Firasat Buruk.

254 36 9
                                    

"Gef, aku sekolah dulu ya. Nanti pulang sekolah aku langsung kesini," ucap Argan lalu mendaratkan sebuah kecupan singkat di dahi Ghefira.

"Belajar yang pinter oke." Argan mengangguk.

Tidak lupa dia pamit serta mencium punggung tangan Wira dan Monika. Jika bukan karena permintaan Ghefira, Argan juga tidak mau sekolah hari ini. Tidak apa dia dikata bucin. Yang penting Argan ingin menemani Ghefira.

Argan mulai melangkahkan kaki keluar dari ruangan itu untuk segera berangkat kesekolah. Sampai diparkiran, dia naik keatas motor sportnya dan memakai helm untuk menjaga keselamatan.
**

Argan sampai di sekolah. Dia segera memarkirkan motor lalu berjalan menuju koridor kelas. Dirasa namanya terpanggil, Argan menoleh ke belakang dan cepat-cepat membuang muka.

Pagi-pagi sudah bertemu dengan Hazel seperti mimpi buruk yang menjadi nyata. Hazel berlari menghampiri Argan lalu merentangkan tangan saat sudah berada didepan Argan. Niatnya untuk menghalangi langkah laki-laki itu. Sedangkan Argan hanya bisa menghela nafas panjang lalu menghembuskannya kasar. Ingin sekali dia menghempas Hazel dari bumi ini.

"Ngapain sih lo?" Ketus Argan.

"Gue mau minta maaf atas semua kesalahan gue. Gue terlalu terobsesi sama lo sampe gue menghalalkan segala cara buat dapetin lo. Gue tau, gue jahat karena udah bikin hubungan lo sama Ghefira renggang. Untuk itu, gue minta maaf." Hazel mengatupkan kedua telapak tangannya. Mengoceh dengan wajah memelas. Apa dia fikir Argan akan percaya dengan akting klasik seperti itu? Tidak!

"Udah?" Hazel mengangguk.

"Minggir!!"

"Ehhh maafin gue dulu." Hazel menggenggam erat lengan kiri Argan.

"Singkirin tangan lo sekarang!" Hazel kikuk. Dia segera memindahkan tangannya yang memegang erat lengan Argan tadi.

"Lo udah sarapan? Ke kantin yuk."

"Gausah so asik." Argan segera berlalu meninggalkan perempuan itu. Terlihat sekali Hazel memasang wajah masam karena Argan menolak ajakannya mentah-mentah.

Kedua teman Hazel tiba-tiba datang. "Di ketusin Argan ya?" tanya Dara.

"Kayaknya lo udah gabisa masuk ke hati dia deh. Cintanya cuma buat Ghefira doang Zel." Imbuh Mela.

Mendengar ocehan dari kedua temannya membuat darah Hazel semakin mendidih. "Bisa ga sih gausah banyak omong kalian berdua! Bikin gue pusing aja!!" Hazel meninggalkan Mela dan Dara.

"Temen lo emosional banget heran gue. Lagian ya, dia ga ngotak banget. Udah tau Argan punya cewek, masih aja mau di pepet." Dara berkacak pinggang.

"Sumpah bukan temen gue." Mela meninggalkan Dara.

"Ih kenapa pada ninggalin gue sih. MELA TUNGGUIN!!!" Dara berlari mengejar Mela.
**

Argan sedang duduk santai dikelas sambil menunggu bel masuk berbunyi 8 menit lagi. Pagi-pagi, suasana kelas Argan sudah sangat ricuh. Tapi Argan tidak peduli, dia lebih memilih untuk memandangi foto Ghefira yang terpampang jelas di layar ponselnya. Sangat manis memang kekasihnya itu. Sesekali dia juga sempat senyum-senyum sendiri kala fikirannya sudah mulai melayang kemana-mana.

Dia membayangkan saat dia dan Ghefira menikah hingga mereka hidup bahagia dengan dua anak yang lucu-lucu. Argan sudah tidak sabar menanti momen itu bersama Ghefira nanti. Ah, apa-apaan ini. Masih pagi begini dia malah memikirkan suatu hal yang masih butuh banyak waktu untuk mencapainya. Sudahlah.

"Woi. Senyum-senyum ae lo. Hem, pantes aja, lah yang diliatinnya foto bini hahaha," kata Abraham seraya terkekeh.

Argan segera mematikan ponsel dan memasukkannya kedalam saku baju. "Vitamin dipagi hari men."

Ghefira ( Selesai )Onde histórias criam vida. Descubra agora