Side Story 11 : Kebahagiaan

194 45 24

(1)

Di dalam ruangan, An Ran yang berusia enam tahun sedang menggambar, sedangkan An Yi dan An Le yang berusia empat tahun sedang menonton kartun. An Yize sedang duduk di sofa membaca buku dan Su Jian berbaring di kaki An Yize saat menggunakan teleponnya.

Saat membaca berita itu, Su Jian melihat sebuah artikel tentang rasio gender yang tidak seimbang di Tiongkok. Dalam beberapa tahun, akan ada 30 juta sarjana. Su Jian menyodok An Yize dan menunjukkan berita itu kepadanya. "Lihatlah betapa beruntungnya kamu!"

An Yize tersenyum dan berkata, "Ya."

Su Jian sangat puas dengan jawabannya. Tapi, dia mulai merasa khawatir. Melihat kedua putranya yang bermain di samping, dia menghela nafas, "Di masa depan, wanita akan menjadi semakin berharga. Akan semakin sulit untuk mendapatkan seorang istri. "

Mengikuti garis pandang Su Jian, An Yize memandang ke atas. "Kita tidak perlu khawatir tentang anak-anak kita."

"Itu berlaku untuk putra tertua kita. Meskipun Xiao Yi baru berusia 4 tahun, kemampuan matematikanya sudah melebihi siswa kelas 3 SD. Tapi, "Su Jian melanjutkan dengan cemas," Le Le bahkan tidak bisa menghitung dengan benar, kehilangan jejak setelah 20. Putra bungsu kita sangat padat, bagaimana kalau ia tidak bisa menemukan seorang istri di masa depan? "

An Le yang baru saja selesai menonton satu episode kartun itu kebetulan mendengar apa yang dikatakan Su Jian. Dia berlari dan bertanya, "Bu, apa itu istri?"

Su Jian menjelaskan, "Seseorang yang akan tinggal bersamamu di masa depan."

Karena tidak bisa mengerti, An Le bertanya, "Ayah, Ibu, Kakak, dan Kakak perempuan tidak akan tinggal bersamaku?"

"Begitu kamu punya istri, Le Le akan tinggal bersama istrimu." Setelah menjelaskan, Su Jian tiba-tiba merasa ingin menggoda putra bungsunya. "Le Le, lihat dirimu. Kamu bahkan tidak bisa menghitung sampai lima belas. Orang yang tidak bisa menghitung sampai lima belas tidak akan memiliki istri di masa depan! "

An Le bertanya, "Apa Kakak akan memilikinya?"

Su Jian mengangguk, "Tentu saja. Kakakmu bisa menghitung sampai seribu. "

An Le berpikir sejenak dan berkata dengan suara kecil, "Kalau begitu, aku akan meminjam istri kakak di masa depan."

(pffftt..... XD)

"......" Su Jian hampir tersedak. "Tidak, seorang istri tidak bisa dipinjam."

An Le bertanya dengan bingung, "Lalu apa yang harus kulakukan?"

Su Jian sangat terhibur dengan ekspresi An Le yang padat. Dia mencoba yang terbaik untuk tidak menunjukkannya di wajahnya saat dia menghela nafas, "Ya. Kakak akan memiliki istri tapi Le Le tidak akan memilikinya. Apa yang harus kita lakukan?"

An Le mulai merasa takut. Berpikir sejenak, dia berlari ke sisi An Yi dan berkata, "Kakakku, bisakah aku menjadi istrimu di masa depan?"

(Astatank! Sekarang aku mikir yg engga2 apalagi abis baca cerita LuoZhang XD)

Su Jian tercengang, "Bukankah orang biasanya akan mengatakan 'Bisakah kamu menjadi istriku'!"

An Yize menghela nafas, "Jian Jian, masalahmu juga aneh."

Di sisi lain, An Yi memegangi tangan adiknya. Dia mengangguk dengan serius dan berkata, "Oke."

(JIWA FUJOSHIKU MEMBARA BAGAIMANA INI???!!!!)

Su Jian, "......"

An Ran membawa gambar yang sudah selesai ia gambar. Melewati kedua adik lelakinya, dia berkata dengan ringan, "Bodoh, seorang istri haruslah perempuan."

Reborn As My Love Rival's Wife ✔Baca cerita ini secara GRATIS!