Nadia. Diliriknya Zhafira yang tengah memakan buah strawberry saat sudah di petik. Sedangkan Bian tengah beradu tatap dengan Afifah sambil memetik buah strawberry dengan cepat.

"Nad ayo ke sebelah," ucap Afifah kepada Nadia.

Nadia ingin ikut Afifah, namun Afifah sudah turun terlebih dahulu. Afifah yang akan pindah ke sebelah, tiba-tiba terpeleset karena di depannya terdapat becekan karena hujan.

GEBLUK!

"Aw!" Afifah terjatuh dengan buah strawberry yang berserekan dimana-mana. Bajunya ikut kotor terkena tanah yang basah.

Nadia, Zaki, Zhafira, dan Bian melongo melihat kejadian yang tak terduga itu.

"Fifah!" Nadia ikut turun membantu Afifah, sedangkan keranjang miliknya ia titipkan kepada Bian yang wajahnya terlihat memerah karena menahan tawa.

Flash back on.

"Hahahaha, Kak Afifah lucu!"

"Iya, jalannya nggak liat-liat,"

"Ceroboh kaya Nindi,"

Nadia tertawa mendengar beberapa ocehan dari anak-anak panti. Nadia tengah menceritakan kejadian Afifah saaat terjatuh. Anak-anak pada kepo karena kemarin melihat Afifah yang datang dengan baju yang kotor di gendong oleh Bian.

"Hus udah ya, nanti kalo Kak Afifah kesini dan denger kalian ngetawainnya pasti dia marah," ucap Nadia sembari mengelus bayi yang baru berusia sekitar sepuluh bulan.

Hanan, bayi lelaki yang ditinggal oleh kedua orang tuanya. Bayi gembul yang lucu, Nadia menyukainya.

"Hanan anak sholeh, nanti Teteh buatin susu ya," Nadia mencium pipi gembul milik Hanan.

Takdir Cinta Nadia [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang