Chapter 71

259 51 24

Chapter 71 - Pria Yang Akan Bersamaku Selama Paruh Kedua Hidupku Hanya Akan Menjadi Suamiku Dan Tidak Ada Yang Lain


Lu Chenghe tidak siap, jadi dia dipukuli tanpa ada waktu untuk bereaksi. Setelah dia menyadari apa yang sedang terjadi, dia mengangkat tangannya untuk menghalangi pukulan dan terlihat kurang menyedihkan. Tapi, meskipun tubuhnya tidak bisa dianggap lemah, dia tidak berdaya melawan Ling Si yang tinggi dan besar. Sebagai tambahan, Ling Si masih berada di usia pemuda berdarah panas dan ceroboh. Melihat kalau orang yang disukainya sedang diintimidasi, mata Ling Si memerah. Adapun Lu Chenghe yang menerima banyak serangan, ia masih ingin memukuli orang di atasnya. Oleh karena itu, Lu Chenghe mencoba yang terbaik untuk memblokir, tapi ia masih ditekan oleh keuletan seperti banteng Ling Si.

(haha gud jop banteng-kun!)

Di sela-sela, Su Jian diam-diam mendukung Ling Si. Tapi, dia berakting seolah dia berusaha menghentikan mereka dari perkelahian. "Hei, Ling Si, berhentilah bertarung! Hentikan tindakanmu! Dengarkan aku! Kalau kau bertarung, kau bukan anak yang baik! "Meskipun kata-katanya penuh dengan keadilan, tindakannya terlalu anggun. Dia bahkan tidak mencoba untuk memisahkan mereka, hanya berpura-pura cemas di tempat dia berdiri.

Saat Su Jian merasa kalau dia sudah cukup menonton, dia akhirnya naik untuk menahan Ling Si. "Ling Si, berhenti! Dengarkan aku! Berhenti berkelahi! "

Ling Si juga menerima sejumlah pukulan. Untungnya, wajahnya bebas dari cedera. Dia berbalik saat dia terengah-engah, menatap Su Jian dengan mata merah. "Guru, dia menggertakmu!" Dalam hatinya, Su Jian adalah orang yang sudah menikah. Tapi, dia ditekan oleh pria tak dikenal dan dipaksa untuk dicium. Pikiran kalau itu mungkin Su Jian yang berselingkuh tidak muncul di benaknya. Pikiran pertamanya adalah: Orang jahat menindas gurunya! Karena itu, darah mengalir deras ke kepalanya saat dia segera berlari!

(good boy, ayok beli eskrim sama akak!)

Su Jian menjawab, "En, terima kasih. Apa kau terluka? "Setelah selesai berbicara, dia memperhatikan Ling Si dengan cermat. Apa pun yang terjadi, dia memanfaatkan Ling Si untuk melampiaskan kemarahannya pada Lu Chenghe. Ling Si adalah muridnya. Kalau Ling Si terluka, dia akan merasa sangat bersalah.

Sebuah blush cepat menyebar di wajah Ling Si. Pria besar yang sama ganasnya dengan macan tutul beberapa saat yang lalu menjadi pemalu dengan segera. "Tidak, aku tidak. Guru, aku baik-baik saja! "

(aiguu~~ bodi sekuriti hati helokiti ini mah :v)

Su Jian menjawab, "Benarkah? Jangan berbohong padaku. "

Ling Si menatapnya dengan wajah merah, matanya bersinar cerah. "Tidak, aku tidak berbohong padamu."

Su Jian akhirnya santai. Berbalik, Su Jian melihat Lu Chenghe yang wajahnya memar dan tertawa secara internal. Tapi, dia tampak khawatir di permukaan. "Tuan Lu, kamu baik-baik saja? "

Wajah Lu Chenghe suram dan dia tidak menjawab.

Wajah Su Jian tampak minta maaf. "Maaf, muridku belum dewasa. Tapi, itu karena dia mengira kalau aku sedang diganggu, itu sebabnya dia ...... Karena dia masih muda, dia lebih impulsif dan ceroboh. Tuan Lu berwawasan luas, bisakah kamu memaafkannya? "Setelah mengatakan itu, ia meraih lengan Ling Si. "Cepat, minta maaf kepada Tuan Lu segera."

Mengingat adegan kalau pria ini ingin mencium Su Jian di mana dia menekan Su Jian di dinding, mata Ling Si dipenuhi dengan kekeras kepalaan dan tidak memiliki keinginan untuk meminta maaf. Tapi, saat dia berbalik dan melihat Su Jian menatapnya dengan sedih, dia hanya bisa berkata dengan kaku, "Maafkan aku!"

Melihat kalau Lu Chenghe masih tidak berbicara, Su Jian menyuarakan, "Tuan Lu? "

Lu Chenghe akhirnya berkata dengan suara yang dalam, "Aku tidak akan bersikap kalkulatif dengan seorang anak lelaki. Jian Jian, bagaimana kalau kamu menemaniku ke rumah sakit untuk memeriksanya? "

Reborn As My Love Rival's Wife ✔Baca cerita ini secara GRATIS!