20. Menepi

21 4 0
                                    

"Setidaknya aku bisa menepi dari hatimu meskipun nyatanya itu sulit bagiku."

-Takdir Cinta Nadia

🕊️🕊️🕊️

Sakit. Kecewa. Marah. Terluka. Itulah yang Nadia rasakan sekarang. Kisah percintaannya mengapa begitu rumit. Mengapa tak bisa sebentar saja Nadia merasakan bahagianya merasakan cinta? Mengapa harus terus terluka.

Padahal Nadia hanya minta ia ingin dicintai sepenuh hati oleh orang yang benar-benar mencintainya. Nadia akan terus bersama dengan orang yang menginginkannya. Nadia akan bertahan dengan orang yang ingin mempertahankannya.

Jika saja Allah berikan dia kebahagian tentang percintaannya, mungkin saat ini Nadia tidak akan terluka hingga separah ini. Sudah terlanjur dalam luka yang berada dalam hati Nadia.

Lagi-lagi kesakitan terus saja menemuinya. Nadia ingin menepi walaupun hanya sebentar, ia ingin menjelajahi dunia luar tanpa rasa sakitnya cinta.

Air mata masih terus mengalir dari pipi Nadia. Tatapannya kosong, namun Nadia masih tetap bisa tegar. Nadia malu jika harus menangis terisak-isak di hadapan Afifah dan Zhafira.

Afifah dan Zhafira mengejar Nadia, lalu Afifah berusaha menenangkan Nadia dan mengajaknya ke dalam mobil untuk pulang. Tidak akan baik jika terus di lanjutkan.

"Nad udah ya," Afifah mengelus puncak kepala Nadia. Mencoba menenangkan Nadia yang mulai terisak.

Zhafira juga bingung ia harus melakukan apa. Zhafira tau, sulitnya Nadia melupakan Asraf. Zhafira dan Afifah lah saksi atas besarnya cinta Nadia dan Asraf. Namun mereka tak berjodoh, hingga membuat Nadia susah untuk melupakan Asraf.

"Udah Nad kamu nggak usah mikirin orang yang udah nggak penting lagi di hidup kamu," ucap Zhafira.

Nadia semakin terisak dan tergugu. Nafasnya tak beraturan, matanya sudah memerah dan wajahnya terlihat sendu. Bagi siapa pun yang melihatnya, pasti akan merasa iba.

"Aku udah mencoba untuk melupakan, ta--tapi percuma jika dia kembali dengan membawa harapan yang nggak akan jadi kenyataan," ucap Nadia dengan terisak, "apalagi dia sudah berke--lu--ar--ga hiks,"

Afifah dan Zhafira memeluk Nadia dengan erat. Afifah dan Zhafira tak kuasa menahan air matanya. Mereka ikut menangis bersama Nadia. Mereka juga merasakan sakit seperti yang di alami oleh Nadia.

"Kamu tenang Nad, kita akan selalu ada buat kamu," ucap Afifah menenangkan.

Zhafira menghapus air matanya, "Kita akan bantu kamu untuk melupakan dia, dan mencoba membantu kamu untuk membuka hati lagi,"

Nadia tersenyum dan memeluk Afifah dan Zhafira, "Terimakasih selalu ada, terimakasih untuk semuanya,"

🕊️🕊️🕊️

"Mereka siapa?"

Pertanyaan dari Talitha di hiraukan oleh Asraf. Sejak pertemuannya dengan Nadia tadi Asraf menjadi lebih diam dan angkuh.

Bayangan Nadia yang selalu tersenyum kepadanya kembali teringat. Mengapa ia dan Nadia di pertemukan lagi dengan keadaan yang tidak memihak.

Asraf masih mencintai Nadia, namun Asraf meragukannya. Jika memang benar dirinya mencintai Nadia, ia akan terus berjuang bersama dengan Nadia. Atau bahkan kembali demi mendapatkan cinta Nadia saat pernikahannya batal.

Kemana saja Asraf selama dua tahun ini. Dirinya hanya sibuk bekerja, tanpa memikirkan perasaan orang yang pernah ia tinggalkan. Terkesan jahat jika Asraf kembali lagi, dan membukakan pintu bernama sakit hati.

Takdir Cinta Nadia [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang