25. Kisah Kita

27 3 0
                                    

"Kisah yang sudah di gariskan takdirnya, pasti akan terasa bahagia menjalankannya."

-Takdir Cinta Nadia

🕊️🕊️🕊️


Binar-binar bahagia terlihat di wajah Zaki. Karena hari ini, keluarganya akan ke rumah Nadia untuk mengadakan acara lamaran.

Persiapan dan juga hadiah sudah lengkap di masukkan ke dalam mobil. Papinya, Maminya, adiknya, dan juga para keluarganya sudah siap.

Zaki memakai batik yang seragaman dengan keluarganya, celana hitam yang berpadu, juga sepatu hitam yang harganya sudah yakin mahal. Jam tangan juga melekat di tangan kekar milik Zaki.

Senyumannya tak pernah hilang di wajah Zaki. Wajah Nadia terus bekelibat di dalam pikirannya. Zaki sangat beruntung bisa di takdirkan dengan Nadia.

"Bang Ayo," ucap Ridho Papinya.

Zaki mengangguk dan masuk ke mobil. Adiknya Agam yang mengendarainya.

Selama di perjalanan, keluarganya terus mengobrol membicarakan acara pernikahan nanti. Maminya sibuk dengan memilih baju apa yang akan nanti ia pakai untuk pernikahan.

Para kenalan dan kerabat terdekat dari Papi dan Maminya juga ikut bahagia mendengar Zaki akan menikah.

"Bang lu ngapain sih senyum-senyum sendiri?" tanya Agam karena sedari tadi melirik Zaki yang terus saja tersenyum.

"Kenapa emangnya masalah?" Zaki malah bertanya balik dengan wajah yang menyebalkan.

Agam memukul tangan Zaki yang tengah merapikan rambutnya. Kelakuan Abangnya ini sedikit membuat Agam risih. Zaki terus saja berkaca dan memperbaiki penampilannya.

"Terus aja rapiin tu rambut," kata Ridho yang melihat ulah putranya.

Zaki tertawa dan melirik ke belakang, "Rambut Zaki belum rapih Pi," balas Zaki.

"Dari tadi juga udah rapih Bang, orang kamunya aja yang pengen terlihat ganteng di depan calon menantu," ungkap Arfa dengan senyuman khasnya.

Zaki hanya membalas perkataan Maminya itu dengan senyuman. Saat ini jantungnya terasa berkeliaran. Padahal tadi baik-baik saja, mungkin karena perjalanan menuju rumah Nadia sudah dekat.

"Huft," Zaki menghela nafas menetralkan rasa gugupnya.

"Tenang Bang. Lu jangan sampai pingsan di sana,"

"Semprul!"

🕊️🕊️🕊️

Nadia merapikan letak jilbabnya yang sudah di hias oleh Afifah dan Zhafira. Wajahnya yang jarang memakai make up kini sudah dihiasi oleh make up.

Zaki sudah menyiapkan MUA untuk menghias Nadia, namun Nadia menolak karena tak ingin berlebihan. Dan juga ada Afifah dan Zhafira yang siap membuat Nadia semakin menjadi cantik.

Di bawah sana sudah ramai, keluarga dari Ibu dan almarhum Ayahnya juga ikut membantu persiapan lamaran ini. Rumahnya sudah di hias dengan indah, terlihat berbeda.

Afifah sibuk berfoto dengan Nadin. Nadin ikut sibuk ingin di dandan, sedangkan Naura hanya sedikit polesan make up yang di bantu oleh Zhafira.

Zhafira membantu Nadia merapikan dirinya, Zhafira tersenyum karena melihat Nadia begitu cantik. Aura pengantin dari wajah Nadia terlihat jelas.

Takdir Cinta Nadia [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang