28

205K 8K 19
                                    

Putri melihat bahwa pipi mulus ibunya itu basah, sepertinya dia sedang menangis. Putri tidak tega melihat itu. Sebenarnya apa yang terjadi saat ini? Putri tidak mengerti

"Kalian ingin bayar tagihannya atau kami ambil semua barang-barang berharga disini?!" ujar salah satu pria bertubuh besar dengan tatto penuh ditangan kanannya.

"Kami mohon beri waktu satu minggu lagi untuk membayarnya. Kami janji akan segera membayarnya!" ujar Tyo memohon

"Janji janji terus!! Kalian belum membayar uang sewa kios selama 3bulan! Bos sudah tidak sabar menunggunya!"

"Tiga hari. Ya, beri kami waktu tiga hari dan kami janji akan membayarnya. Tolong jangan dibawa semua barang-barang ini." ujar Lioren memohon

Posisi Putri masih memeluk adiknya itu dengan erat, Viona masih terus menangis.
Setelah mendengar pembicaraan barusan Putri paham sekarang, Jadi tiga pria itu ialah orang suruhan pemilik kios tempat ayahnya bekerja

Kedua orangtuanya belum membayar kios selama tiga bulan, itu artinya sudah banyak hutang yang belum dibayarkan. Lalu bagaimana bisa dalam tiga hari membayar utang sabanyak itu?

Putri ikut menitikkan airmatanya, dirinya ikut sedih apa yang terjadi saat ini dirumahnya.

Lalu tiba-tiba seorang pria berpakaian formal dengan setelan jasnya datang masuk kedalam rumah Putri. Dia adalah Alex, Asistantnya Sean Marvel.

"Ada apa ini?" tanya Alex

Seketika semua orang yang berada dirumah ini menoleh keasal suara.

Putri menelan salivanya dengan kaku, Masalah apa lagi ini? Alex datang kerumahnya. Padahal dirinya sudah menolaknya tadi pagi mengenai perjodohan itu.

"Dia tidak mau membayar uang sewa kiosnya! Sudah tiga bulan menunggak." jawab salah satu pria yang bertubuh besar itu.

"Berapa jumlahnya?" tanya Alex

Salah seorang pria bertubuh besar itu lalu memberikan sebuah buku catatan kepada Alex. Alex pun langsung membacanya dan menggelengkan kepala.

Alex lalu mengeluarkan sebuah kartu nama dari dalam jasnya dan diberikan kepada salah satu pria itu.

"Bos saya yang akan membayarnya, Kau hubungi saja nomer yang tertera dikartu tersebut." ucap Alex santai sambil membetulkan jasnya.

Loiren, Tyo, Putri dan Viona dibuat melongo seketika. Semudah itu kah? Itu bukanlah jumlah uang yang sedikit.

Tiga pria itu mengangguk lalu segera meletakkan kembali barang-barang yang hendak dibawanya tadi kemudian setelah itu pergi keluar.

Putri langsung menghela nafasnya lega saat tiga pria itu sudah pergi dan Viona juga sudah menghentikan tangisnya. Loiren dan Tyo lalu berjalan mendekat kearah Alex.

"Terimakasih sudah membantu, kami janji akan membayar uang bos mu itu secepatnya." ucap Tyo kepada Alex

Alex tersenyum lalu menggeleng. "Tidak perlu, Tidak apa-apa. Baginya itu jumlah yang sangat sedikit."

"Apa kau yakin?" tanya Loiren

Alex mengangguk, "Ya saya rasa itu justeru malah membuatnya senang karena bisa membantu keluarga anda."

Loiren dan Tyo langsung menghela nafasnya lega karena itu artinya mereka berdua sudah tidak memiliki beban hutang lagi.

"Silahkan duduk, maaf jika berantakan." ujar Loiren mempersilahkan Alex untuk duduk disofa

Alex pun segera duduk sesuai yang disarankan. Tyo pun ikut duduk dan posisinya berhadapan dengan Alex. Loiren segera berjalan kearah dapur untuk membuatkan minuman.

"Kak untuk apa dia kesini?" tanya Viona kepada kakaknya itu

"Aku tidak tahu, sudah sana kau masuk kedalam kamar." perintah Putri

Viona hanya mengangguk menurut dan segera masuk kedalam kamarnya.

Putri tidak memperdulikan kehadiran Alex disini, Dirinya hanya sibuk membereskan beberapa barang yang berserakan diatas lantai.

"Ada apa ya?" tanya Tyo membuka suara bertanya kepada Alex maksud kedatangannya yang tiba-tiba.

Alex lalu menoleh kearah Putri yang sedang beberes. "Nona, bisa kau duduk sebentar? Ada hal penting yang ingin saya bicarakan." ujarnya kepada Putri

Putri menoleh. "Aku?" tanyanya ulang

Alex mengangguk. "Ya,"

Putri menghela nafasnya pasrah lalu segera meninggalkan pekerjaannya sebentar kemudian duduk di sebuah bangku yang kosong tepat disamping ayahnya.

Loiren lalu datang membawakan sebuah nampan yang berisikan dua gelas minuman untuk suaminya dan Alex. Ditelakkannya dua gelas itu diatas meja.

"Silahkan diminum," ucap Loiren sopan

"Terimakasih," balas Alex sambil menyeruput minumannya terlebih dahulu.

Putri hanya meneguk salivanya kaku, untuk apa Alex datang kerumahnya? bukan kah dirinya itu sudah menolak perjodohan itu?

Alex kembali meletakkan gelasnya diatas meja lalu kedua tangannya ia tautkan dan menoleh kearah Putri.

"Apa alasan anda menolak perjodohannya?" tanya Alex langsung kepada intinya

Putri seketika menjadi tegang, karena lagi-lagi yang dibahasnya soal perjodohan.
Loiren dan Tyo sama-sama menoleh kearah Putri karena mereka berdua tidak tahu kalau Putri ternyata sudah memutuskan keputusannya kepada keluarga Marvel.

"A-aku ingin mengejar cita-cita ku, Aku tidak mau menikah di usia dini." alasan Putri

"Tetapi keluarga Marvel akan menjamin kehidupan kalian sekeluarga," ucap Alex

Viona yang mendengar pembicaraan itu dari balik dinding kamarnya melongo lebar. Benarkah? Apa itu artinya dirinya sebentar lagi akan menjadi orang kaya mendadak? Dirinya akan bisa membeli apapun yang diinginkan?

Putri hanya diam seakan sedang memikirkan sesuatu. Tyo dan Loiren hanya diam menyimak dan membiarkan anak pertamanya itu yang memutuskan.

"Aku tetap menolaknya," ucap Putri

Viona yang mendengar itu kembali melongo lebar. Apa kakanya itu sudah gila?! bagaimana bisa dia menolak untuk dijodohkan? Sudah jelas-jelas hidupnya akan enak nanti, ekonomimya berubah dan tidak akan sesusah ini.

"Apa kau yakin?" tanya Alex

Putri hanya diam tidak menggeleng ataupun mengangguk. Dirinya benar-benar diposisikan di tempat yang membuatnya bingung, disatu sisi dirinya tidak mau kedua orangtuanya itu hidup kekurangan dan satu sisi lagi dirinya tidak mau menikah di usia dini apalagi pria yang akan dijodohkan dengannya itu ialah pria yang amat dirinya benci.

"Tolong buat keputusan yang baik. Saya akan beri kamu waktu hingga esok," kata Alex

Putri masih diam dengan kepalanya yang menunduk.

Alex lalu bangkit dari posisinya dan membetulkan jasnya sedikit. "Baiklah itu saja yang saya ingin katakan. Saya berharap Putri berubah pikiran dan mau menerimanya."

Tyo dan Loiren lalu ikut bangkit dari posisinya, sedangkan Putri malah pergi berlalu masuk kedalam kamarnya begitu saja.

"Kami berdua tidak bisa memaksa, karena keputusan ada ditangannya." ujar Tyo kepada Alex

Alex mengangguk. "Saya mengerti, Maaf jika sudah menyita waktu anda sebentar. Saya pamit."

Tyo dan Loiren mengangguk kemudian Alex pun segera pergi berlalu.

.
.
.
TBC

Jangan lupa Vote dan komentarnya😊
Aku bakal update double part hari ini😉

Putra, Putri, & Perjodohan [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang