Mendung Jangan Pergi

De marsmellow___

4.4K 352 70

Mendung tak selamanya mendatangkan hujan. Tak selamanya menghadirkan gemuruh yang menggelegar memekakkan. Ia... Mais

PROLOG
ONE : SUCKS
TWO : BROKEN
THREE : FRUSTRATED
FOUR : FIRST DAZED
FIVE : TRY TO FORGET
SIX : ACTUALLY
SEVEN : HURT
EIGHT : RAIN
NINE : FRIENDSHIP GOALS!
TEN : SO DIFFERENT
TWELVE : REAL FRIENDSHIP
THIRTEEN : UNFORTUNATE
FOURTEEN : NEW STYLE
FIFTEEN : AGAIN?
SIXTEEN : PAINFUL
SEVENTEEN : THE EYES
EIGHTEEN : CONFUSED
NINETEEN : THE TASK
TWENTY : NEW ACTIVITY
TWENTY ONE : I HAVE KNOWN
TWENTY TWO : ABOUT HEART
TWENTY THREE : THIS FEELINGS
TWENTY FOUR : YOU
TWENTY FIVE : PROCESS
TWENTY SIX : YOU AND ME
TWENTY SEVEN : MEMORIES
TWENTY EIGHT : MEGA
TWENTY NINE : THE HEART
THIRTY : TRULY
THIRTY ONE : MOMENT
[ N-U ]
THIRTY TWO : AT THE WRONG TIME

ELEVEN : US

110 13 2
De marsmellow___

Us

Hidup adalah indah jika kau dan aku menjadi kita yang saling percaya bahwa masalahku adalah masalahmu juga, sedihku adalah sedihmu juga, dan tangisku adalah tangismu juga, begitu sebaliknya. Waktu hidup tak panjang. Maka, bersahabatlah - Adara✍

❣❣

Author

"Kak, Mami sms aku katanya mereka udah didepan komplek." Ujar Dara sedikit histeris.

"Oh yaudah kalo gitu semuanya siap-siap!  Van Van! Lo intipin dari jendela sono." Ujar Saga pada Devan.

"Okeh," Devan mengacungkan jempolnya.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara mesin mobil yang semakin mendekat.

"Guys guys, mereka udah nyampe tuh!"

"Oke, siapin confetti nya, terompetnya juga."

"Satu... dua.. tiga!"

Bumb! Pruttt.. prutt.. prutt..

Suara confetti dan terompet kecil memenuhi ruangan bersamaan dengan masuknya Jo dan Aldi serta kedua orang tua mereka.

"Happy Birthday to you..
Happy Birthday to you...
Happy Birthday, Happy Birthday
Happy Birthday to you!!!"

"Tiup lilinnya..
Tiup lilinnya...
Tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga...."

Si kembar pun meniup lilin dengan haru. Koor membahana menambah kemeriahan acara ulang tahun Jo dan Aldi yang ke 18 tepat pada 17 Agustus 2017.

"Potong kuenya..
Potong kuenya...
potong kuenya sekarang juga..
Sekarang juga..
Sekarang juga..."

"Bagi kuenya, Bagi kuenya, ba-"

"Halahh, otak Lo makan mulu ya!" Devan meneloyor kepala Kenor cukup kuat membuatnya sedikit terpental.

"Aelahh, kaya Lo engga aja!"

Seisi ruangan tertawa melihat tingkah mereka.

"Sebelumnya gue ngucapin banyak-banyak terimakasih buat kalian yang udah repot-repot ngasih kejutan buat kita berdua, buat temen-temen gue dan Aldi, semuanya. Kue pertama Jo persembahkan buat Mami-Papi." Jo menyerahkan dua potong kue kepada Firman dan Helena. "Makasih Mi, Pi udah ngerawat Jo dari kecil."

Helena dan Firman mengecup kening Jo bergantian.

"Iya nak, sama-sama."

"Gue juga makasih banget sama kalian semua, udah cape-cape buat surprise ini, gue ngga nyangka kalian sepeduli ini sama kita, and over all good job guys! Kalian udah buat gue terharu, jarang-jarang gue kaya gini, gue makasih banget-nget-nget! Terutama buat Mami-Papi, makasih Mi, Pi, udah mau ngerawat aku sampai segede ini, jasa-jasa kalian ngga akan pernah Aldi lupa, and this first cake just for you, Mom, Dad. I love you so much!" Aldi memeluk Firman dan Helena, semua begitu haru, apalagi kalimat Aldi cukup dewasa jika dibanding dengan tingkahnya sehari-hari yang sangat kekanak-kanakan.

"Mami berharap kalian berdua bisa jadi anak yang takut akan Tuhan, selalu sayang Mami, Papi dan Adik kalian, saling sayang satu sama lain, bisa jadi teladan buat Dara juga, dan bisa raih cita-cita setinggi mungkin,"

"Yang Papi mau, jangan pernah sentuh apapun hal yang paling Papi nggak suka, jangan terpengaruh sama pergaulan-pergaulan yang ngga baik, jangan mau terikut dengan arus globalisasi yang nantinya akan membawa kalian pada kehancuran."

"Siap bos!" Aldi meletakkan tangannya di kening, menunjukkan sikap hormat.

"Iya, Pi. Kita akan berusaha untuk bisa terus ngejaga amanah Papi." Ucap Jo tersenyum.

"Yaudah kalo gitu ayo dimakan kuenya, ayo Ega, Kenor, ayo nak dimakan," Ujar Helena menyudahi ucapan berupa harapan itu.

"Oh iya, Tante. Pasti dimakan kok, hehe,"

"Iya dong, harus habis loh ya," Ucap Helena tersenyum.

"Wuihh, tenang Tan tenang, kalo di tangan saya mah, ludes-des-des!!" Kenor menampakkan sisi wajahnya yang paling autis.

Tanpa segan Saga meneloyor kepala lelaki itu. "Seneng banget Lo kalo udah sesi makan-makan!"

Lagi-lagi mereka dibuat tertawa lepas karena tingkah Kenor.

"Hei bro, habede yak! Semoga Lo makin ganteng, makin pinter, makin banyak yang naksir dan makin ketjeh lah pokoke!" Kenor menyalam kemudian menabrakkan bahunya dengan bahu Aldi.

"Jo, Happy Birthday ya, wish-nya udah di doa semua, hehe," Dena menyalam Jo dan dibalas baik olehnya.

"Thanks ya, Na." Ucap Jo tersenyum.

Koor membahana serta siul-siulan jahil saling bersahut-sahutan memenuhi ruangan. Keduanya hanya bisa tersipu malu.

Acara tersebut berjalan dengan lancar dan baik. Dara yang biasanya sudah bertingkah yang aneh-aneh terhadap kedua kakaknya tampak lebih diam dan kalem. Kala matanya tanpa sengaja bertemu dengan kedua bola mata Alfa, Dara juga tak mengekspresikan wajah yang biasanya masam terhadap laki-laki itu. Malahan Dara membalas senyum Alfa dengan malu-malu.

Mungkin, perasaan benci dihatinya perlahan mulai pudar, dan apa mungkin sudah berubah menjadi..... cinta?
Entahlah. Yang pasti, saat ini Dara masih belum bisa melupakan Dion ataupun menghilangkan perasaannya yang sudah terlalu dalam untuk lelaki itu.

***

"Ck! Siapa sih? Lepasin nggak? Gue ngga bisa liat nih woi," Ucap Dara meraba-raba kedua tangan yang menutup matanya dari belakang.

Orang tersebut tak menjawab dan hanya cengengesan menampakkan sederetan giginya.

Dara berdecak. "Rin! Lepasin nggak?!"

"Yaaah... ko' Lo tau sih?" Ucap Farin melepaskan tangannya dengan bibir manyun.

"Nebak ajah! Wlee," Dara menjulurkan lidahnya membuat Farin semakin cemberut. "Dih! Nambah dower noh bibir Lo." Ujar Dara cengengesan.

Farin lantas menutup bibirnya hingga membuat Dara terkekeh puas.

"Rin?"

"Hm?"

"Gue mau curhat sama Lo," Raut wajah Dara berubah serius.

Farin menoleh. "Curhat apaan?"

"Langsung ke taman aja yuk,"

Farin mengangguk.

Sesampainya di taman...

"Mau curhat apaan, Ra?" Farin memulai pembicaraan.

"Kak Dion." Ucap Dara memandang lurus ke depan.

Farin bingung. "Dia kenapa?"

"Dia udah punya pacar, Rin."

Mata Farin membulat sempurna. "A-apa?! Udah punya p-pacar?"

Dara mengangguk, menarik nafas mencoba tegar.

"L-Lo tau darimana?" Tanya Farin hati-hati.

"Gue liat kemarin, didepan mata gue. Langsung." Dara tersenyum kecut. "Dia pulang bawa cewe, Rin."

Dara mengernyit heran. "Yaampun, Ra. Siapa tau itu temennya, Lo ngga-"

"Temen?" Dara tertawa miris. "Dibukain pintu, pegangan tangan itu Lo bilang temen?" Dara menatap Farin meluapkan emosinya. "Gue cape, Rin. Gue cape harus ke' gini terus, gue cape harus menunggu, gue cape harus terus-terusan nyimpen perasaan gue. Gue bingung, Rin. Gue harus apaa?" Tanpa sadar Dara meneteskan air mata yang tak lagi tertahan.

Farin mendekat, memeluk Dara dan mencoba menenangkan gadis itu. "Ra, kalo elo ngerasa dia harus diperjuangin, Lo ngga boleh nyerah, Lo harus bisa ngadepin semuanya dengan lapang dada. Tapi kalo Lo emang udah lelah, Lo sebaiknya mundur, Ra. Dari pada Lo larut dalam kesakitan Lo sendiri,"

"Tapi cinta gue udah terlalu dalem, Rin. Sulit untuk gue ngilangin semuanya," Ucap Dara disela tangisnya.

Farin melepaskan pelukannya dan memegang kedua pundak Dara. "Sulit, bukan berarti ngga bisa kan? Gue yakin Lo mampu, Ra." Ucap Farin menyemangati.

Dara menatap Farin beberapa saat kemudian mencoba tersenyum. "Gue coba, Rin."

Farin mengangguk dan tersenyum lega. "Apapun, gue akan selalu ada disamping Lo."

Dara tersenyum dan memeluk erat Farin.





Hai guys!!!
Jangan lupa VOMENT yaa 😊😊😊

Love youu❤❤❤

Continue lendo

Você também vai gostar

Persona De fly

Ficção Adolescente

2.7M 166K 19
TERBIT 📖 - Ara tahu ada rumor tidak mengenakkan tentang Della yang beredar di sekolah. Kepintaran Della memang tidak diragukan, tapi rumor tentang k...
29.3K 2.4K 45
Zafran Haikal Yoso, si ekstrovert tampan yang populer. Gitaris band terkenal di sekolah, bahkan di lingkungan luar pun banyak menyita perhatian kala...
67.3K 5.4K 45
"Mungkin semua jenis luka pernah aku rasakan tapi aku percaya awan mendung akan sirna saat matahari datang, dan aku menunggu matahari ku datang" -mei...
Antara dua luka De Ahmd Biee

Ficção Adolescente

73 19 15
Dua orang dengan luka yang berbeda, dipertemukan oleh satu momen kecil di tengah hujan-sebuah payung, sebaris diam, dan perasaan tak bernama. Rio, co...
Wattpad App - Desbloqueie funcionalidades exclusivas