Chapter 31

243 44 20

Chapter 31 - Kejam! Ini terlalu kejam!

An Yize membawa Su Jian ke dalam mobil dan membantunya memasang sabuk pengamannya sebelum bertanya, "Apa yang ingin kamu makan?"

Su Jian berpikir sebentar dan lalu berkata dengan penuh semangat, "Aku ingin makan Masakan Sichuan [1]!"

[1] Masakan Sichuan - Masakan Cina yang berasal dari Sichuan yang pedas dan memiliki bau yang menyengat

An Yize mengerutkan alisnya. Awalnya, dia ingin menolak gagasan itu. Tapi, melihat ekspresi Su Jian yang penuh harapan, hatinya melunak. Setelah merenung sejenak, dia memanggil dokter keluarganya dan bertanya, "Qingyuan, bisakah Jian Jian makan makanan pedas dengan kondisinya saat ini?"

Su Jian tertekan. Tapi, dia langsung senang setelah mendengar Zhang Qingyuan mengatakan kalau dia bisa makan dalam jumlah sedang.

An Yize meletakkan ponselnya dan melihat Su Jian menatapnya dengan mata yang cerah. Sudut bibirnya meringkuk. Dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya: "Qingyuan bilang kamu bisa makan dalam jumlah sedang, tapi itu tidak bisa terlalu pedas."

Su Jian mengabaikan bagian terakhir dan berkata dengan gembira, "Lalu, aku ingin makan daging rebus! Akj juga ingin ikan kukus! Oh iya, aku ingin makan Mao Xue Wang [2] juga! "

[2] Mao Xue Wang - Masakan Sichuan populer yang dibuat oleh babat, dadih darah bebek, ham dan ayam rempela

Setengah dari mereka adalah hidangan pedas ... Yize merasa tidak berdaya, tapi setelah melihat wajah Su Jian penuh kerinduan, dia tidak tahan untuk menolak. Dia hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil berkata, "Baiklah."

Su Jian bertanya dengan riang, "Ke mana kita akan pergi?"

An Yize memegang kemudi dan berkata, "Aku tahu restoran Masakan Sichuan. Meskipun restorannya tidak besar, tapi rasanya sangat otentik."

Setelah mereka mencapai tujuan mereka, An Yize turun dari mobil dan pergi ke arah Su Jian untuk membantunya.

Su Jian mengangkat kepalanya untuk melihat tanda toko. "Sini?"

Mengangguk, An Yize berkata, "Bisnis di sini cukup bagus. Akan ada cukup banyak orang di sini, jadi berhati-hatilah. "

Setelah memasuki restoran, An Yize ingin memakai ruang pribadi tapi Su Jian bersikeras duduk di kursi konter. Su Jian merasa kalau sudah terlalu lama sejak terakhir dia melihat begitu banyak orang dan dia ingin mengalami berada di kerumunan.

Tanpa pilihan, An Yize hanya bisa memilih tempat yang relatif sepi di dekat jendela. Su Jian duduk kebalikan dari An Yize dan meminta pelayan untuk memberikan menunya. Melirik An Yize, dia bertanya, "Kukira aku akan memesan sekarang?"

Dengan matanya yang membentuk jejak senyuman, An Yize berkata, "Oke."

Su Jian merasa luar biasa. Dia dengan berani memesan banyak makanan yang ingin dia makan. Yize tidak menghentikannya juga. Dia membantu Su Jian menuangkan secangkir air dan meletakkannya di depannya.

Tapi saat Su Jian pergi untuk mencuci tangannya, An Yize mengambil kesempatan untuk memberitahu pelayan supaya tidak memasukkan terlalu banyak cabe ke piring mereka.

Piring tiba relatif cepat. Setelah tidurnya, Su Jian merasa sangat lapar. Setelah makan berat, Su Jian akhirnya merasa kalau tubuhnya puas.

An Yize meletakkan sumpitnya. Dia bertanya, "Apa kamu kenyang?"

Su Jian menepuk perutnya dan berkata, "Ini adalah jeda sekarang! Setelah istirahat, aku akan menerima tantangan lagi! "

An Yize: "......"

Reborn As My Love Rival's WifeBaca cerita ini secara GRATIS!