Chapter 64

266 56 7

Chapter 64 - Jangan Marah, Jangan Marah! Cintaku Untukmu Bisa Diuji Dari Surga dan Bumi, Kau Harus Percaya padaku!

Su Jian tidak berharap episode seperti itu muncul.

Setelah menutup telepon, Su Jian berkonsultasi dengan Yan Ziwei tentang masalah keluarga saudari Su. Yan Ziwei bertanya, "Xiao Jian, apa kau tidak berniat untuk memberitahu bibi kalau kau sudah kehilangan ingatanmu?"

Su Jian menjawab dengan ragu-ragu, "Kurasa aku tidak harus memberitahunya untuk saat ini. Bagaimanapun, dia ... ibuku masih sakit. "

Yan Ziwei memberi tahu Su Jian tentang situasi keluarganya dan juga kepribadian ibu Su. Su Jian memperhatikan detailnya dengan tenang. Mungkin dia terlalu serius memperhatikannya, tapi dia benar-benar memimpikannya malam itu.

Dalam mimpinya, ia membawa An Yize pulang. Tapi, dia tidak membawa An Yize ke rumah saudari Su, tapi ke rumahnya sendiri.

Ayah, ibu, dan saudara lelakinya semua menunggu di rumah. Adapun dia, Su Jian berpakaian seperti pria, tampak bermartabat.

(Kyaaaa versi BL!!!)

Pria itu memegang tangan An Yize saat mereka diam-diam mendekati orang tuanya. Lali, mereka berlutut di lantai. "Ayah, ibu, putramu sudah mengecewakan kalian berdua! Putramu menemui kalian berdua sebagai istri lelaki! "

Ayah Su gemetar karena marah. "Kau anak yang tidak berbakti!" Setelah mengatakan itu, dia mengangkat kursinya untuk memukul Su Jian.

Su Jian menundukkan kepalanya dan bersiap-siap untuk serangan itu. Tapi, dia tidak mengharapkan An Yize untuk melemparkan tubuhnya ke atas tubuhnya, berseru, "Jangan sakiti Jian Jian!"

Ayah Su berteriak dengan marah, "Keluar! Keluarga kami tidak menyambut orang murah sepertimu yang menggoda putra kami! "

"Paman, tolong biarkan aku dan Jian Jian bersama-sama!" Wajah Yize penuh dengan kepahitan. "Aku ... aku sudah membawa darahku dan darah Jian Jian ..."

(Maksudnya??)

Saat Su Jian menggosok giginya keesokan paginya, dia mengingat mimpi aneh yang dia alami semalam. Su Jian sangat terkejut sehingga dia menelan obat kumur. Berpisah dengan Yan Ziwei, saat dia sampai di rumah dan melihat An Yize, Su Jian melirik ke perut An Yize tanpa sadar.

Su Jian tidak bisa tidak merasa terkejut saat dia melihat bahwa An Yize telah tinggal di rumah alih-alih pergi ke kantor. Sebaliknya, saat An Yize melihatnya, reaksinya sama seperti biasanya. Reaksinya sangat alami, seolah-olah dia tidak menghindari Su Jian selama beberapa hari terakhir tapi benar-benar bekerja lembur. Su Jian tidak punya keinginan untuk meningkatkan kecanggungan di antara mereka berdua. Jadi, dia mencoba yang terbaik untuk bertindak alami seperti pada hari-hari sebelumnya, memperlakukan An Yize murni sebagai teman.

Su Jian: "Kau kembali?"

An Yize: "En."

Su Jian: "Apa kau sudah makan?"

An Yize: "En."

Su Jian: "Tidak bisakah kau mengubah balasanmu?"

An Yize: "Sudahkah kamu makan?"

Su Jian: "......"

Pada malam hari, An Yize terus tidur di ruang belajar. Su Jian sudah terbiasa menceritakan masalahnya saat mereka berbaring di tempat tidur pada malam hari. Tapi, kali ini, dia tidak terbiasa lagi. Dia hanya bisa berlari ke ruang belajar.

Yize saat ini menggunakan komputer. Melihat Su Jian masuk, dia menatapnya.

Su Jian berusaha bersikap wajar saat dia berjalan masuk. Saat dia melihat kalau komputer An Yize saat ini sedang memutar film yang menegangkan, dia berkata, "Oh, kau juga menonton film ini! Aku juga suka ini! Penutupannya sangat klasik! Pada saat itu, aku tidak pernah menyangka kalau pria kulit putih ini sebenarnya adalah bos besar yang tersembunyi! "

Reborn As My Love Rival's Wife ✔Baca cerita ini secara GRATIS!