KADO

192 153 51
                                    

Hi guys!

Makasih udah baca cerita ini :)

Seperti biasa, kalo ada yang typo tulis dicomment ya...

Jangan lupa vote supaya aku makin semangat lagi buat bikin ceritanya.

Tungguin terus kelanjutan dari cerita ini.

SELAMAT MEMBACA :)
_________

"Ih.. diem! apaan si lo?! kita ini sekarang lagi kekunci!" ucap Atena.

Ares melotot menatap Atena saat mengetahui dirinya terkunci bersama cewe kutu buku.

Ares langsung mendorong Atena, hingga Atena hampir terjatuh, ia menggedor-gedor pintu tersebut dan berteriak. Ares ingin mendobrak pintu itu, tapi percuma karna pintu itu sangatlah tebal. Mustahil kalo hanya satu orang yang mendobraknya.

"Percuma kalo lo kaya gitu, nggak akan ada orang yang denger" ucap Atena.

"Sotoy lo! lagian gua tanya ya sama lo, ngapin lo ngajak gua, narik gua ketempat kaya gini? atau jangan-jangan lo mau..." ucap Ares berjalan mendekat ke Atena.

Atena langsung mendorong Ares. "Ihh apaan si lo!"

"Terus lo mau ngapain ngajak gua kesini?" Atena terdiam.

Tak mungkin ia memberi tahu ke Ares, kalo ada orang yang pernah menonjoknya tempo hari, yang ada nanti terjadi kericuhan lagi.

Ares menutup muka dengan tangannya, ia berjalan bolak-balik kebingungan apa yang harus ia lakukan agar bisa keluar dari ruangan ini.

"Jawab njir! diem aja" ucap Ares.

"He! kutu buku, asal lo tahu ya, kejebak sama cewe kaya lo itu nggak seru. Yang ada gue mau gumoh tahu nggak, liat muka lo terus" lanjutnya seraya menunjuk Atena.

Atena menurunkan pandangnnya, tak lama ia duduk. Yang bisa menenangkan pikirannya saat ini hanya dengan mendengarkan musik seraya membaca buku atau menulis.

Atena mengeluarkan buku akutansinya, Ares melihat itu hanya menggelengkan kepalanya. Ia mengeluarkan ponselnya lalu duduk bersebrang-sebrangan dengan Atena.

Tiba-tiba ponselnya mati, ia mengobrak-abrik tasnya tapi tak ada charger, ia baru teringat kalo chargernya dipinjam sama Tara.

Atena yang tengah menulis terhenti, ia merasa bersalah karna sudah melibatkn Ares hingga terjebak seperti ini dan perkataannya tadi siang itu sangat menyakitkan.

"Res..." panggil Atena.

"Hmm?" gumam Ares.

"Gue mau minta maaf. Minta maaf udah ngebuat lo kejebak diruangan ini sama gue, dan ucapan gue yang tadi siang. Seharusnya gue nggak ngomong kaya gitu, dan seharusnya gue nggak ikut campur soal pertemanan lo. Gue minta maaf ya"

"Lo itu aneh yah. Terkadang lo ngeselin, kadang lo marah-marah dan kadang lo baik. Lo orang teraneh yang pernah gua temui tahu nggak, karna bisa dengan cepatnya lo mengubah sikap lo yang tadinya ngeselin jadi baik" ucap Ares.

Ares dibuat kaget karna respon yang ia dapat kan tidak sesuai dengan ekspektasinya. Atena malah tertawa mendengar Ares bilang kalo dirinya aneh.

"Dih ko lo malah ketawa? Lo nggak marah?" tanya Ares kebingungan.

"Untuk apa gue marah, selagi itu fakta?" tanya balik Atena yang membuat Ares mengernyitkan keningnya.

"Fix lo aneh"

Suasana itu menjadi berubah, tak kaku seperti tadi. Untuk pertama kalinya Ares melihat Atena tertawa. Bibirnya tiba-tiba tersenyum tipis, tak lama Ares menyadari senyum itu.

TERES (Selesai)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang