Chapter 15

2.7K 167 14
                                    

Masih ada yang nunggu kelanjutan cerita gaje ini? *Semoga ada ya 😊

Maaf apdet nya kelamaan. Soalnya setiap mau apdet ada aja halangan.

HAPPY READING :)



⏰⏰⏰




30 menit kemudian.

Dengan intrupsi dari Dito, Aura turun dari mobil. Dito membawa Aura untuk makan siang. Tempat yang dipilihnya kali ini berbeda dari tempat yang biasa mereka kunjungi. Sebuah Rumah Makan Tradisional bernama RMPH yang tidak lain adalah singkatan dari Rumah Makan Pak Heru. Siang ini suasana cukup ramai pengunjung yang didominasi oleh pegawai kantor.

Aura dan Dito duduk dipojok ruangan. Seorang pria paruh baya menghampiri mereka.

"Den Dito apa kabar? Sudah lama tidak kemari." Kata pria itu pada Dito.

"Hhh iya Pak, Dito nggak sempet mau kesini. Padahal Dito kangen sama soto buatan bapak. Kabar Dito baik Pak, kabar bapak sendiri gimana?" Dito juga mengajukan pertanyaan.

Aura menyimak obrolan keduanya.

"Allhamdullillah kabar bapak juga baik-baik aja. Kabar ayah gimana? Dia sudah menikah lagi?" Tanya Pak Heru.

"Allhamdullillah Pak, papa juga baik-baik aja. Papa belum menikah." Jelas Dito.

"Oo begitu," Ujarnya paham.

"Ngomong-ngomong dia siapa?" Tanya Pak Heru seraya mengalihkan pandangannya kearah Aura.

Aura melemparkan senyuman kearah Pak Heru ketika wajah mereka saling bertatapan.

"Ini temen Dito Pak, namanya Aura." Dito memperkenalkan.

"Saya Heru." Katanya seraya mengulurkan tangan ke Aura, kemudian Aura membalas uluran tangan itu.

"Saya Aura Pak,"

"Kalian mau makan apa? Biar bapak bisa langsung buatkan." Tanya Pak Heru.

"Saya kayak bisa biasanya Pak, soto." Jawab Dito. Sedangkan Aura hanya diam.

"Baik, nanti bapak buatkan." Jawab Pak Heru kemudian beralih menatap Aura.

"Kalo neng-nya mau makan apa?" Kali ini Pak Heru bertanya pada Aura.

Aura diam karna ia sendiri bingung harus memesan apa, sedangkan ia tidak lapar sama sekali.

"HEY!" Dito melambaikan tangannya tepat didepan wajah Aura, hingga secara spontan menyadarkan Aura dari lamunannya.

Aura menatap Dito dengan tatapan kosong -karna masih terkejut.

"Pak Heru tanya, lo mau makan apa?" Dito mengulangi pertanyaan Pak Heru yang belum terjawab.

"Samain aja deh dengan kamu." Jawabnya singkat.

"Soto sama es teh dua pak," Ucap Dito memperjelas.

Pak Heru mengangguk, kemudian berlalu meninggalkan mereka berdua.

⏰⏰⏰

Aura dan Dito baru saja menyelesaikan makannya.

"Gimana? Soto-nya enak nggak?" Tanya Dito.

Aura menganggukkan kepala lesu.

"Ra, lo kenapa sih? Kok dari tadi diem aja? Lo nggak suka ya gue ajak makan disini?" Tanya Dito penasaran.

Sejak diperjalanan sampai sekarang, Dito memperhatikan ada sesuatu yang berbeda dari Aura. Ia terlihat tidak bersemangat, seperti ada suatu hal yang tengah menjadi beban pikirannya saat ini.

REALLY?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang