HERO?

85 65 30
                                    

Hi guys!

Makasih udah baca cerita ini :)

Seperti biasa, kalo ada yang typo tulis dicomment ya...

Jangan lupa vote supaya aku makin semangat lagi buat bikin ceritanya.

Tungguin terus kelanjutan dari cerita ini.

SELAMAT MEMBACA :)
_________

Aryo menghampiri Ares yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya lalu melempar kartu atm Ares.

"Nih gue balikin, nggak guna" ucap Aryo dengan seringainya. "Semenjak lo deket sama si kutu buku lo jadi berubah ya, Res. Kalo gue liat-liat si lo jadi miskin. Apa karna itu cewe makannya lo jadi miskin kaya gini? Dia suka morotin lo?" sambungnya.

Mendengar kata-kata itu Ares mulai terpancing emosi, ia mengepalkan tangannya seraya menatap Aryo.

"Oh ya, gue pernah liat tuh cewe dateng kerumah lo, kalo gue boleh tahu udah ngapain aja lo sama dia? jangan bilang..."

Emosinya sudah tak bisa ditahan lagi, ia langsung berdiri lalu menggebrak meja yang ada di hadapannya. Semua orang yang ada di ruangan itu langsung menengok ke Ares dan Aryo.

"Maksud lo apa anjing?! satu hal yang perlu lo tahu, DIA bukan cewe yang ada dipikiran lo! dan dari mana lo tahu dia pernah datang kerumah gue? ada buktinya?"

Aryo mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan salah satu foto yang ada didalam ponselnya pada Ares.

"Hah, santai aja kali, Res. seharusnya cewe lugu kaya dia harus lo manfaatin..." mendengar itu Ares langsung melempar ponsel Aryo hingga pecah lalu menonjoknya

BUGH!

"ANJING LO!" semua anak kompeni berusaha untuk melerai tapi mereka tetap berkelahi. Aryo langsung membalas pukulan Ares dengan kencang.

BUGH

BUGH

Qinthara dari tadi sibuk mencari Atena kemana-mana, tapi ia tidak menemukannya. Matanya berbinar saat melihat cewe berambut panjang itu, akhirnya ia menemukan Atena. Qinthara pun langsung menghampirinya.

"Akhirnya nya ketemu juga, dari tadi aku cariin kakak kemana-mana ternyata ada disini" ucap Qinthara seraya membungkuk ngos-ngosan lalu menepuk pundak cewe itu.

"Q? aku disini" ucap Atena yang berada tetap dibelakangnya.

Qinthara menengok kebelakang lalu kembali menengok kearah cewe yang ia tepuk. "Heheh, salah orang. Maaf" ucap Qinthara serya tersenyum kaku lalu pergi menghampiri Atena.

"Ada apa si?" tanya Atena.

"Itu- it-u ka, ka Ares..." jawab Qinthara yang masih ngos-ngosan seraya menunjuk kearah yang tak jelas.

"Kenapa dia? godain cewe? aku si nggak peduli"

"Bukan-bukan"

"Terus kenapa dia?

"Ka Ares berantem di markas kompeni" Atena terdiam seribu bahasa, roti yang ia pegang terjatuh. Atena langsung lari ke markas tersebut disusul oleh Qinthara.

Sampainya disana mereka melihat tempat itu sudah dipenuhi dengan banyak orang yang menonton perkelahian itu.

Tidak ada satu pun orang yang menghentikan aksi mereka. Atena menerobos masuk untuk melihat siapa yang berkelahi dengan Ares.

Orang yang berkelahi dengannya adalah orang yang selalu ia bangga-banggakan, yang selalu ia utamakan. Orang itu adalah salah satu dari teman dekatnya, Aryo...

TERES (Selesai)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang