50

236K 8.5K 133
                                    

"Sudahlah kau tidur saja dilantai, aku dikasur." ucap Putra

"Hei, mana bisa begitu?! Seharusnya Lelaki lah yang mengalah!"

"Ini rumah keluargaku jadi kau harus mengalah!" balas Putra tidak mau kalah

"Tidak bisa begitu, Itu tidak adil! Kau yang seharusnya tidur dilantai!"

"Tidak mau!"

"Aku juga tidak mau tidur dilantai!"

"Kau harus mau!"

"Tidak mau!" kekeh Putri

"Harus mau!"

Putri lalu melirik kearah ranjang tidurnya yang besar itu. Buru-buru dirinya berjalan kearah ranjang dan langsung menghempaskan dirinya diatas ranjang begitu saja.

"Aku lebih dulu disini, itu artinya aku yang tidur disini." ujar Putri menang

"Mana bisa begitu?!"

"Tentu saja bisa, ini ranjang milikku!"

Putra tidak mau kalah dirinya lalu berjalan mendekat kearah ranjang dan mengambil alih bantal-bantal yang ada diatas ranjang.

"Oke kalau begitu bantal-bantal ini milikku," ujar Putra

Putri melongo dan bangkit dari posisinya. "Bantal itu milikku!"

"Tidak bisa! Ini sudah ditanganku,"

"Kembalikan cepat!" Pinta Putri

"Kemarilah jika kau mau bantal-bantal ini," ledek Putra

Putri merasa dirinya sedang ditantang oleh Putra. Langsung saja dirinya turun dari atas kasur dan berusaha mengejar Putra yang membawa bantal-bantalnya itu.

Saat Putri sudah turun dari atas ranjang, buru-buru Putra naik keatas ranjang dan langsung menghempaskan tubuhnya.

"Sekarang kasur ini milikku, karena aku yang menempatinya." ujar Putra

Putri melongo, dirinya merasa sudah dibodohi. Putra memang benar-benar licik.

Putri lalu naik keatas kasur dan melompat-lompat diatas kasur empuk tersebut agar Putra merasa tidak nyaman.

"Berhentilah!" kesal Putra karena Putri terus melompat-lompat diatas kasur dan membuatnya tidak bisa tidur.

"Aku tidak akan berhenti sampai kau yang mengalah," balas Putri

Putra hanya diam cuek dan berpura-pura memejamkan matanya seakan sedang tertidur pulas.

Putri yang melihat Putra memejamkan matanya merasa kesal. Dirinya lalu mengambil sebuah bantal dan memukul-mukul badan Putra dengan bantal agar Putra mau mengalah.

Putra lalu berdiri sambil berdecak kesal."Kenapa kau memukul ku?!" kesalnya

"Cepat turunlah! kasur ini milikku!"

"Tidak mau!"

"Tidak mau!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Putra, Putri, & Perjodohan [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang