// membuka hati

2.9K 167 56
                                    

mohon maaf bila ada typo ya, nanti akan aku revisi kok :)
selamat membaca! 🦋

🖤🖤🖤

Aku menaiki mobil Gaffriel dengan cepat dan nafas terengap-engap karna kelakuan Bang Drico yang menyebalkan kalau bukan Abangku sudah kujepit mulutnya pakai jepitan jemuran dirumah. Gaffriel nampak terkekeh disana seraya menyalakan mobilnya membuatku mengernyit heran apa yang membuatnya tertawa. "Apa?" tanyanya menyadari aku menatap dirinya dengan sinis.

"Ketawain apa lo?!"

Gaffriel menggidik kembali dengan tawa, "Gak."

Lihat, lihat, bisa-bisanya dia bersikap dingin seperti itu. "Heh, jelek! Ditanya jawab enggak, gak nyambung lo,"

"Bodonanan. Pake seat beltnya,"

"Ogah,"

"Ntar kalo lo mati repot gue,"

"Mampus,"

"Serius pake Na."

"Gak."

"Anna... "

"Apa?"

"Pake seat beltnya budeg."

"Orang gak mau maksa dih,"

Gaffriel berdecak disana dan mendekat diri kepadaku membuat refleks mataku untuk menutup tapi itu refleks yang bodoh, sungguh. "Kenapa? Gue gak nyium lo, mesum lo Na agresif kalo di mobil," ujarnya seraya memakaikan seat beltku. Aku menelan ludahku susah payah, oh memang Anna bodoh.

Aku mencubit tangan Gaffriel kencang membuat lelaki itu meringis sakit disana tetapi aku sangat menikmati ringisan itu, melihat Gaffriel sengsara adalah sebuah hobi baruku sepertinya. "Heh! Gue merem karena gue kaget ya lagian lo apaan banget tiba-tiba deket ke gue gitu. Kalo gue agresif gue bakal majuin kepala gue,"

"Anna agresif... gue kira Cameron bohong," gumamnya sengaja dengan suara besar agar terdengar olehku. Aku menoleh cepat terkejut dengan apa yang Gaffriel ucapkan. "Hah?"

"Gue kira boong soalnya dia yang pk taunya Anna agresif, gila Cam gue gak nyangka dunia kebalik,"

"Apaan? Lo ngomong apa?!"

Percayalah sudah sepuluh menit lebih berlalu mobil Gaffriel masih saja di depan rumahku, kami seperti orang bodoh dilihat oleh tetanggaku. "Friel! Ih, apaan lo ngomong?!"

TOKK... TOKKK!

Aku menatap kaca Gaffriel disana sudah ada Bang Drico dengan lengan dilipat dan kepala menggeleng menatap kaca. Rasanya ingin sekali memecahkan kaga Gaffriel dan melempar barang apa saja yang berada di mobil Gaffriel untuk memukul wajah Bang Drico yang menyebalkan. Gaffriel membuka kaca, "Apa?" tanya Gaffriel singkat.

"Lo berdua kalo mau aneh-aneh jangan di depan rumah gue, jingan."

Aku menatap Bang Drico tidak percaya seakan dirinya memperbolehkanku melakukan hal aneh dengan Gaffriel. "Heh, mongki! Lo kalau ngomong makin gak ada adabnya ya." cercaku disana.

"Anna agresif banget, Co gue kan kaget jadinya," tambah Gaffriel disana membuatku semakin tidak percaya.

"Hah, apaan dia ngapain Friel," tanya Bang Drico sampai memasukan kepalanya ke dalam mobil dari kaca mobil. "Dia sengaja gak mau pake seat belt biar gue pakein, pas gue pakein dia malah tutup mata, kacau banget adek lo Co,"

Bang Drico nampak tertawa disana, "Gak ada sumpah ih, Bang sumpah gue gak gitu tauuu, gue kan kaget makanya tutup mata bukan ngarepin di cium ahelah,"

Metanoia Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang