14. Menyatakan Atau Bungkam?

31 4 0
                                    

"Sebenarnya, jika kamu memang benar-benar ingin memperjuangkan seseorang. Maka lebih baik nyatakan dengan keseriusan, takutnya kamu menyesal dan malah jadi tamu undangan. Kan menyakitkan."

-Takdir Cinta Nadia

🕊️🕊️🕊️

Teruntuk kamu yang sedang berjuang untuk melupakan, semangat ya. Semoga luka yang bersarang di hatimu lekas pulih. Akan ada kejutan di masa depan nanti, saat kamu sudah bangkit dari patah hati.

Jangan terlalu terpuruk akan sebuah masa lalu, lihatlah sebuah pintu yang menuju ke masa depan yang baru. Percuma jika kamu terus menetap di lubang bernama kecewa, yang ada hatimu akan lebih terluka.

Jika dia memang sudah pergi, biarkan dia pergi. Yang mencintaimu tak akan pernah meninggalkanmu. Jika dia meninggalkanmu, maka dia tidak mencintaimu. Dia tidak serius mencintaimu, dia hanya main-main lalu pergi dengan harapan yang mengguncang hatimu. Yang benar-benar mencintai, pastinya tidak akan pernah tega untuk menyakiti.

Kamu trauma dengan masalah cinta bukan? Menutup hati bukanlah solusi yang terbaik. Kamu tidak boleh melarang seseorang yang akan masuk ke dalam hatimu, biarkan dia masuk, namun jika dia tidak kuat atau dia tidak bisa menerima segala kekurangan yang ada pada dirimu, biarkan juga dia pergi.

Solusi yang terbaik adalah dengan cara membiarkan orang yang mencintaimu tau segala sifat buruk dan baikmu. Jika dia mampu bertahan, maka pertahankan, namun jika dia sudah menyerah di tengah jalan, maka lepaskan. Mungkin dia bukan yang terbaik untukmu.

Orang yang tepat akan datang di waktu yang cepat. Tak perlu risau memikirkan masalah jodoh, karena semua sudah ada yang mengatur. Fokuslah menata masa depan, agar bisa sukses dan membayar cemoohan yang pernah orang-orang katakan.

Biarkan luka yang kemarin pulih dengan sendirinya. Jangan memaksa mencari pengganti di saat hati belum bisa menerima kepergiannya. Luka akan sembuh dengan sendirinya, jika dipaksa masuk, yang ada malah rusak. Kasian hatimu, lagi-lagi dibuat terluka karena ulahmu.

Terlalu dalam mencintai seseorang yang seperti inilah akibatnya, tak rela saat dia pergi dan telah menemukan pengganti. Seharusnya mencintai seseorang yang belum tentu menjadi milik kita ya cintai saja dengan sewajarnya. Takutnya kamu malah di mainin.

"Woy ngelamun terus!" Gebrakan tangan seseorang di pundak Nadia mengagetkannya yang tengah duduk entah memikirkan apa.

"Fifah ngagetin aja," rutuk Nadia. Afifah datang-datang dan merusak acara lamunan Nadia.

"Ya makanya jan ngelamun mulu. Ngelamunin apaan sih Nad?" tanya Afifah kepo.

Saat ini mereka tengah berada di kebun teh milik Bu Rumi. Zhafira, Zaki, dan Bian tengah memetik strawberry. Afifah yang tadinya ikut memetik strawberry menyusul Nadia yang katanya ingin duduk sebentar.

"Nggak ada," balas Nadia dengan memalingkan wajahnya.

"Alah alesan! Palingan kamu mimpiin jadi ratu di hatinya Zaki kan, ayo ngaku!" tuduh Afifah dengan mengangkat-angkat alisnya. Percis seperti kebiasaan Bian. Jangan-jangan jodoh.

"Ngawur!"

"Nadia, Afifah ayo sini!" teriak Zhafira yang membawa keranjang berisi buah berwarna merah itu. Pusing kepala Zhafira sudah hilang karena melihat pemandangan anak-anak tadi katanya.

Takdir Cinta Nadia [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang