MAAF

76 50 13
                                    

Hi guys!

Makasih udah baca cerita ini :)

Seperti biasa, kalo ada yang typo tulis dicomment ya...

Jangan lupa vote supaya aku makin semangat lagi buat bikin ceritanya.

Tungguin terus kelanjutan dari cerita ini.

SELAMAT MEMBACA :)
_________

Ares sama sekali tidak menghadangnya. Tapi tiba-tiba langkah kaki Atena terhenti saat Ares teriak...

"KARNA HANYA LO SATU-SATUNYA CEWE YANG SELALU DATANG MENGHAMPIRI GUE DAN BERHASIL MEMBUAT LAMUNAN GUE BUYAR. DAN LO YANG SELALU DATANG DISETIAP MALAM GUE KETIKA GUE MAU MEMEJAMKAN MATA, HANYA LO!DAN CUMA LO. ATENA AZIZAH ARNETA”

Yap kata-kata itu berhasil membuat Atena kembali terdiam dan mengeluarkan air mata.

"Maka dari itu gue nggak pernah punya niatan untuk melukai seseorang, apa lagi sampe melecehkannya. Karna mata gue hanya tertuju ke lo...lo berhasil membuat dunia gua jadi hidup... cuma lo, Atena" lirih Ares.

Kata-kata itu membuat Atena tersenyum tipis, tapi tidak semudah itu Atena percaya dengan ucapan Ares. Mungkin saja Ares membohonginya lagi karna kepepet agar dimaafkan oleh Atena.

"Maksud lo?" tanya Atena, memunggungi Ares.

"Lo merubah pandangan gue tentang dunia ini. Lo selalu ngajarin ke gue kalo setiap ada permasalahan tidak perlu menggunakan kekerasan, lo ngajarin gue tentang banyak hal yang gue nggak pernah dapetin dari kedua orang tua gue. Lo menunjukkan ke gue gimana dunia ini bekerja. Cuma lo!"

Atena masih tetap memunggungi Ares. Ia menutupi tangisan itu dari Ares.

"Disaat yang lain hanya menatap gue sebagai musuh, anak mafia, tukang berantem dan memanfaatkan kebodohan gue untuk kesenangan mereka, lo nggak mentap gue kaya gitu. Lo liat gue dari sisi yang berbeda, dan lo menunjukan ke mereka kalo gue nggak seburuk itu. Lo tunjukkin ke mereka sifat yang nggak pernah gue tunjukkin kesiapa pun dan itu yang ngebuat gue yakin untuk menjaga pandangan gue dan hati gue cuma untuk lo, Atena" ucap Ares parau, ia langsung merundukkan pandangannya. Ares berharap Atena membalikkan badanya dan memeluknya.

Dan benar Atena membalikkan badanya, tapi dia tidak memeluk Ares. Dengan air mata yang terus jatuh, Atena mentap Ares dengan tanda tanya.

"Kenapa? kenapa harus gue?" lirih Atena.

Ares menegakkan kepalanya dan menatap Atena.

"Karna lo yang selalu hadir disini dan disini” Ares menunjuk kening dan dadanya. “Setiap gue mau ngelakuin hak buruk atau apapun itu, lo yang salalu datang, seolah mengingatkan gue untuk nggak melakukan hal itu. Tatapan dan senyuman lo yang ngebuat gue mengurungkan niat dan memilih pergi untuk bertemu sama lo. Lo mengubah dunia gue menjadi indah dan mengasikkan" lanjut Ares, matanya sudah mulai berkaca-kaca, tapi ia masih kuat untuk menahannya.

Atena masih terdiam mendengarkan setiap ucapan yang dikeluarkan dari mulut Ares.

"Lo tahu kenapa gue selalu ngerangkul cewe sana sini, godain, tebar pesona sama semua cewe? itu karna gue pengen dapet simpati dari lo, gue pengen lo ngelarang gue untuk gak tebar pesona ke mereka. Kalo boleh jujur sebenernya gue iri, iri sama semua buku-buku yang selalu lo liat, lo bawa, lo pegang dan selalu menjadi tempat curahan hati lo. Gue pengen menjadi orang yang salalu lo liat, lo pegang, orang yang selalu menemani lo kemana pun lo pergi, orang yang selalu menjadi tempat pertama untuk mendengar semua kelu kesah lo" tak bisa ditahan lagi, air mata itu langsung jatuh dan membasahi pipi Ares.

Ares menutupi air mata itu dengan menundukkan kepalanya kembali.

"Gue pengen itu semua" lirih Ares.

Atena berjalan selangkah demi selangkah, ia memegang kedua pipi Ares lalu mengangkat kepala Ares. Atena menyeka air mata yang turun membasahi pipi Ares.

"Maaf gue egois" lirih Atena.

Hal yang mengejutkan terjadi, tak disangka Atena tiba-tiba mencium bibir Ares.

Ciuman itu mencairkan suasana, manik mata Ares membulat penuh saat Atena menciumnya untuk pertama kali.

Dengan jantung yang masih berdegup kencang, Ares menerima ciuman hangat dari Atena. Tak lama Atena langsung memeluk Ares dengan erat, ia menempelkan kepalanya di dada Ares. Atena bisa mendengar suara jantung Ares yang berdegup sangat kencang.

Pelukan itu terasa sangat hangat sekali, Ares tidak ingin melepaskan pelukan itu, ia ingin terus seperti ini dengan Atena. Atena tak henti-henti menangis.

Atena tak tahu harus berbuat apa, yang ia bisa hanya memeluk dan menangis.

"Maafin Gue, Res. Gue nggak tahu harus bagaimana. Situasi ini menjadi lebih sulit setelah gue tahu dan kenal lo. Bohong kalo gue nggak suka sama lo, Res. Gue cinta dan sayang sama lo. Tapi apakah bisa gue menjalani ini? bisakah?" ucap Atena dalam hati. Atena melepaskan pelukan itu.

Atena menghela napas lalu mengambil bunga mawar yang Ares pegang. “Gue janji akan bikin dunia lo tambah berwarna dan indah”

Mata Ares berbinar seraya tersenyum lebar menatap Atena lalu ia memeluk Atena dengan erat.

Hati Ares sangat senang dan berbunga-bunga. Hingga ia jingkrak-jingkrakkan, teriak-teriak tidak jelas dan menggendong Atena sambil berputar-putar.

Kekeh Atena melihat Ares yang kegirangan karna cintanya di terima.

TERES (Selesai)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang