39. See You

3K 206 14
                                    

Rena mematut dirinya di depan cermin full body. Baju lengan panjang berwarna putih dan rok jins sebatas lutut. Kemudian ia mendongakkan kepala melihat jam yang kini menunjukkan pukul 4 lewat 20 menit. Setelah selesai mengecek seluruh penampilannya, Rena berbalik badan menuju ranjangnya dan mengambil tas ransel putih lalu melangkah keluar dari kamar.

Setelah berpamitan dengan mamanya yang sedang menonton acara di salah satu stasium televisi nasional, Rena segera melangkah keluar dari rumahnya.

Senyum kecil itu terpahat indah di bibirnya. Sambil menyelipkan sejumput rambutnya ke belakang telinga, Rena berjalan ke arah seseorang yang kini sedang bersandar di kap mobil jeep berwarna putih.

"Ready?" Seruan itu menyambut Rena yang sudah tiba di hadapannya.

Mengangguk, Rena melangkah menuju pintu mobil di depan samping kemudi dan masuk ke dalamnya. Rena tersenyum senang saat mobil itu perlahan berjalan menembus jalanan yang cukup padat untuk waktu sore hari.

Rena merentangkan kedua tangannya sambil berdiri dari duduknya, menikmati semilir angin serta pancaran sinar matahari yang tidak terlalu menyengat.

"Kita mau kemana sih, Ga?" Rena kembali duduk, ia menoleh memerhatikan Raga yang sedang tersenyum dengan sesekali meliriknya.

Raga menepuk-nepuk kepala Rena dengan pelan. "Gue jamin lo pasti suka. Enjoy our trip!"

Mendengus pelan, Rena akhirnya menyerah dan memilih untuk memerhatikan jalanan dengan sesekali bersenandung mengikuti lirik lagu yang terputar dari Ipod miliknya. Lagu Niall Horan You And Me, menemaninya untuk menikmati perjalannya kali ini.

  ♣️♣️♣️

Rena tidak berhenti berdecak kagum saat melihat pemandangan yang memperlihatkan suasana kota Jakarta yang padat pada waktu sore menjelang petang. Ia menoleh ke belakang, memerhatikan Raga yang kini sedang membentangkan tikar untuk mereka duduk di atas rerumputan.

Sambil melangkah menuju Raga yang tengah mengeluarkan beberapa makanan dari dalam tas yang sudah cowok itu bawa, Rena tersenyum kecil.

"Need a help?"

Raga mendongak, tersenyum lalu menggeleng. "No. I'm done. Duduk, Na."

Menurut, Rena segera duduk di samping Raga. Rena menggeleng samar. Tidak percaya bahwa cowok menyebalkan semacam Raga akan bertingkah seperti ini. Mengajaknya piknik tanpa memintanya untuk mempersiapkan apapun. Cowok itu dengan niatnya membawa berbagai makanan dan segala perlengkapan piknik lainnya.

Rena sekarang percaya, bahwa benci dan cinta itu beda tipis. Ia yang awalnya benci pada Raga, beralih menyukai cowok itu, tanpa alasan.

"Mau?" Suara Raga beserta sodoran sushi di hadapannya membuyarkan lamunan Rena.

Rena menerima itu, setelah mengambil satu sushi, ia mendorong piring sushi itu ke tengah-tengah tikar yang sudah tersedia beberapa makanan di atasnya. "Niat banget sih, buat ginian," ucap Rena setelah selesai mengunyah sushinya.

Raga terkekeh pelan sambil mengusap tengkuknya, salah tingkah. "Seneng, nggak?"

Sambil mengangguk antusias, Rena menusuk potongan kue dan segera melahapnya.

Shoplifting HeartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang