11. Pendekatan

28 5 0
                                    

"Jika ingin mendekati ciptaannya, maka dekati dulu penciptanya. Karena tanpa Dia yang menciptakan, tak akan ada kehidupan."

-Takdir Cinta Nadia

🕊️🕊️🕊️

Percikan air yang turun dari langit menimbulkan sensasi dingin yang menjalar di dalam tubuh. Udara dingin yang berhembus, ditemani oleh awan yang mulai menghitam. Pemandangan yang terlihat indah dilihat jika seseorang menyukai hujan.

Di ruangan kelas bahasa, para mahasiswa dan mahasiswi masih sibuk dengan mengerjakan tugas yang entah kapan akan berakhir. Padahal hari masih siang, namun rasanya sudah seperti sore, karena hujan yang datang tiba-tiba.

Nadia yang tengah membaca buku untuk di presentasikan terganggu, karena ulah temannya yang berisik. Dosen sedang tidak ada, namun tugas tetap di berikan.

Hembusan nafas terdengar dari mulut Nadia, jika terus di teruskan membaca, kosentrasinya akan buyar. Nadia berdiri lalu mengambil tas miliknya. Jadwal kuliahnya sudah selesai, dan Nadia lebih memilih untuk pergi ke kantin saja, perutnya keroncongan karena belum diisi oleh makanan.

"Fifah mau ke kantin nggak?" tanya Nadia kepada Afifah yang sedang sibuk menonton youtube Jurnalrisa. Konten horor kesukaan Afifah.

Afifah melirik, "Iya hayu." Afifah berdiri dengan mengambil tas, lalu menyimpan handphonenya ke dalam tas.

Afifah melotot saat akan pergi dari kelas, ada Bian, lelaki yang terus menerus mengejar dirinya. Nadia yang melihat arah bola mata Afifah tertuju kemana ia tersenyum.

"Calon suami udah nunggu tuh," ledek Nadia dengan menutup mulutnya menahan tawa.

"Amit-amit!"

"Ini gimana dek, ko dedek manis le, Aa jatuh cinta terngiang ngiange. Aa jadi gimana-gimana gitu ya de, Aa masih kuliah pengen halalin adek," Bian bernyanyi dengan mengeluarkan senyuman alanya yang terlihat manis.

Afifah bergedik ngeri dan langsung menyeret Nadia untuk segera pergi. "Dosa apa gue ya Allah, ketemu orang kaya dia," rutuk Afifah setelah dirinya jauh dari Bian.

"Alesan, ngomong aja seneng gitu di nyanyiin sama ayang Bian," celetuk Nadia hingga membuat Afifah kesal.

"Serah,"

Nadia tertawa karena melihat Afifah yang dalam mode ngambek. "Idih ngambek, hahaha!"

"Gatau nggak denger!"

"Udah ah lebay. Hayu ke kantin laper," ajak Nadia.

Saat akan melangkah, sesuatu menubruk badan Nadia hingga membuat Nadia nyaris terjatuh. Untung saja ada Afifah yang sigap membantu Nadia.

"Kalau jalan itu liat-liat dong!" kesal Afifah. Padahal yang nyaris terjatuh Nadia, tapi Afifah lah yang sewot.

"Maaf mbak," ucap seseorang yang juga terkejut karena dirinya tidak melihat lihat saat akan jalan.

"Maaf-maaf," ungkap Afifah kesal.

"Fifah udah ah, lagian aku juga nggak papa," kata Nadia dengan tersenyum.

Takdir Cinta Nadia [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang