KERICUHAN

322 249 63
                                    

Hi guys!

Makasih udah baca cerita ini :)

Seperti biasa, kalo ada yang typo tulis dicomment ya...

Jangan lupa vote supaya aku makin semangat lagi buat bikin ceritanya.

Tungguin terus kelanjutan dari cerita ini.

SELAMAT MEMBACA :)
_________

Saat Atena turun dari bus, ia melihat kericuhan antara SMA Jaya dan SMA Pangalila. Kejadian itu tidak jauh dari halte bus, menarik perhatian para siswa yang barus aja turun dan juga yang ingin masuk sekolah.

Guru-guru pun datang melerai perkelahian itu. Kericuhan itu memakan tiga korban yang diantaranya dua anak SMA Jaya dan satu anak SMA Pangalila.

Ketua dari dua geng itu langsung dipanggil masuk kedalam ruangan kepala sekolah SMA Jaya, dan kepala sekolah SMA Pangalila pun turut dipanggil.

Terpaksa pelajaran harus dihentikan sejenak karna kejadian tadi pagi. Satu sekolah langsung membicara kan hal itu.

Ditengah keramaian kelas, Ares dan kedua temannya datang dengan muka yang babak belur. Semua mata langsung tertuju pada mereka.

Tidak lama dari mereka duduk, satu cewe datang menghampiri Ares sambil membawa kotak p3k.

"Res, gue obatin ya" ucap cewe berambut pendek itu dengan lembut.

Saat ia ingin mengobati luka Ares, tiba-tiba datang tiga cewe menghampirinya dan langsung mendorong hingga cewe berambut pendek itu terjatuh.

"Siapa lo berani-beraninya obatin Ares?!" tanya cewe yang ada ditengah seraya menyilangkan tangannya di atas dadanya dengan erat. "Inget ya nggak ada yang boleh nyentuh Ares selain gue! ngerti kalian semua?!" lanjutnya tegas.

Ares memutarkan bola matanya seraya menggelengkan kepalanya.

"Balik sana ke asal lo!" titahnya. Cewe rambut pendek itu pun kembali ketempat duduknya. "Udah sini gue aja yang obatin" sambungnya lembut seraya tersenyum pada Ares.

Ares langsung menepis tangan itu lalu ia menjatuhkan kotak p3k tersebut. "Gue nggak butuh! balik sana ketempat asal lo!" titah Ares pada cewe yang berada didepannya bernama Tara.

"What?! Res?" Tara terkejut ketika Ares membalikkan kata-katanya itu. Aryo dan Daniel pun menahan tawanya membuat Tara kesal.

"Udah balik aja, Tar" ucap Daniel seraya menahan tawanya.

"Demi apa pun malu itu dia" ucap Aryo pelan. Daniel mengangguk sambil tertawa.

Semua mata sudah menatap Tara sambil menahan tawanya. Tara semakin kesal, ia menghentakkan kakinya lalu pergi meninggalkan kelas Ares.

Semua orang ada didalam kelas itu pun langsung tertawa setalah Tara keluar, tapi tawa itu tak bertahan lama, karna tiba-tiba ada seorang siswa yang masuk kedalam kelas ips 1.

Ia berdiri didepan semua orang. Dengan suaranya yang lantang, ia memberi tahu kan kalo guru ppkn berhalangan hadir, ia hanya memberikan tugas kelompok dan dikumpulkan besok.

Siswa itu langsung membacakan nama-nama kelompok yang sudah ditulis dalam kertas oleh gurunya.

"Kelompok 1 ada Dito, Bagas, Ayu, Cinta. Kelompok 2 ada Dian, Yudi, Diana, Geral. Kelompok 3 ada Atena, Ares, Aryo, Daniel"

Atena terlonjak kaget setelah mendengarkan nama-nama yang dibacakan. Kenapa ia harus satu kelompok dengan Ares? apa yang akan terjadi nantinya kalo ia satu kelompok dengan Ares dan teman-temannya?

Sebenarnya Atena tidak takut sama sekali dengan Ares dan dua temannya itu. Ia hanya malas karna ia yakin mereka cuma mumpang nama dan tidak mau mengerjakan.

Mendengar ia sekelompok dengan Atena. Ares, Daniel dan Aryo langsung tersenyum gembira ketika ia sekelompok dengan siswa terpintar dikelasnya.

Yap, Atena adalah siswa yang paling pintar dan pendiam dikelasnya. Ia juga sering dijuluki dengan nama si kutu buku atau si cuek, karna ia sangat tidak peduli dengan keadaan sekitar.

Ares, Aryo dan Daniel adalah siswa yang ditakuti sama satu sekolah. Ditambah Ares adalah ketua osis SMA Jaya, ia juga adalah seorang anak dari seorang mafia terkenal di Amerika dan anak konglomerat. Makanya tak ada yang berani macam-macam dengan mereka bertiga, terutama Ares.

Bel pulang sekolah berbunyi. Atena bergegas ingin keluar dari kelasnya, tapi langsung dihadang dengan dua cowo, siapa lagi kalo bukan Aryo dan Daniel.

"Hayo... mau kemana lo" ucap Aryo, menghalangi jalan Atena. Atana menghembuskan napas kasar seraya memutarkan bola matanya.

Ares datang mengampiri mereka dan berdiri pas ditengah-tengah diantara Aryo dan Daniel, lalu ia merangkul kedua sahabatnya itu.

"Lo tahu kan siapa kita?" tanya Ares pada Atena. Tapi Atena tidak menjawabnya, ia hanya memainkan kukunya.

"Gua anggap lo tahu lah ya, orang kita satu kelas" Atena masih terdiam. Aryo dan Daniel menyilangkan tangan mereka diatas dadanya menatap Atena dengan sok.

"Lo tahu kan kalo gua ketua osis? dan lo juga pasti tahu, kalo gue juga yang berkuasa disini? ya pasti tahu lah ya, masa nggak tahu si. Ya intinya gini, gue cuma mau kasih tahu kalo kita ini super duper sibuk, jadi nggak ada waktu untuk ngerjain tugas nggak penting itu. So, kita serah kan semuanya ke lo, oke. Bisa kan?" ucap Ares, tersenyum menatap Atena yang menatapnya dengan muka datar.

Asli Atena benar-benar tidak memperdulikan ucapan Ares sama sekali.

"Ya bisa lah, Res. Masa nggak bisa. Emang kerjaannya dia apaan selain baca buku?" celetuk Daniel.

"Oh iya gua lupa"

"Udah? kalo udah gue permisih dulu mau pulang!" ucap Atena lalu berjalan menerobos Ares, Aryo dan Daniel yang tengah menghalanginya.

"Weh weh, songong bat dia" ucap Aryo, menggelengkan kepalanya.

Atena memberhentikan langkah kakinya, lalu ia membalikan badanya menatap tiga cowo itu.

"Jangan kalian pikir karna kalian punya kekuasaan disekolah, kalian akan ditakuti satu sekolah. Apa lagi lo, ketua osis! asal kalian tahu ya, gue nggak pernah takut sama orang-orang kaya kalian, jadi jangan pernah samain gue sama orang-orang yang takut sama kalian" ucap Atena, membuat tiga cowo itu tercengang.

Atena melanjutkan ucapannya yang belum selesai. "Dan satu hal lagi, kalo kalian nggak mau ikut berpartisipasi untuk ngerjain tugas kelompok ini, gue nggak masalah ko. Karna gue bisa ngerjain sendiri, begitu pun juga dengan kalian" ucap Atena, senyum sinis lalu membalikan badannya dan berjalan meninggalkan tiga cowo itu dikelas.

TERES (Selesai)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang