23. Haruskah Memilih?

25 3 0
                                    

"Langkahku pernah berhenti, namun kamu datang dan membuatku berjalan lagi. Aku sudah memilih keputusan dengan menyatakan bahwa aku telah memilih kamu.

-Takdir Cinta Nadia

🕊️🕊️🕊️

"Dia calon suami saya!"

"Dia calon suami saya!"

"Dia calon suami saya!"

Perkataan Nadia membuat Asraf menjadi murung. Asraf masih tidak percaya dengan apa yang ia terima kali ini.

Niat Asraf ingin bertemu Nadia karena ingin meminta maaf, dan jika Asraf masih bisa di beri kesempatan, Asraf ingin menjalin hubungan yang serius bersama dengan Nadia.

Asraf terlambat, ia datang di waktu yang tidak tempat. Mengapa Asraf kembali saat Nadia sudah menjadi milik orang lain. Kemana saja Asraf kemarin, ia malah sibuk dengan kisah cintanya yang terombang-ambing tidak jelas.

"Kenapa gue dateng di waktu yang nggak tepat!" teriak Asraf marah.

Seharusnya ini tidak terjadi, seharusnya semua ini tidak akan pernah Asraf terima. Kenyataan ini seharusnya tak pernah Asraf dengar. Kepahitan ini seharusnya tak Asraf rasakan.

"Ini semua gara-gara perempuan brengsek itu!" Asraf murka. Jika saja ia tidak di jodohkan, tak akan pernah mungkin Asraf kehilangan Nadia.

Nadia adalah orang yang bisa membuat Asraf tergila-gila bahkan tidak akan pernah bisa Asraf melupakannya. Namun perjodohan sialan itu membuat Asraf kehilangan Nadia, bahkan bisa dibilang untuk selama-lamanya.

"Kenapa gue harus nyia-nyiain perempuan sesempurna Nadia demi perempuan yang nggak ada gunanya itu!" teriak Asraf dengan melempar barang yang berada di depannya.

Asraf harus kehilangan Nadia, kehilangan cinta terindahnya, kehilangan cinta yang benar-benar membuatnya bahagia. Meskipun Nadia bukan cinta pertamanya, namun Nadia bagaikan obat yang bisa menyembuhkan hati Asraf kala ia tersakiti.

"Aaargggh!"

Flashback on

Semua orang terdiam karena mendengar perkataan Nadia. Terutama Zaki yang tak percaya, apalagi Asraf yang tercengang dan terlihat shock.

"Nad ini benar?" tanya Afifah tak percaya.

"Kepada siapa hati aku akan berlabuh, kalian tidak usah mencampurinya! Ini pilihanku dan ini takdir yang telah di gariskan Allah untukku! Zaki adalah calon suami saya dan dialah yang akan menjadi imam untuk saya selama-lamanya!" tegas Nadia dengan suara yang lantang.

Zhafira hanya terdiam, mungkin ini sudah keputusan Nadia. Tapi Zhafira hanya takut jika Nadia mengambil keputusan saat dirinya tengah berhadapan dengan Asraf.

"Zak ini serius?" tanya Bian tak percaya. Karena Zaki tidak pernah bercerita tentang dirinya akan menikahi Nadia.

Zaki hanya diam tidak tau harus berbuat apa. Ia sibuk mencerna ucapan Nadia. Apakah Zaki tengah menghalu?

"Sekali lagi saya tegaskan, bahwa Zaki adalah calon suami saya!" Nadia pergi dengan sedikit berlari lalu disusul oleh Afifah dan Zhafira.

Takdir Cinta Nadia [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang