8. Terimakasih

37 5 0
                                    

"Terimakasih telah mencintai, lantas pergi tanpa kata pamit yang pasti."

-Takdir Cinta Nadia

🕊️🕊️🕊️

"Kau yang memulai dan kau yang harus bertanggung jawab!"

"Jangan maen-maen!"

Gelak tawa terdengar di lorong kampus membuat sebagian mahasiswa yang lalu lalang menatap aneh sekumpulan perempuan yang otaknya mulai tergesrek.

Tatapan mata yang tadinya menatap aneh kini berganti menjadi tatapan ngeri. Karena ulah Afifah yang membawa ular mainan seperti terlihat asli membuat para mahasiswi ketakutan.

Entah apalagi yang terdapat di dalam pikiran Afifah, dirinya membawa ular mainan yang cukup besar untuk menakut nakuti para perempuan yang di anggapnya jamet. Dasar Afifah berdosa banget.

"Fah itu ceweknya!" seru Zhafira menunjuk para segerombolan perempuan yang memakai baju kurang bahan.

Afifah mengangguk lantas berjalan dengan menyembunyikan ular yang ia bawa. Dengan senyuman yang so manis Afifah menemui para perempuan berbaju pendek itu.

Tatapan Afifah tertuju kepada ketua geng yang bernama Alika. Bukan malika kedelai hitam yang dirawat seperti anak sendiri.

Afifah bersiap untuk melempar ular itu dan juga akan lari setelah berhasil mengerjai. "Satu, dua, tiga." Afifah melempar ular-ularan itu dan segera berlari dengan sekencang kencangnya.

"Aaaaa!" teriak Alika yang terkejut akan kedatangan ular yang menjijikkan baginya.

Ular-ularan itu tepat mengenai pundak Alika lantas membuat Alika panik hingga melemparkannya kepada temannya.

"Wahhhh!" temannya yang lain ikut berteriak dan berjingkat-jingkat.

"Amjir Mama tolong gue!"

Alika yang melihat postur tubuh mirip dengan Afifah musuh bebuyutannya. "AFIFAH SINI LO!" jerit Alika.

Afifah yang melihat kegaduhan itu tertawa dan lantas menarik tangan Zhafira dan Nadia. Nadia yang tengah duduk memakan donat terkejut karena tangannya di tarik secara tiba-tiba oleh Afifah.

"Ih Fifah!" kesal Nadia karena acara makannya di ganggu.

Afifah berlari dengan menarik Nadia dan Zhafira karena dirinya ketahuan menjahiji Alika and the geng hingga di kejar-kejar.

Keringat bercucuran di dahi Nadia, Afifah, dan Zhafira. Mereka ngos-ngos san dan membuat para mahasiswa melihat mereka dengan aneh karena berlari-lari di area kampus.

"Afifah kamu berdosa banget!" gerutu Nadia.

Zhafira tertawa dengan memukul lengan Afifah. Mereka tengah bersembunyi di kamar mandi ujung yang jarang di kunjungi. Ruangannya sudah jarang terpakai dan di penuhi oleh sarang laba-laba dan berdebu.

"Fah kamu gaada kerjaan banget yaampun, mana lagi nanti berhadapan sama Malika and the geng. Aku nggak urusan ya Fah," kata Nadia.

Takdir Cinta Nadia [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang