13. Kebersamaan

27 5 0
                                    

"Ketika kamu melewati kebersamaan dengan orang yang kamu cintai, maka kamu beruntung karena telah melewati hari-hari bersama dengannya."

-Takdir Cinta Nadia

Jangan lupa di play musiknya😺

🕊️🕊️🕊️


Ku hampiri jalan yang kita lewati
Setiap hari kita disini
Ku menanti hadirmu tuk kembali
Hanya kenangan yang tersisa disini
Namun skarang kau tlah pergi dan ku yakini kau takan kembali

Mungkin hari ini
Hari esok atau nanti
Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini
Mungkin hari ini
Hari esok atau nanti
Tak lagi saling menyapa
Meski ku masih harapkan muu

Ku menanti hadir mu tuk kembali
Hanya kenangan yang tersisa disini
Sekarang kau tlah pergi
Dan ku yakini kau takkan kembali

Mungkin hari ini
Hari esok atau nanti
Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini
Mungkin hari ini
Hari esok atau nanti
Tak lagi saling menyapa
Meski ku masih harapkan mu

Sesungguhnya hatiku
Tak sanggup menerima
Dan lupakan segalanya

Mungkin hari ini
Hari esok atau nanti
Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini
Mungkin hari ini
Hari esok atau nanti
Tak lagi saling menyapa

Meski ku masih harapkan mu
Meski ku masih harapkan muuu
Houu
Ku relakan mu

Alunan lagu milik penyanyi muda Aneth mengalun di dalam mobil yang di kendarai oleh Zaki. Suara lagi yang menyentuh sampai kalbu, terasa sampai membuat baper.

Mulut Nadia ikut menyanyi kecil dengan penuh penghayatan, sebentar lagi dirinya dan yang lain akan sampai di tempat tujuan. Shubuh tadi menepi sejenak untuk melaksanakan sholat subuh sekalian beristirahat sebentar.

Zaki yang masih kuat mengendarai tak mengizinkan Bian untuk mengganti dirinya menyetir, karena Zaki takut jika Bian masih mengantuk dan malah merepotkan.

"Mungkin hari ini, hari esok atau nanti," Nadia menyanyi dengan suara yang nyaris tak terdengar.

Zaki yang melihat Nadia bernyanyi malu-malu tersenyum. Setelah subuh Nadia tak lagi tertidur seperti yang lainnya. Katanya ingin menemani Zaki dan ia sudah tak mengantuk.

Bian melirik Zaki yang tersenyum dengan pandangan melirik ke arah kaca. "Yaelah lirik-lirik mulu," ledek Bian.

Zaki menyentil hidung Bian yang terus saja berbicara sembarangan. "Mulutmu!"

Bian tertawa. "Anjir hidung gue yang mancung ternodai," kesal Bian karena hidungnya yang katanya mancung di Sentul oleh Zaki.

"Mancung dari mana, yang ada banyak komedo. Buahahaha," Zaki tertawa lepas.

"Solimih lu Zak!"

Nadia tersenyum melihat adegan peperangan kecil antara dua sahabat itu. Dirinya suka mengingat jika ulah dirinya, Zhafira, dan Afifah pasti seperti itu.

"Alhamdullilah udah nyampe," ucap Zaki menepikan mobilnya di daerah kawasan gedung yayasan yang terlihat.

"Eh iya ayo," Nadia mengambil tas serta barang-barang miliknya.

Afifah yang baru saja bangun karena tertidur lagi setelah sholat subuh. "Udah nyampe?" tanya Afifah dengan mengucek matanya.

Nadia mengangguk dan membangunkan Zhafira. Kondisi Zhafira sedikit kurang sehat, karena Zhafira terlalu lelah mengerjakan tugasnya yang lebih banyak dari Nadia.

Takdir Cinta Nadia [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang