GELANG

123 83 33
                                    

Hi guys!

Makasih udah baca cerita ini :)

Seperti biasa, kalo ada yang typo tulis dicomment ya...

Jangan lupa vote supaya aku makin semangat lagi buat bikin ceritanya.

Tungguin terus kelanjutan dari cerita ini.

SELAMAT MEMBACA :)
_________

Sampainya Atena dirumah langsung naik  ke kamarnya bergegas untuk mandi. Selesai Atena mandi, ia tersenyum saat menatap jas Ares yang tergantung.

Atena mengambil jas itu mengingat kejadian di mall saat Ares mengikatkan jasnya untuk menutupi bercakkan darah yang ada di rok Atena.

Sebelum Atena menaruh jas itu ke keranjang pakaian kontor, ia mengecek kantong dijas itu takut ada barang yang tertinggal. Dan benar saat Atena mengecek kantong kanannya terdapat gelang tengkorak.

 Dan benar saat Atena mengecek kantong kanannya terdapat gelang tengkorak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Atena merasa pernah melihat gelang itu, tapi dimana?

......

Bel istirahat berbunyi semua murid sudah tidak sabar untuk keluar, tapi guru itu masih saja menerangkan materi.

“Bu” panggil Aryo seraya mengangkat tangannya. “ Udah bel, perut saya keroncongan” lanjutnya.

“Oh udah bel ya? maaf kalo gitu. Ya udah, saya cukupkan pembelajaran hari ini sampai disini. Manfaatkan waktu kalian untuk belajar, karna sebentar lagi kalian akan menghadapi uts” ucapnya seraya merapihkan barang-barangnya. “Ya udah kalo gitu saya permisih” lanjutnya berjalan keluar kelas.

Tak lama dari guru itu keluar, Qinthara datang membawakan sesuatu untuk kakaknya, Daniel.

Ia berjalan masuk menghampiri Daniel yang tengah berbicara dengan Aryo dan Ares.

“Ka, ini titipan dari mama” ucapnya lalu menaruh paper bag yang ia bawa.

“Kan gue udah bilang nggak mau” saut Daniel kesal.

“Kaco lo, mama udah cape-cape siapin” balas Qinthara lalu pergi menghampiri Atena. Daniel berdecak kesal.

Aryo yang penasaran dengan isi paper bag itu, langsung membukanya. Ia ketawa sangat puas saat melihat isi paper bag itu ternyata kota makan berwara pink.

“Bahaha anjrit pink. Uuutalatala abang Anil... anjir sailor moon lagi gambarnya” ucap Aryo yang dari tadi tidak henti-hentinya tertawa. “Oniichan” sambungnya.

“Diem ke lu njing” ucap Daniel seraya menutup mulut Aryo

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Diem ke lu njing” ucap Daniel seraya menutup mulut Aryo.

Ares menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis melihat tingkah laku kedua temannya.

Saat Ares ingin menghampiri Atena, langkahnya kalah cepat dengan Qinthara yang sudah mengajak Atena keluar kelas.

.....

Akhir-akhir ini Atena menjadi sering sekali pulang malam membuat Karina menjadi khawatir padanya.

Karina yang sedang melipat pakaian terus menerus melihat jam yang ada di dinding ruang tv nya.

Jam sudah menunjukkan pukul 8.30, sampai sekarang Atena masih saja belum pulang. Saat ia ingin menelpon Atena, tiba-tiba pintu rumahnya terbuka.
 
“Hai, tan” ucap Atena yang cangkung.

Karina langsung menarik Atena untuk duduk. “Iih, kemana aja si kamu? Belakangan ini sering banget pulang malam? nggak tahu apa tantenya khawatir?” tanya Karina.
 
“Iya tan maaf, Atena, janji nggak akan pulang malem lagi”

“Bukan itu, tante nggak masalah kamu mau pulang jam berapa. Cuma kalo kamu mau pulang malem, kabarin tante. Tante takut kamu kenapa-kenapa”

“Iya tan, lain kali, Atena. akan kabarin tante kalo, Atena. pulang malem”

“Ya udah kamu bersih-bersih abis itu belajar, beberapa hari lagi uts kan?”

Atena mengangguk pelan lalu berdiri. “Iya tan, abis bersih-bersih Atena langsung belajar. Ya udah Atena ke atas dulu ya”

Karina mengangguk pelan seraya tersenyum. Saat Atena ingin naik, Karina kembali memanggilnya.

Hon, sejak kapan kamu sekolah pake jas?”

Atena langsung buru-buru mengambil jas itu dari tangan Karina lalu mencium pipi Karina. “Atena, sayang tante” ia langsung lari ke kamarnya.

TERES (Selesai)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang