JEALOUS

61 48 64
                                    

Hi guys!

Makasih udah baca cerita ini :)

Seperti biasa, kalo ada yang typo tulis dicomment ya...

Jangan lupa vote supaya aku makin semangat lagi buat bikin ceritanya.

Tungguin terus kelanjutan dari cerita ini.

SELAMAT MEMBACA :)
_________

Setelah bel istirahat berbunyi, Atena langsung pergi ke kelas ips 2 untuk menemui Xavier. Sampainya di depan kelas, ia mencelingak-celinguk dan ternyata Xavier tidak ada dikelas.

Saat Atena membalikkan badannya, ia tertabrak sama salah satu cewe yang ingin masuk kedalam kelas itu.

Sorry-sorry” ucap Atena. Cewe itu pun jalan masuk kedalam kelas, Atena membalikkan badannya lagi menghampiri cewe itu.

“Eh tunggu-tunggu. Lo anak ips 2 kan?” cewe itu mengangguk pelan. “Lo tahu, Ata. kemana nggak?” tanyanya.

“Atta? Ata siapa? Atta halilintar?” tanya cewe itu.

“Bukan-bukan. Maksudnya Alatas”

“Ha? Alatas? Maksud lo Rizky Alatas?” Atena menggelengkan kepalanya. “Disini nggak ada yang namanya Ata, atau Alatas” lanjutnya lalu pergi masuk.

Atena melirik papan kelas yang ada diatas pintu itu, ia berjalan sambil menggaruk kepalanya kebingungan. “Bener ko kelasnya, tapi kenapa nggak ada nama Ata?”

Tiba-tiba Xavier datang dari arah belakang Atena. “Mereka nggak kenal sama yang namanya Ata atau Alatas. Mereka itu kenalnya sama V, atau Xavier” ucap Xavier yang tersenyum seraya mencondongkan badanya.

V?

Atena teringat dengan nama ketua J-Cup yang Qinthara sebut waktu itu. “Oh, kamu itu ketua J-Cup 2.0 ya?” Xavier mengangguk pelan. “Haha, makasih ya”

“Buat?”

“Ya karna kamu, aku jadi nggak ditaro dipanitia kebersihan”

“Karna aku?” kekeh Xavier seraya menggelengkan kepalanya lalu berjalan.

Atena langsung menyusulinya. “By the way, bukannya kamu nggak suka ya kalo dipanggil Xavier? kata kamu nama itu terlalu bagus untuk muka kamu yang pas-pasan” ucapnya sambil berjalan.

“Iya si, dulu aku pernah bilang kaya gitu. Nggak tahu ya setelah pindah sekolah, temen-temen baru aku selalu panggil aku Xavier, padahal aku selalu bilang panggil Ata atau nggak Alatas, tapi mereka tetep aja manggil aku Xavier”

Atena mengangguk pelan seraya mengerucutkan bibirnya. Langkah kakinya terhenti. “Terus kalo, V?”

Langkah kaki Xavier pun terhenti, senyum manis terpancar dari wajah Xavier. Ia membalikkan badannya. “Jadi dulu pas aku pindah, ada satu temen cewe, dia sekelas sama aku, dia sering manggil aku Vier, eh lama-lama dia malah manggil aku V. Ya udah deh keterusan sampe sekarang”

“Terus?”

“Ya udah, gitu aja”

“Dia temen deket?”

Xavier mengangguk pelan. “Deket banget. Tapi...sayang, dia udah yang punya”

“Kalo belom?”

“Pacarin lah” Atena menundukkan pandangannya. “Soalnya dia mirip lo” Atena langsung menatap Xavier.

“Tapi bedanya dia-” ucapnya terpotong karna Atena langsung memberikan buku yang dari tadi ia bawa.

“Ini buku yang kemarin lo minta. Ya udah yah gue balik ke kelas dulu” Atena berjalan pergi meninggalkan Xavier.

.....

Atena yang sedang di kantin dihampiri Qinthara. Atena tersenyum saat Qinthara duduk di hadapannya.

“Kakak udah makan?” tanya Qinthara seraya membuka bekal yang ia bawa.

Atena mengangguk pelan. “Itu mangkok bakso bekas aku” jawab Atena seraya melirik mangkok yang ada disebelahnya.

Tiba-tiba Daniel dan Ares datang dan langsung duduk. Melihat adanya Ares, Atena menutup bukunya lalu berdiri.

“Ka, mau kemana?” tanya Qinthara.

“Mau...ke toilet” jawab Atena.

“Nanti balik lagi kan?” Atena melirik Ares lalu tersenyum menatap Qinthara.

Saat Atena ingin berjalan, tiba-tiba Xavier datang  seraya memberinya buku. “Atena, makasih udah dipinjemin, bukunya bagus” Atena mengangguk seraya senyum tipis.

Ketika Atena ingin melanjutkan jalannya, tangannya tiba-tiba dicekal oleh Xavier. Ares mengepalkan tangannya saat melihat tangan cowo itu memegang tangan mungil Atena.

“Umm..Atena, ini buat kamu” ucap Xavier seraya memberikan paper bag coklat yang ia bawa.

“Apa ini?” tanya Atena.

“Liat aja” Atena melihat isi paper bag itu. Senyum lebar dari wajah Atena, ia menatap Xavier lalu mengambil isi yang ada didalamnya.

Ternyata isinya adalah sebuah boneka berbentuk cookie monster. Atena langsung memeluk boneka itu sambil tersenyum lebar.

“Makasih ya, kamu masih inget aja sama apa yang aku suka”

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Makasih ya, kamu masih inget aja sama apa yang aku suka”

 “Kalo soal kamu, aku nggak akan pernah lupa” ucap Xavier mengelus rambut Atena seraya tersenyum.

Ares merasa kesal saat melihat itu, ia pun berdiri lalu pergi dari tempat itu. Daniel dan Qinthara hanya terdiam, mereka bingung harus berbuat apa.

“Ya udah aku permisih dulu ya. Sekali lagi makasih” Atena pun pergi meninggalkannya.

.....

Saat sampainya dikelas, Atena langsung dihampiri Ares yang membawa buku tulis dan pulpen.

“Atena, gue boleh liat catetan mtk lo nggak?” tanya Ares.

“Umm, emangnya Daniel nggak nyatet?” Ares menggelengkan kepalanya. “Rebeca?”

“Dia juga nggak nyatet” jawabnya cepat. Atena mendengkus lalu mengangguk. Ia berjalan menuju mejanya.

Langkahnya terhenti.

“Sama tolong ajarin...boleh?” tanya Ares seraya menggigit bibir bawahnya.

Atena mengangguk pelan lalu melanjutkan jalannya, mengambil buku catetan. Ares langsung berjalan menuju tempat duduknya.

Tak lama dari Ares duduk, tiba-tiba Rebeca datang menghampirinya. “Res, nanti pulang sekolah mau temenin aku nggak?” tanya Rebeca.

“Berapa kali udah gue bilang, GUE bukan AKU!” ucap Ares ngegas.

“Iya maaf, tapi mau nggak?"

“Kemana si?”

“Ada deh, g-ue yakin pasti l-o suka”

“Ya udah-udah. Gue temenin”

“YES”

Atena datang dan langsung membanting buku catatannya. “Lo liat aja sendiri penjelasannya dibuku catatan gue. Udah gue catat dengan JELAS!” ucapnya lalu kembali ketempat duduk.

TERES (Selesai)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang