Terjebak berdua

5.9K 473 38
                                    

Hari ini adalah hari sial yang paling sial untuk Yuki. Setelah pagi tadi dia harus menjadi kacung Al, Yuki melupakan suatu hal yang penting.

"Mampus, makalah gue" pekiknya tertahan saat melihat Miss Luna sudah berdiri di depan kelas dengan wajah garangnya.

"Baik, sebelum kita mulai pelajaran, tolong dikumpulkan tugas makalah yang minggu lalu saya berikan" ucapnya tegas,

Semua murid langsung mengumpulkan tugas makalah mereka di meja depan, terkecuali Yuki yang masih bingung dengan apa yang harus dia lakukan.

"Yuki? Tugas kamu mana?"

"Maaf Miss, saya..." kalimatnya menggantung, terganti oleh suara gebrakan meja yang membuat semua murid terlonjak kaget,

"Disiplin, adalah kunci kesuksesan Yuki. Dan saya sangat tidak mentolerir murid yang tidak disiplin"

"Maafkan saya miss"

"Maaf saja tidak bisa memberikan anda nilai bagus nona Hadyn! Sekarang keluar dari kelas ini dan pergi kegudang seni musik, saya rasa tempat itu cocok untuk menjadi perenungan kamu, bersihkan tempat itu dan, jangan kembali sebelum semuanya selesai, mengerti!" Ucap Miss Luna tegas,

"Tapi Miss, ini sudah pelajaran terakhir dan...." Yuki hanya bisa pasrah saat tatapan tajam Miss Luna membuatnya menghentikan kalimatnya,

"Baiklah, kalau begitu silahkan menuju gudang utama Pursand dan bersihkan semuanya, ingat! Jangan kembali jika semua belum rapi"

Baru saja Yuki ingin protes Miss Luna mengangkat tangannya, memberikan kode agar Yuki segera meninggalkan ruang kelas.

Yuki menoleh sekilas ke arah Prilly yang menampilkan ekspresi wajah kasian kemudian beranjak dari posisinya sambil mengembuskan nafas panjang.

Dengan gontai dan perasaan tak karuan Yuki melangkahkan kakinya dan menuju ke gudang utama, di belakang gedung Utama Pursand.

Di pertengahan jalan, Yuki kembali membuang nafasnya kasar karena melihat laki-laki yang pagi tadi menyiksanya menghadang jalan Yuki.

"Elo pasti lagi dihukum" Ucap Al yang disambut lirikan tajam oleh Yuki,

"Kalo elo mau nyuruh-nyuruh gue, please jangan sekarang, gue lagi dapet tugas yang lebih penting" Ucap Yuki acuh sambil meninggalkan Al yang masih berdiri di tempatnya,

"Tugas bersihin gudang utama ya?" Yuki menaikkan sebelah alisnya, bagaimana mungkin Al bisa tahu? Kenapa Al bisa seperti cenayang yang selalu tahu apa yang Yuki lakukan?

Oh ayolah, cinta selalu punya cara untuk mengintai pasangannya.

"Elo mata-matain gue ya?" Ucap Yuki sarkastis sambio mengacungkan jari telunjuknya ke arah Al,

"Ih, Pede banget loh! Gue juga sama kayak elo, makanya gue tau"
Al berjalan melewati Yuki, menuju gudang utama,

"Maksudnya? Elo dihukum juga?" Tanya Yuki sambil menyusul langkah Al dengan sedikit berlari,

"Gue ketahuan tidur dikelas"

"Ya gak kaget sih gue, loe kan pelor banget" ucap Yuki acuh

"Sok tau loe" Al mencubit gemas hidung Yuki yang mancung membuat gadis itu berteriak kesakitan,

"Sakit b*go!! Hidung gue bengkok ni jangan-jangan" Yuki memencet-mencet hidungnya yang kemerahan, sedangkan Al tertawa terbahak melihat hidung Yuki seperti tomat masak.

"Gudangnya serem banget" Yuki bergidik ngeri saat mereka sudah tiba di depan bangunan tua yang seperti tak terawat.

"Ini tu bangunan paling tua milik Pursand, karena angker makanya sekarang jadi gudang" Ucap Al sambil membuka pintu gudang yang memang tak terkunci dari luar.

HARMONIZETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang