NEW ATENA

77 57 23
                                    

Hi guys!

Makasih udah baca cerita ini :)

Seperti biasa, kalo ada yang typo tulis dicomment ya...

Jangan lupa vote supaya aku makin semangat lagi buat bikin ceritanya.

Tungguin terus kelanjutan dari cerita ini.

SELAMAT MEMBACA :)
_________

Perlahan-lahan Atena mulai menarik ucapannya tentang ia tidak ingin berurusan dengan Ares. Karna buktinya akhir-akhir ini Atena sering kali pergi bersamanya.

Karina membelalakkan matanya saat melihat Atena yang baru saja turun dari kamar. Atena hanya meminum susu lalu pergi ke sekolah dengan terburu-buru.

Sampainya disekolah pas sekali bel berbunyi, ia pun langsung berlari secepat kilat menuju kelasnya.

Lagi dan lagi semua mata tertuju padanya, tapi Atena menghiraukan semua tatapan itu.

Ketika Ares baru saja masuk, ia dikagetkan dengan penampilan rambut baru Atena.

Ares berjalan cepat menuju Atena lalu memegang rambut itu. "Apaan nih? asli nih?"

"Asli lah, emang lo pikir wig?"

"Kali aja. Kenapa dipotong?" saat Atena ingin menjawab, guru akuntansi datang dan langsung memulai pelajaran.

Qinthara yang baru saja sampai di kantin, terlonjak kaget melihat rambut Atena yang sudah pendek.

"Oh my God! Ka Atena, what's wrong with your hair? why did you cut your beautiful hair?" ucap Qinthara yang masih speechless dengan rambut baru Atena.

Tiba-tiba Daniel dan Ares datang dan duduk disamping Atena dan Qinthara.

"Iya kenapa dah lo tiba-tiba motong rambut?" saut Daniel.

"Dih apaan si dateng-dateng langsung ikut aja. Emang udah gambreng?" balas Qinthara.

"Udah tadi sama, Ares. Ya nggak, Res?" Ares menaikkan kedua alisnya.

Atena yang sedang menikmati bakso terhenti karna omongan Qinthara dan Daniel. "Kenapa si semua orang pada ngomongin rambut aku?"

"Ya soalnya mereka nggak pernah ngeliat bidadari potong rambut" ucap Ares seraya mengambil satu bakso dari mangkok Atena.

Daniel dan Qinthara langsung saling liat-liatan seraya tersenyum malu-malu.

"Apa lagi bidadarinya cantik" lanjut Ares.

Atena tidak memperdulikan kata-kata itu. Atena langsung menatap Ares dengan tatapan yang kesal menahan untuk marah karna bakso terakhirnya dimakan oleh Ares.

"Ka, masa diem aja si denger kata-kata itu, aku aja baper lho ini" ucap Qinthara.

"Ih! kenapa lo makan bakso terakhir gue?!" ucap Atena seraya memukul Ares.

"Yah gue nggak tahu, kirain gue lo udah kenyang"

"Udah nggak bilang-bilang lagi!" Atena langsung mengambil batagor Ares lalu memakannya.

"Itu batagor gue"

"Bodo! Lo tadi makan bakso gue"

Melihat tingkah mereka berdua, Daniel dan Qinthara hanya tertawa.

"Mereka berdua lucu juga ya ka. Aku nggak pernah liat ka Ares sebahagia ini"

"Iya, baru kali ini Ares tersenyum lebar seperti ini. Mereka bukan hanya lucu, tapi cocok juga" ucap Daniel.

"Aku berharap mereka berdua bersama selamanya" Qinthara senyum menatap Daniel.

Selesai makan, Daniel dan Ares pergi ke markas kompeni, Qinthara pergi ke kelasnya begitu pun Atena. Tapi saat Atena ingin berjalan menuju kelasnya ia langsung dijegat oleh Tara.

"Wow, udah dua tiga kali jadi pusat perhatian sekolah" ucap Tara seraya tepuk tangannya. "Gimana rasanya enak? suka diliatian sama satu sekolah?"

Atena menghiraukan Tara dan lanjut berjalan, tangannya tiba-tiba dicekal oleh Tara. Atena menarik napas lalu menatap Tara.

"Apa? gue udah nggak takut lagi sama tatapan lo, dan tatapan lo nggak akan menghentikan gue untuk tetap menjadi mimpi buruk lo" ucap Tara.

Atena menarik kata-katanya yang bilang dia tidak akan berurusan dengan Tara dan tidak akan membalas semua perbuatan Tara padanya. Tapi setelah kejadian kemarin, ia akan menghadapi Tara dan semua bullyannya, karna Atena sudah mulai muak dengan semua itu.

"So am i, ancaman lo nggak akan menghentikan gue untuk tetap berada disamping Ares" balas Atena dengan seringainya.

Mendengar itu tangannya ingin menampar Atena tapi digagalkan dengan Ares yang langsung memegang tangan Tara.

"Tara! gue ingetin ya sama lo, jangan pernah ganggu ,Atena. lagi! kalo sampe gue liat lo masih ganggu, Atena. jangan harap lo masih napak disini" gertak Ares tapi sayang Tara tidak takut dengan gertakkan itu.

"Silahkan, Res. gue nggak takut sama gertakkan lo. Lo mau gertak gue gimana pun, gue akan tetep ganggu dia. Dan satu hal lagi, Res. You have no power here, because your mother has kicked you out of the house. Dan gue tahu lagi, kenapa lo berantem kemarin sama, Aryo. Cause...." Tara langsung melirik ke Atena. "So ya, have fun with your new life" lanjutnya lalu pergi meninggalkan Ares dan Atena.

"Makasih ya, Res. Ko lo balik lagi kenapa?"

"Gue lupa bayar batagor, main cabut-cabut aja tadi" Atena mengangguk pelan.

Atena menjadi penasaran apa maksud dari kata-kata Tara tadi? Ares diusir dari rumah? terus apa tatapan Tara tadi? apa Atena penyebab Ares dan Aryo berantem?

"Res, boleh tanya?" Ares menaikkan kedua alisnya. "Maksudnya, Tara. tadi apa ya? lo diusir dari rumah?" tanya Atena.

"Ha ha ha, nggak tahu gue. Dah ya gue mau bayar batagor dulu"

Saat Ares ingin jalan, tangannya dicekal oleh Atena. "Nggak mungkin lo nggak tahu"

......

Bel pulang sekolah, di taman umum dekat sekolah Ares menceritakan semuanya pada Atena.

"Jadi sekarang lo tinggal dirumah Daniel?" tanya Atena.

"Iya untuk sementara, sampai gue nemu tempat baru" jawab Ares.

"Jadi semua barang lo diambil sama nyokap lo?" Ares mengangguk pelan.

"Sorry ya"

"Ngapain? santai aja kali, orang ini bukan salah lo"

"Terus kalo sama Aryo?"

Ares langsung berdiri seraya memegang tangan Atena menghiraukan pertanyaannya. "Bukan apa-apa. Dah yuk cari jajanan, laper nih"

TERES (Selesai)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang