HAI ANNYEONG, CERITA INI SEDIKIT DEMI SEDIKIT MAU AKU REVISI NIH. MULAI DARI SINI YAAA, 🥰
Semoga lebih nyaman baacanya☺
____
Seorang gadis cantik tengah bergelung di bawah selimut, menyelam di alam mimpi sehingga tidak memedulikan waktu yang terus berputar. Gadis itu bernama Angelia Stevani Jackson, biasa dipanggil Vani atau Stevani. Vani bukan anak satu-satunya di keluarga. Ia memiliki seorang adik yang lahir berselang 5 menit dengannya. Mereka berdua kembar, bahkan nama mereka pun hampir sama. Adiknya bernama Angelio Stevano Jackson.
Terkadang Vani merasa kesal karena nama mereka hampir sama, apalagi saat orang tuanya memanggil dengan sebutan 'Van', pasti mereka akan langsung menoleh.
"Ya ampun nih anak. Vani bangun, Sayang. katanya kuliah masuk pagi." Levita Jackson menyibak tirai agar cahaya matahari masuk ke kamar anaknya.
"Lima menit lagi, Ma," jawab Vani sembari menarik selimut.
"Enggak ada lima menit lagi, cepet bangun sekarang. Cepetan, nanti terlambat!" perintah Mama menurunkan selimut.
"Ah Mama, masih pagi ini."
"Masih pagi gundulmu. Udah jam sembilan ini, Vani," geram Mama.
"Hah? Mama kenapa enggak bangunin dari tadi?" Vani beranjak dari ranjang. Matanya melirik jam di atas nakas, memang benar sekarang pukul 9. Lantas, ia bergegas masuk ke kamar mandi untuk bersiap-siap ke kampus.
"Dasar kamu tidurnya kaya kebo," dengkus Mama seraya keluar dari kamar anaknya.
Di kamar mandi, Vani hanya mencuci wajah dan gosok gigi karena waktunya tidak akan cukup jika mandi. Ia mengambil celana jeans panjang dan atasan kaos polos di lemari. Menurutnya, penampilan seperti itu sudah cukup untuk pergi ke kampus. Lagi pula tidak ada waktu memilih baju yang lebih bagus dari ini.
"Perfect deh. Walaupun enggak mandi, enggak ada yang tau juga." Vani terkekeh seraya berkaca menilai penampilannya.
Setelah itu ia bergegas mengambil tas, kunci mobil, lalu me- makai sepatunya. Dengan langkah terburu-buru menuruni tangga, Vani menemui mamanya.
"Ma, Vani berangkat ya!" Vani menyalami tangan mamanya.
"Enggak sarapan dulu, Sayang?"
"Udah telat nih, Ma. Vani berangkat."
¤♥¤
Vani berlari mencari kelas mata kuliahnya, lalu dahinya ditepuk pelan. Pelupa, hal itulah yang membuat dia kesal pada dirinya sendiri.
"Etdah, di mana sih nih kelas? Kok enggak ketemu dari tadi," gerutu Vani sepanjang koridor tanpa memperhatikan jalan hingga tubuhnya tidak sengaja menabrak sesuatu.
"Aw, pantat gue," ringis Vani setelah menubruk dada bidang seseorang dan terjengkang.
Vani mendongak, melihat seseorang yang menabraknya. Laki-laki itu memiliki mata indah, hidung yang mancung, rahang yang tegas dan jangan lupakan badan kekar yang Vani rasa huggable.
Eh apaan si Vani malah mikirnya ke mana-mana, batinnya.
Laki-laki itu menenteng sebuah buku, dan hanya diam mem-perhatikan Vani tanpa membantunya berdiri.
Bukannya nolongin malah diem aja ish kesel, gerutu Vani dalam hati.
Beberapa mahasiswa melihat kejadian memalukan barusan.
"Bantuin napa, Om!" sinis Vani sembari melirik ke arah laki-laki itu.
Lawan bicaranya hanya menaikan sebelah alis, tidak suka dengan perkataan gadis di hadapannya ini.
YOU ARE READING
Dosen Is My Husband (TAMAT)
Romancepublish ulang yah, happy reading sygkuuuu [FOLLOW DULU YA SEBELUM MEMBACA] Jangan lupa Vote and Comment⭐ __________ Hidup seorang gadis cantik bernama Angelia Stevani Jackson, berubah drastis setelah petemuannya dengan seorang laki-laki bernama Ken...
