Chapter 92 - Amarah Keji sang Hwangtaehu

Depuis le début
                                    

"Selamat tinggal, Pengawal Choi. Sudah kubilang sejak awal, aku selalu bermain untuk pihak yang menang!" Setelah mengucapkan itu Daesung berbalik dan melihat para prajuritnya sudah mengumpulkan puluhan mayat keluarga Go. "Bakar semua mayat itu dan jangan tinggalkan jejak apa pun!"perintahnya dingin sebelum melompat keatas kudanya.

.

.

ATHENA

Penguasa Apollo itu hanya terkekeh pelan saat mendengar kemarahan bercampur rasa cemburu yang sepertinya sudah lama tersimpan dalam hati sang ibusuri pada dayang tua yang sudah merawat dan membesarkannya atas perintah mendiang Kaisar Jung. Sejak kecil Yunho memang lebih banyak menghabiskan waktunya di utara bersama dengan dayang Hwang yang baik hati dan selalu saja mendekapnya erat disaat dia dihukum karena melalaikan tugas atau latihan pedangnya.

"Atau, aku akan menangkap kedua putra kesayangan anda ini dan memastikan mereka mendekam di Tartarus selamanya karena sudah meracuni Kaisar Jung Soo Man sampai mati!" seru kaisar tampan itu dengan nada ringan, menikmati suasana dimana ibu dan kedua adiknya tidak berkutik untuk sesaat.

Yunho bahkan tersenyum lebar saat melihat wajah dingin sang hwangtaehu sudah berubah pias walaupun Changmin dan Chansung tanpa takut langsung melayangkan tatapan menantang padanya. Harus diakui meski hidup dibawah tekanan dan ancaman mendiang Kaisar Jung yang tirani itu, ibundanya berhasil membesarkan kedua adik kembarnya ini dengan sangat baik. Mereka tumbuh menjadi namja muda yang cerdik, berani dan memiliki begitu banyak keahlian yang beberapa diantaranya bahkan sangat mengerikan.

"Anda seharusnya tahu jika tidak ada satu pun rahasia yang bisa tersimpan selamanya dibalik dinding-dinding istana ini!"ujar Yunho lagi seraya menatap tajam pada wajah tampan kedua Pangeran Jung yang sudah kembali terlihat datar setelah mendapat lirikan singkat dari sang hwangtaehu.

Dalam hati Penguasa Apollo itu menyerigai puas, jarang sekali dia bisa menyudutkan ibunda dan kedua adiknya sekaligus. "Walau selama ini aku selalu diam, tapi itu bukan berarti aku tidak tahu apa saja yang sudah dilakukan kedua adikku yang tercinta ini, bukan?"tambahnya dengan nada sinis berbalut sarkasme tajam yang sepertinya berhasil memancing emosi sang hwangtaehu yang biasanya selalu bersikap dingin dan menjaga jarak padanya.

Ancaman yang dirasanya sangat kejam dan dingin itu membuat Jung Heechul tanpa sadar sudah berdiri dan langsung menatap nyalang pada putra sulungnya yang malah menyeringai keji dan duduk dengan santai didepannya. "Kau! Berani sekali kau mengancamku dan ingin memasukkan saudaramu sendiri yang tidak bersalah ke Tartarus..."desisnya kasar dengan suara penuh emosi yang tidak disembunyikannya lagi.

Kemarahan yang berbalut rasa takut dan khawatir membuat Heechul membuang jauh sikap formal yang selama ini selalu dipertahankannya. Sekarang saatnya dia harus bertahan dan membuat penawaran cerdik untuk menyelamatkan nyawa kedua putranya yang sudah menggenggam erat lengannya. Sebelum adiknya meninggal saat melahirkan, Heechul sudah bersumpah dalam hati akan melakukan segalanya demi kedua bayi mungil yang harus terjebak dalam intrik busuk Apollo yang sudah merenggut segalanya dari mereka!

"Eomma..."seru Changmin dan Chansung bersamaan dengan suara khawatir karena tangan sang hwangtaehu yang sedang berada dalam genggaman mereka sudah terasa sedingin es.

Memang baru kali ini mereka melihat sang kaisar tampak begitu marah dan bahkan dengan dingin mengancam akan memasukkan mereka ke Tartarus. "Tenanglah, eomma. Hyungie tidak mungkin melakukan itu pada kami. Dia pasti hanya sedang mengancam seperti biasanya." Changmin berbisik pelan yang langsung diikuti anggukan setuju Chansung yang juga mendengarnya.

"Kami pasti akan baik-baik saja, eomma."timpal pangeran yang bertubuh tinggi besar itu sambil memeluk ringan bahu sang hwangtaehu yang bergetar hebat.

APOLLO AND ARTHEMISOù les histoires vivent. Découvrez maintenant