24

214K 8.5K 32
                                    

Putra baru tiba disekolahnya, kakinya melangkah berjalan menuju ruang kelasnya. Namun, tak sengaja dirinya berpapasan dengan mantan kekasihnya itu. Putra menghentikan langkahnya dan menatap kearah Kate dilihatnya dia tampak kacau hari ini, penampilannya sedikit acak-acakan tidak seperti biasanya. Sepertinya dia tidak berdandan hari ini karena terlihat jelas sekali lingkaran hitam dibawah matanya serta matanya yang begitu sembab seperti habis menangis.

Apa dia menangis semalaman? Apa itu karena dirinya? Putra tidak tega jika memang benar begitu.

"Putra.." panggil Kate dengan nada lirih

Putra hanya diam tidak membalas. Sungguh dirinya tidak tega melihat penampilan Kate yang seperti ini.

Kate hendak memeluk tubuh Putra tetapi Putra menahannya.

"Maaf Kate," ucap Putra sambil menoleh sekeliling.

Banyak pasang mata yang melihat dirinya dan Kate saat ini. Putra membiarkan itu, karena identitas Kate sudah terkuak saat ini jadi dirinya tidak lagi perlu bersembunyi-sembunyi.

Kate menitikkan airmatanya saat Putra menolaknya. "Kau benar-benar serius memutuskan ku?"

Putra tidak menjawab, dirinya malah melanjutkan langkah kakinya menuju ruang kelas dan tidak memperdulikan Kate yang menangis. Para murid yang melihat hanya berbisik-bisik mengenai Kate saat ini.

Setibanya diruang kelas, Putra hendak berjalan menuju tempat duduknya tetapi dua temannya yang sudah tiba dikelas lebih dulu langsung menghampiri Putra yang baru saja tiba dikelas.

"Lo yakin sama keputusannya?" tanya Leonil. Dirinya sudah tau mengenai permasalahan yang dialami Putra saat ini, dimana Putra memutuskan hubungannya dengan Kate hanya karena sebuah perjodohan. Tetapi satu yang Leonil dan Reza tidak tahu, Mereka berdua tidak tahu siapa gadis yang akan dijodohkan dengannya itu.

"Please, jangan bahas itu dan tinggalkan gue sendiri." ucap Putra datar

"Lo emang brengsek ya!!" bentak Reza dan langsung meninju wajah Putra begitu saja, Otomatis Putra terdorong kebelakang dan terjatuh dilantai.

Putra yang mendapat serangan tiba-tiba itu tidak hanya tinggal diam, dirinya bangkit dari posisinya dan langsung membalas tinju tepat kewajah Reza.

"Maksudnya apa?!!" Putra balas membentak dengan kesal

Dada Reza naik turun seakan semua kekesalannya hari ini ingin ia keluarkan semua kepada Putra. Dia hendak membalas tinju lagi kepada Putra tetapi Leonil sudah mencegahnya duluan.

"Udah!! Stop Reza!!" omel Leonil sambil mencegah Reza yang terus memberontak hendak meninju wajah Putra lagi.

Para murid yang berada didalam kelas melihat kejadian adu tinju secara langsung itu segera berbondong-bondong keluar kelas karena takut terkena sesuatu. Ada beberapa murid yang menonton dari kaca luar kelas dan ada juga beberapa yang mengabadikan moment ini dengan ponselnya.

Rahang Putra mengeras karena kesal, tatapannya menatap tajam lurus kearah Reza. Kedua tangannya mengepal kuat, seakan belum puas ingin membalasnya.

"Lo jangan jadi pengecut dong!! Lo liat sendiri Kate jadi menderita karena lo!!!" ujar Reza sambil membentak

"Udah udah Za, lo dewasa dikit dong!" omel Leonil kepada Reza

"Yang harusnya dewasa dikit itu dia!!" tunjuk Reza kearah Putra

Putra hanya diam tidak membalas. Dirinya mengerti sekarang apa maksud dari Reza yang tiba-tiba menyerangnya begitu saja. Ya, dirinya memang benar-benar pengecut. Putra mengakui itu.

Pandangan Putra lalu menoleh sekeliling dan melihat para murid yang menonton.
"Awas kalo ada satu dari kalian yang share video barusan! Bakal berurusan sama gue!" ancam Putra sambil menunjuk kepada para murid yang menonton

Para murid pun segera memasukkan ponselnya kembali dan tidak jadi melanjutkan rekamannya. Jika sudah diancam seperti itu, murid disekolah ini tidak ada yang berani dengan dia karena segalanya bisa Putra lakukan.

Setelah mengatakan kata barusan Putra langsung berbalik dan melangkahkan kakinya keluar meninggalkan kelas. Leonil sedaritadi hanya menahan-nahan Reza untuk tidak lagi memukul Putra.

~~~

Putri yang baru saja tiba disekolahnya itu hanya mengerutkan dahinya bingung saat mendapati ramai-ramai murid berada didepan sebuah ruang kelas. Kepalanya sedaritadi celingak-celinguk untuk mencari tau sesuatu tetapi tidak dapat karena murid-murid didepannya ini menghalangi pandangannya.

Hingga kemudian para murid membuka sebuah jalan untuk seseorang lewat. Putri melihat bahwa para murid itu membukakan jalan untuk Putra keluar.

Putra menoleh kearah Putri, dirinya menyadari kehadiran gadis itu. Wajah polos gadis itu menatap dirinya dengan ekspressi yang tidak bisa dibaca.

Mereka saling menatap satu sama lain, Putri melihat bahwa diwajah Putra ada sedikit lebam, sepertinya para murid ramai disini karena baru saja ada adu tinju secara langsung. Dirinya sudah bisa menebak bahwa Putra ialah salah satunya yang terlibat.

Putra lalu mengalihkan pandangannya dan melanjutkan langkahnya keluar tanpa menghiraukan para murid yang berbisik-bisik membicarakan dirinya.

Saat Putra sudah berlalu pergi. Dengan rasa penasaran Putri bertanya kepada salah satu murid yang melihat kejadian barusan.

"Eh eh ada apa barusan?" tanya Putri penasaran kepada salah satu murid yang berdiri didekatnya

"Itu si Putra berantem sama Reza,"

"Reza?" tanya Putri ulang karena namanya tidak asing

"Iya itu tuh yang gak kalah gantengnya sama si Putra," tunjuk murid itu kearah Reza yang sedang duduk dibangku ruang kelas dengan Leonil disampingnya yang masih menenangkan Reza.

Putri mengangguk, Dirinya baru tahu jika pria itu bernama Reza. Dirinya hanya tahu wajahnya saja, dia sering bersama Putra jika saat disekolah. Reza termasuk cowok yang diidola-idolakan teman-temannya juga, karena dia ialah spesies cowok yang keren. Orangtuanya ialah seorang pengusaha di Italy dan itu sukses.

"Mereka kan berteman, lalu kenapa bertengkar?" tanya Putri lagi

"Gatau, denger-denger sih tadi si Reza bawa-bawa nama Kate."

Lagi-lagi Kate terlibat dalam masalah. Putri hanya mengangguk mengerti lalu kembali melangkahkan kakinya menuju ruang kelasnya.

.
.
.
TBC

Jangan lupa vote dan komentarnya ya😊
Maaf jika masih banyak typo😅

Putra, Putri, & Perjodohan [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang